SOSOK PEMBELAJAR YANG SENANG BERMIMPI

21 Mei 2008

BANGKIT ATAU TERJATUH SELAMANYA

Tepatnya hari Rabu, 20 Mei Pukul 09.00 bertempat di ruang kuliah anatomi school tot Opleiding van Inlandche Artsen (stovia) di weltepreden (Jakarta), berdiri organisasi Budi Oetomo. Diprakarsai oleh Soetomo, M Soeradji, Muhamad Saleh, M Soewarno, M Goenawan Tjiptomangoenkoesoemo, Soewarno, RM Gembroek, R Angka dan M Soelaiman. Inilah tonggak awal sejarah perjuangan bangsa untuk bangkit dari kerjajahan, keterpurukan, dan kesulitan yang dilakukan oleh kolonial menemui babak baru.

Pemuda menjadi motor dalam setiap pergerakan dalam upaya penyatuan seluruh elemen bangsa. Hal ini mencapai titiknya pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, semuanya sepakat untuk melebur diri menjadi satu bahasa, satu bangsa, satu tanah air.
Soekarna dan Hatta semakin menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang bermartabat, mampu berdiri sendiri, terbebas dari belenggu asing lewat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Saat itulah bangsa Indonesia mencoba berdiri tegak sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

Sekarang sudah 100 tahun peristiwa itu berlalu, bangsa Indonesia memaknainya sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tentunya kita tidak ingin hal ini hanya menjadi rutinitas yang bersifat ceremonial belaka. Kita ingin Hari Kebangkitan Nasional ini dijadikan momentum untuk benar-benar bangkit dari keterpurukan dan kesulitan yang sekarang dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

Mengambil pepatah Bang Dedi Mizwar, bangkit berarti susah…susah jika melihat orang lain susah, bangkit berarti senang…senang melihat orang lain senang, bangkit berarti mencuri…mencuri perhatian dunia lewat prestasi, bangkit berarti marah…marah bila harga diri bangsa diinjak-injak, bangkit juga berarti malu….malu karena jadi benalu yang kerjanya minta melulu, bangkit berarti tidak ada….ya tidak ada kata menyerah, bangkit juga berarti takut…..takut melakukan korupsi.

Kita mungkin harus banyak belajar pada Jepang, yang mampu bangkit menjadi negara yang disegani hanya dalam kurun waktu 20 tahun setelah berada di titik nadir karena Hirosima dan Nagasaki dibom oleh sekutu. Semangat kerja keras, kesungguhan, dan disiplin ketat seperti yang tercermin dalam spirit bushido mungkin hal itu yang harus kita tiru. Secara ekonomi mungkin kita harus banyak belajar pada Cile yang mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi sehingga sekarang mereka dijuluki sebagai The Miracle of Chile. Atau bahkan kita tidak usah belajar jauh-jauh, negara yang dulu mengimpor tenaga pengajar berkualitas dari Indonesia, ternyata sekarang justru pembangunannya melesat lebih cepat dibanding kita.

Terakhir, di era globalisasi dan informasi saat ini, dimana batas-batas negara semakin semu, dan persaingan global semakin ketat saya jadi teringat sebuah cerita dari hutan Afrika. Ceritanya singkat “ Pada pagi hari, seekor macan terbangun, sesaat setelah bangun dia sadar bahwa hari ini dia harus lari lebih cepat dari rusa yang terlambat (paling lambat ) sebab kalau tidak maka dia akan mati kelaparan. Dan pada pagi yang sama, seekor rusa juga bangun, dan dia sadar bahwa hari ini dia harus lari lebih cepat dari macan yang tercepat sebab kalau tidak dia akan mati menjadi mangsa. “ Kita tidak tahu negara kita sebagai rusa atau macan, mau jadi macan atau rusa itu pun tidak penting, kita hanya harus berusaha dengan keras agar tidak jadi macan yang mati kelaparan atau jadi rusa yang mati jadi korban. Yang pasti ketika hari sudah pagi, maka kita harus siap untuk berlari lebih cepat dari pesaing kita. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

20 April 2008

Nikmatnya Hidup di Alam Persaingan

Ada fenomena yang menarik bila kita perhatikan dunia telekomunikasi akhir-akhir ini. Hal in ditunjukan dengan hadirnya beberapa operator seluler baru yang mencoba “menantang” hegemoni dari raja-raja telekomunikasi yang sudah ada. Hal ini tentunya akan membuat pertarungan didunia telekomunikasi akan semakin sengit, karena sang penguasa tentunya tidak mau “kue”-nya diambil begitu saja oleh pihak lain . Disisi lain pendatang baru juga tidak ingin dipandang sebelah mata, oleh karena itu mereka berusaha keras untuk bisa menembus pasar yang sangat menggiurkan ini. Sehingga strategi dan terobosan-terobosan baru coba digulirkan dengan melakukan promosi besar-besaran, bahkan kadang dengan content promosi yang bersifat provokatif. Sehingga tidak jarang mereka saling serang dalam melakukan promosi dan satu sama lain menganggap dialah yang terbaik dan dengan tarif murah.

Apa sebenarnya yang menarik dibalik semua itu??? Dan apa makna yang terdapat dari fenomena tersebut??? Tidak lain dan tidak bukan adalah adanya nuansa persaingan yang begitu sengit. Seperti kehidupan yang sudah sejak lama mengajarkan persaingan kepada kita. Bagaimana tidak, kita mau “nonghol” ke dunia ini juga merupakan hasil persaingan satu sel yang mengalahkan lebih dari 250 juta sel yang lain. Itu artinya, sejak awal kita mau lahir saja, kita sudah dikenalkan dengan yang namanya persaingan. Dan tentu ketika kita sudah ada diduniapun kita akan selalu melakukan persaingan. Contoh ketika kita sekolah, kita bersaing dengan teman-teman kita untuk mendapatkan prestasi yang bagus. Kemudian untuk bisa masuk universitas favorit, kita juga bersaing dengan ribuan siswa yang lain. Bahkan ketika kita sudah lulus pun, kita masih berjuang dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang kita inginkan. Ya…seperti itulah kehidupan..kalau kita tidak berusaha lebih keras, tidak belajar lebih lama, tidak mengetahui lebih dulu dan tidak mau belajar dari kegagalan, maka kita akan semakin ditinggal oleh pesaing kita.

Oleh karena itu, untuk bisa menang dalam persaingan sebenarnya mudah, menurut Mario Teguh, kita cuma harus melakukan sesuatu yang lebih dari yang pesaing kita lakukan….ah sungguh sederhana kalimat itu, tapi perlu perjuangan keras untuk implementasinya. Tetapi kalau itu bisa membuat kita menjadi pemenang, maka LAKUKANLAH!!! Huuuh akhirnya sekarang aku baru bisa paham kenapa saudara “senama” saya Guntur S Siboro (Dir Marketing Indosat) mengatakan “…nikmatnya hidup di alam persaingan”. Salam Sukses!!!
Selengkapnya...

02 April 2008

Berteman Akrab dengan Masalah


Dalam menjalani hidup pasti kita sering dihadapkan pada sebuah kondisi dimana kenyataan tidak sesuai dengan keinginan (kondisi ideal). Pada saat kondisi itulah biasanya kita merasa kecewa atau bahkan putus asa. Saat itulah sebenarnya timbul masalah dalam hidup. Dan kita sebenarnya harus menanggapi dengan tenang, karena yang namanya masalah itu tidak akan pernah hilang, sebelum kontrak kita berakhir di dunia ini. Yang jadi masalah sebenarnya kalau menurut Aa Gym adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah. Lari dari masalah bukan merupakan solusi, karena masalah itu hanya akan hilang sebentar saja, setelah itu justru masalah kita akan bertambah banyak. Karena masalah yang lama belum hilang dan masalah yang baru juga keburu datang.

Semakin berat masalah yang kita hadapi harusnya membuat kita dewasa dalam menghadapi hidup. Bahkan lebih jauh lagi Prof Yohanes Surya (ketua Tim olimpiade fisika) mengatakan bahwa pada saat kita berada pada titik kritis maka kita akan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita, dan yakinlah pada saat itu semua semesta raya mendukung atau lebih terkenal dengan teori mestakung. jadi sebenarnya dengan kita dihadapkan pada kondisi yang sulit maka seluruh kemampuan dan potensi kita akan tergerakan untuk keluar dan kemampuan tersebut bisa teraktualisasikan. Sehingga bila kita berhasil menyelesaikan masalah tersebut, artinya kita sudah bisa menjadi problem solver atas masalah yang dihadapi.

Jangan takut dalam hadapi masalah, cobalah mengakrabi masalah tersebut, dan cobalah berteman dengan masalah, karena esensi seorang teman akan membawa kita ke arah yang lebih baik pula, begitupula masalah, bila kita jadikan teman, yakinlah bahwa ia akan membawa kita ke kondisi yang lebih baik. Ingat sebuah pesan bahwa seorang nahkoda yang hebat lahir dari ombak yang besar. Daripada berteman angin malam (kaya lagu) lebih baik berteman dengan masalah.
Selengkapnya...

02 Maret 2008

BAHAGIA SAAT MEMBERI

Dalam hidup kadang kita tersibukan dengan banyak hal yang ingin kita capai. Banyak energi yang tercurah untuk mendapatkan hal tersebut. Segala potensi dan kemampuan dikerahkan untuk bisa menggapai hal tersebut. Sampai pada akhirnya kita menuju pada sebuah titik dimana sesuatu yang kita inginkan tersebut tercapai. Tapi pertanyaannya, apakah setelah itu kita berhenti untuk berkeinginan….Tentu jawabannya tidak, karena yang namanya manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah didapat.

Setiap kita menggapai satu mimpi, pasti kita akan terdorong untuk mencapai mimpi yang lain , begitu seterusnya dalam hidup. Salah kah semua itu…eit tunggu dulu kita tidak bisa langsung menvonis apakah itu benar atau salah. Karena apa, pada dasarnya dalam hidup banyak hal yang harus kita dapatkan dan banyak hal yang harus kita lakukan. Kita juga tidak bisa menyalahkan orang yang terus menerus bekerja untuk mencapai mimpi-mimpinya. Karena sebenarnya mimpi-mimpi itulah membuat seseorang semangat dalam hidup, mimpi-mimpi itu pula yang membuat seseorang berusah lebih keras dan berusaha bangkit dari kegagalan….Lantas dimana donk letak kesalahannya…..

Kita kadang tidak sadar tentang hal tersebut, kita terlalu disibukan dengan sejuta keinginan. Kita kadang tejebak dalam sebuah perlombaan untuk memperoleh dan mendapatkan semua itu. Kita kadang tidak sadar kalau ada seseorang disekitar yang sangat menginginkan pertolongan kita atau bahkan ada orang terdekat kita yang butuh kasih sayang kita. Tidak hanya materi yang melimpah atau harta yang banyak tapi mungkin yang mereka butuhkan hanya sedikit waktu untuk bermanja-manja, sedikit waktu untuk bersenda gurau, untuk bercerita banyak hal. Kadang kita tidak punya waktu untuk itu, lalu buat apa semua materi dan jabatan yang kita miliki, semua impian yang ingin kita dapatkan kalau membuat orang yang terdekat kita saja tidak bahagia, apalagi untuk orang-orang sekitar kita yang sangat membutuhkan kita. Semua yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa kalau kita kita bisa memberi arti buat sesama.

Bukankah hidup akan lebih bermakna, ketika kita memberi nilai pada kehidupan dan kita bisa memberi sesuatu pada kehidupan. Karena kita harus yakin kalau kita dilahirkan ke dunia oleh Tuhan, pasti kita dibutuhkan untuk bisa berbuat sesuatu. Manusia terbaik adalah manusia yang dalam hidup nya banyak memberi manfaat buat orang lain. Mungkin kita sekarang belum bisa untuk menjadi manusia terbaik dengan memberi manfaat buat orang lain, tapi paling tidak kita bisa memberi perhatian pada orang-orang paling dekat dengan kita, orang tua, kaka, ade, saudara, teman, suami atau istri kita.

Mereka itu semua anugerah yang hadir ke dunia untuk menemani kita. Meminjam istilah Ebit G Ade, mumpung “masih ada waktu”, mumpung mereka masih ada, jangan sampai kita menyesal ketika dikemudian hari. Bahagiakan orang itu sekarang juga dengan semua perhatian dan kemampuan yang kita punya, karena kalau tidak sekarang kapanlagi. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

02 Januari 2008

YOU CAN PREDICT YOUR FUTURE


Mumpung masih dalam suasana tahun baru, tidak ada salahnya saya mengucapkan “Selamat tahun Baru” semoga di tahun ini bisa mencapai apa yang selama ini kita impikan atau cita-citakan. Tentunya banyak optimisme dan harapan yang ingin kita gantungkan di tahun 2008 ini, apa yang selama ini kita belum capai, mungkin tahun ini kita mencoba merealisasikan keinginan itu.

Ada sesuatu yang menarik ketika menjelang pergantian tahun, banyak orang yang mencoba mencari peruntungan dengan mencoba mengetahui nasibnya lewat paranormal, atau mencari info di zodiak, atu bahkan dengan mendaftar dalam layanan sms yang sekarang lagi marak menyediakan jasa ramalan.

Permasalahannya adalah bukan seberapa banyak media atau jasa yang bisa digunakan untuk mengetahui masa depan kita. Yang jauh lebih urgen adalah besarnya belief kita terhadap apa yang dikatakan oleh media tersebut. Mungkin kita sebegitu percaya nya pada sebuah ramalan paranormal terkenal, bahwa tahun depan kita akan mendapat musibah. Atau bahkan bagi para remaja mungkin banyak yang percaya dengan ramalan zodiak yang banyak meramalkan tentang asmara, emosi atau bahkan keuangan.

Yang lebih menarik lagi adalah kita banyak menjumpai suatu “kebetulan” dari sebuah ramalan, sehingga hal itulah yang sering dijadikan dasar alibi yang membuat kita makin percaya terhadap sebuah ramalan. Pertanyaan besarnya adalah kenapa banyak ramalan itu bisa terjadi???

Sebelum menjawab pertanyaan diatas ada sebuah cerita nyata yang menarik, yang mungkin bisa saja nanti akan dapat merubah belief anda tentang ramalan. Begini ceritanya, dulu ada sebuah desa terpencil dimana ada seorang anak yang hidupnya dalam kemiskinan dan berteman akrab dengan kesusahan, bosan dengan kesusahan akhirnya dia coba peruntungan dengan diramal oleh “orang pintar” di desanya. Hasilnya ternyata sang “orang pintar” tersebut mengatakan bahwa ada hal yang menyebabkan kenapa anak ini selalu hidup dalam kesusahan, dan bahkan dia meramalkan bahwa kedepannya pun anak ini tidak akan bisa sukses. Dia mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh tanggal lahir dan weton anak tersebut yang tidak bisa mendukung untuk kesuksesan. Mendengar hasil tersebut, anak itu kaget dan tidak percaya terhadap ramalan tersebut, sehingga dia bertekad untuk membalikan semua ramalan tersebut. Singkat cerita, anak tersebut “hijrah” ke kota untuk mencari peruntungan. Dan akhirnya, sekarang dia menjadi orang sukses dan mampu mengembalikan semua ramalan2 dari dari “orang pintar ” tersebut.

Dari cerita di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa, keberanian anak kecil itu untuk lebih mempercayai kecayikinannya daripada apa yang dikatakan peramal tersebut, membuahkan hasil. Tentunya hasilnya akan berbeda ketika anak kecil tersebut mempercayai paranormal tersebut, pasti sampai kapanpun hidupnya akan dihantui kesusahan.

Dalam sebuah buku yang menarik yang berjudul “The Secret”, disana dikatakan ada rahasia seseorang untuk mencapai kesuksesan. Rahasia tersebut salah satunya ada di hukum tarik menarik, hukum tersebut gampangannya seperti ini ketika kita memikirkan sesuatu hal atau kita percaya terhadap hal tersebut, maka seluruh konsentrasi elemen dalam tubuh akan ditarik untuk mencapai atau memenuhi kepercayaan tersebut. Contohnya ketika seorang anak meyakini bahwa mata pelajaran matematika sulit, maka pasti dalam setiap tindakan anak tersebut akan mengerucut pada ketidak pd-an-nya dalam belajar dan menghadapi soal matematika. Ketika belajar dia akan males karena merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa matematika, dan ketika ujian pun pasti dia tidak bisa karena tidak yakin bisa menggarap soal2 tersebut.

Kuncinya adalah bagaimana kita bisa memilih kepercayaan yang akan kita yakini untuk kita realisasikan. Mungkin sudah saat nya kita percaya pada kemampuan diri untuk bisa mencapai semuanya, tanpa terlalu peduli terhadap ketidakpercayaan orang lain terhadap potensi kita. Guru imajiner saya, jennie s bev pernah mengatakan, apa yang anda yakini tentang diri anda itu lebih penting daripada apa yang orang lain yakini tentang anda. Itu menunjukan sebuah kepercayaan diri yang tinggi tanpa takut dikatakan sombong (baca artikel sebelumnya yang membahas tentang optimisme dan kesobongan). Sehingga dengan demikian kita bisa merancang masa depan kita dengan baik ditahun ini, dan kita meyakini bahwa masa depan kita ditangan kita sendiri. Kita bisa lantang mengatakan bahwa I can predict my future….SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

23 Desember 2007

HARI INI MALU, LUSA BANGGA


Ada hal yang menarik ketika kita mau dan mencoba belajar dari orang sukses atau orang hebat. Selalu ada titik kesamaan atau benar merah yang bisa kita ambil pelajaran dari hidup mereka.

Orang sukses biasanya mempunyai succes story yang relatif hampir sama. Biasanya kesamaan itu terletak pada sebuah gambaran tentang kondisi dia sebelum menuju fase kesuksesasan. Orang-orang sukses lebih suka berbicara atau bercerita tentang kepahitan, kegetiran dan kesengsaraan dia sebelum mencapai level kesuksesan mereka. Karena dengan memberikan gambaran kondisi tersebut, kita dapat mengetahui bagaimana perjuangan dia untuk bisa mencapai suatu kondisi sukses.

Padahal kalau kita lihat lebih jauh, kondisi yang dia ceritakan adalah sesuatu yang sebenarnya “memalukan” bagi sebagian orang. Sebagai contoh sosok Jennie S. Bev seorang penulis buku best seller dan konsultan yang sukses hidup di negeri Paman Sam. Dia pernah bercerita bahwa pada saat dia masih dalam kandungan ibu nya, saat itu ayahnya meninggalkan dia hanya untuk wanita simpanannya. Itu artinya kelahiran dia tidak diinginkan oleh ayahnya sendiri. Pada saat itulah dia bertekad untuk bisa menjadi manusia yang hebat dan bisa bermanfaat buat sesama. Sampai pada akhirnya dia bisa menjadi penulis bulu dan beberapa artikel yang dia buat diakui di beberapa negara seperti Amerika, Prancis, dan Inggris, dan asal tau bahwa bahasa negara tersebut bukan bahasa ibunya, karena dia memang lahir di Indonesia. Dan sekarang dia hidup di negara Paman Sam sebagai konsultan.

Banyak lagi mungkin banyak kisah sukses orang-orang hebat disekitar kita yang dulunya sebagai cleaning servis, satpam, atau OB, tapi sekarang dia bisa sukses. Dan yakinlah pada saat dia sudah mencapai level kesuksesan tersebut, hal yang akan dia ceritakan bukan pada dia sekarang mempunyai mobil berapa atau rumah berapa atau apapun, tapi dia pasti bercerita tentang kegetiran dia dimasa lalu.

Hal itulah yang dikatakan hari ini malu, maka lusa bangga. Sehingga kita tidak usah berkecil hati ketika kita berada di sebuah kondisi yang “memalukan” saat ini yakinlah bahwa suatu saat nanti hal itu yang akan menjadi cerita yang membuat kita bangga dan bisa berdiri tegak dan sama tinggi dengan orang lain. Mengutip pesan Ruslan pengarang buku kampus undercover, dia mengatakan bahwa “Kalau hari ini milikmu maka esok kan ku raih, lusa kan ku genggam, walaupun dengan tongkat pensil kayu yang rapuh”. Ini menggambarkan sebuah tekad bahwa kalaupun hari ini milik orang2 yang sedang menikmati kehidupan maka yakinlah bahwa hari esok dan lusa pasti akan menjadi milik kita, tentunya dengan semangat dan tekad yang membara ditambah usaha yang tidak pernah mengenal kata menyerah. Karena hari esok adalah milik orang-orang yang percaya akan kesuksesannya. SALAM SUKSES SELALU!!!
Selengkapnya...

24 September 2007

Hukum Kompensasi

Hukum ini merupakan kelanjutan dari hukum menabur dan menuai. Hukum ini mengatakan anda akan mendapatkan hasil yang sebanding dari apa yang anda usahakan. Pas takarannya, tidak lebih dan tidak kurang. Dengan demiakian, apa yang anda capai adalah hasil usaha anda yang sudah anda lakukan, Sama dengan hukum tabur tuai, ketika anda menabur angin maka anda akan menuai badai. Kalau boleh mengambil ucapan bijak orang sunda, melak bonteng moal jadi cabe. Terjemahannya ketika kita menanam timun maka tidak mungkin akan menghasilkan cabe.

Itulah hukum kepastian alam yang akan berlaku mutlak. Semisal status anda saat ini adalah kompensasi dari apa yang sudah anda lakukan. Sedikit relevan dengan hal ini Hasan Al Bana pernah mengatakan, kenyataan anda hari ini adalah hasil mimpi anda kemarin, dan kenyataan anda di masa depan adalah hasil mimpi anda sekarang. Tentunya mimpi yang diwujudkan melalui tindakan nyata, tidak hanya khayalan disiang bolong. Karena orang yang sukses adalah orang yang waktu mimpinya lebih banyak dari waktu tidurnya. Dari uraian ini saya mengajak anda untuk menggunakan waktu yang kita punya untuk melakukan investasi dengan terus mananam sebanyak-banyaknya dengan cara meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan atau apapun yang akan bisa memberi niali tambah.

Kembangkan seluruh kemampuan itu sampai hingga tidak pernah mencapai titik batas. Hal yang paling menakutkan jika kita telah merasa menemukan batasan-batasan palsu yang diakibatkan baik oleh pengalaman sebelumnya yang belum tentu benar pada saat ini atau percaya dengan ucapan orang lain. Anda memakai batasan itu untuk menjustifikasi ketidak-mampuan Anda. Janganlah membuat batasan abadi dalam hidup kita, buatlah batasan-batasan sementara agar kita dapat terus berusaha mencapai hal yang terbaik. Janganlah kita mudah percaya terhadap apa yang dikatakan orang lain, namun ujilah kebenarannya dengan memberikan yang terbaik dalam hidup ini.

Kurek Ashley, pembicara motivasi asal Chicago mengatakan,” You cannot live by yesterday’s standards and expect aextraordinary results today.” (Anda tidak dapat hidup dengan standar-standar kemarin dan mengharapkan hasil yang menakjubkan hari ini). Tepat sekali, seorang juara selalu memperbaharuhi target yang ingin dicapainya. Tiada hari tanpa adanya kemajuan, bersiaplah untuk selalu lebih memberikan yang lebih baik dari apa yang Anda miliki sekarang. Sehingga nanti ketika kita akan menuai/memanen, banyak hasil yang akan kita dapatkan. Pertanyaan untuk kita renungkan sudah seberapa banyak benih yang sudah kita tanam??? Kalau belum, ayo kita mulai sekarang menanam, mumpung masih ada waktu…SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

11 September 2007

Mengatasi Rasa Minder

Awal mula yang mendasari tulisan ini dimulai dari sebuah pertanyaan mahasiswa baru yang kebetulan bertemu pada suatu momen. Dia menceritakan kalau dia sering merasa minder, bila bertemu orang baru dan di lingkungan baru. Ceritanya ditutup dengan pertanyaan bagamana cara mengatasi rasa minder ? Pertanyaan yang simpel tapi tidak mudah untuk dijawab.

Sebagai mahasiswa yang lebih senior tentunya saya jawab donk pertanyaan tersebut (biar kelihatan seniornya he2), hal itu karena saya ingin membantu permasalahan dia. Waktu itu saya jawab dengan menggunakan pendekatan yang diajarkan oleh salah satu guru imajiner saya yaitu Steven R. Covey dengan mengatakan bahwa rasa minder bila ketemu orang baru itu muncul karena persepsi kita yang salah, karena urutannya, dari persepsi akan menghasilkan cara pandang kita dan dengan cara pandang kita akan mempengaruhi perilaku kita. Jadi dari hasil analisis saya sementara mahasiswa baru tersebut mempunyai kesalahan dalam melakukan persepsi yaitu melakukan penilaian atas pergambaran sebuah objek dengan melakukan asosiasi yang salah terhadap objek tersebut. Jelas dengan kelirunya kita terhadap suatu persepsi, maka akan mempengaruhi cara pandang kita, dan lebih lanjut lagi akan mempengaruhi prilaku kita.

Rasa minder yang tervisualisasikan dari prilakunya individu merupakan repsensentasi dari persepsi dan cara pandang yang salah terhadap objeknya.Saya berharap jawaban tersebut bisa cukup memberikan gambaran untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Walaupun secara pribadi juga saya tidak puas dengan jawaban saya pribadi. Hal ini yang membuat saya terus berpikir untuk bisa menemukan akar permasalahannya sehingga bisa menemukan solusinya. Proses pemikiran tersebut sampai menemukan sebuah penjelasan yang lain dengan di atas, rasa inferior atau rendah diri muncul pada pribadi yang tidak mempunyai konsep diri yang bagus. Menurut Adi W Gunawan, konsep diri terdiri dari beberapa komponen yaitu diri ideal, cermin diri, dan harga diri.

Diri ideal akan menunjukan siapa sebenarnya sosok ideal yang ada dalam kehidupan kita. Sosok ideal bisa di visualisasikan sebagai sosok yang paling dikagumi. Sebagai contoh kita bisa mengadopsi tokoh ideal pahlawan, tokoh terkemuka, artis, pengusaha atau bahkan sosok yang imajiner.

Cermin diri merupakan gambaran penilaian kita terhadap diri kita sendiri. Ini terkait dengan bagaimana kita mampu mengenal diri sendiri. Pengenalan diri sangat penting untuk mengukur sejauh mana posisi kita berada untuk mencapai posisi yang diinginkan (diri ideal).

Harga diri merupakan gambaran tentang sejauh mana kondisi kita yang sekarang (cermin diri), lalu dibandingkan dengan suatu kondisi yang ingin kita capai suatu saat nanti (diri ideal). Perbandingan diantara keduanya itulah nilai harga diri kita. Semakin sedikit perbedaan antara diri ideal dengan cermin diri, maka harga diri seseorang akan semakin baik, begitu pula sebaliknya.

Ketiga komponen inilah yang penting dalam konsep diri, kalau ketiga komponen ini baik maka konsep dirinya juga baik. Untuk menuju ke sana tentunya dibutuhkan sebuah proses yang tidak sebentar. Hal itu juga harus ditambah dengan penanaman nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang benar dan harus kita pegang. Sehingga dengan dengan adanya sebuah nilai-nilai yang dianut maka akan membuat anda menjadi sosok dan pribadi yang kuat. Akhirnya kalaupun ada virus mental (rasa minder) yang akan menyerang, maka anda sudah siap dengan anti virusnya yaitu konsep diri yang kuat dan penanaman nilai-nilai yang mengakar dalam diri. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

BESARNYA SEBUAH ASA

Sudah menjadi tradisi, bila setiap tahun dunia pendidikan kampus disibukan oleh hajatan penerimaan mahasiswa baru. Banyak pihak yang menantikan akan momet tersebut, entah itu orang tua siswa, calon mahasiswa itu sendiri. Di pihak kampus juga tidak kurang gairaihnya, baik itu pihak birokrat kampus yang menanti calon “konsumen” yang baru, atau pun mahasiswa senior yang akan punya ade baru. Itulah realita yang selalu bergulir setiap satu tahun sekali.

Bagi mahasiswa baru, jelas perubahan status dari pelajar menjadi mahasiswa akan menjadi gengsi atau mungkin kebanggaan sendiri. Artinya dengan status yang baru dia telah menjadi siswa yang “super”, bagaimana tidak, dengan embel-embel mahasiswa yaitu terdiri dari suku kata maha dan siswa. Kata maha menunjukan sesuatu yang super dan luar biasa, dan merupakan puncak yang paling tinggi. Siapa yang tidak bangga dengan predikat tersebut. Hal itu akan semakin lengkap bila kita masuk jurusan studi sesuai dengan keinginan kita. Wah dengan hal tersebut kita mungkin bisa mengklaim kalau setengah dari cita-cita kita sudah tercapai. Tentunya asa yang besar ini pula juga yang akan menjadi pendorong semangat dalam melakukan proses perkuliahan nanti. Hal ini akan ditambah dengan harapan mempunyai teman baru, mempunyai lingkungan yang baru, tentu juga dengan intelektual yang baru juga. Bahkan tidak sedikit pula yang bermimpi ketiban pacar baru.

Untuk orang tua juga tidak kalah bahagiannya, hal ini karena tidak semua orang tua bisa menyekolahkan anaknya pada level perguruan tinggi. Dan tidak semua anak pula mempunyai kemampuan otak untuk bisa menembus perguruan tinggi. Bagi orang tua, kebanggaan yang paling tinggi adalah bila melihat anaknya sukses. Karena pada saat orang tua berada dalam forum publik, hal yang paling enak untuk dibicarakan adalah masalah anak. Jadi jelas akan menjadi kebanggaan yang luar biasa jika orang tua mempunyai anak yang cerdas dan mampu berprestasi.

Harapan yang besar juga hinggap di mahasiswa senior, banyak yang berharap (terutama aktivis organisasi) mahasiswa baru bisa lebih mengenal kampusnya bisa mengenal realitas sosial yang ada di masyarakat tentunya bisa menghindari dunia yang hedonis yang selama ini cukup mengakar kuat di sebagaian mahasiswa. Oleh karena itu, sudah sangat familiar bisa untuk menyambut mahasiswa baru diadakan acara yang dikenal dengan nama ospek. Diharapkan dengan acara tersebut bisa menanamkan paradigma baru untuk bisa mencetak intelektual yang berkualitas.

Jelas asa itu akan bisa tercapai jika semua pihak ikut memperjuangkannya untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini tidak bisa dilakukan secara parsial tapi harus didukung oleh semua pihak (prinsip mestakung) baik itu mahasiswa baru dengan mempunyai komitmen yang kuat untuk terus belajar, orang tua dengan selalu memonitor perkembangan anaknya, mahasiswa senior dengan memberi tauladan yang baik, elemen organisasi yang ada di kampus dengan memberi ruang untuk belajar dan berkreasi, dan tentu juga birokrat kampus dengan membuat kebijakan yang memihak mahasiswa.

Satu hal yang penting, sekolah jangan sampai menjadi candu yang bisa memabukan. Candu yang bisa membuat kita lupa akan jadi diri kita sebagai mahasiswa. Manusia intelektual yang mempunyai daya kritis dan peka terhadap fenomena sosial yang ada di masyarakat. Serta tentu saja manusia yang bisa menjadi agen untuk perubahan. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

08 September 2007

Live Your Life With Passion

Mengawali tulisan ini, saya tertarik dengan ucapan yang mendalam dan sangat filosofis yang diucapkan oleh guru imajiner saya yaitu Adi W Gunawan seorang Re-educator dan penulis buku best seller. Karena saya yakin banyak diantara kita yang tidak paham apa itu hidup, mengapa kita hidup, dan untuk apa kita hidup. Bahkan banyak orang yang menjalani hidup ini cuma sebatas menunjukan eksistensi, numpang hidup di dunia, atau bahkan hanya sebatas sebagai pelengkap, itupun pelengkap penderitaan.

Sistem pendidikan yang adapun belum mampu untuk bisa menghasilkan lulusan yang bisa menjawab pertanyaan diatas. Apalagi untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kualitas dan mental yang bagus, serta menghasilkan manusia-manusia yang bijak yang bisa bermanfaat buat sesama. Sehingga tidak heran kalau Topatimasang (1998) mengatakan pendidikan tidak ubahnya seperti candu yang memabukan, yang membuat banyak orang yang terlena dan terbius sehingga tidak bisa mengenal realitas yang ada disekitarnya. Tentunya ini bertolak belakang dengan apa yang inginkan oleh salah satu tokoh pendidikan dunia Paulo Freire yang melontarkan tentang tujuan akhir upaya proses pendidikan adalah adalah memanusiakan manusia (humanisasi) yang berarti pemerdekaan atau pembebasan manusia dari situasi batas yang menindas dari kehendak kita.

Pada prakteknya sistem pendidikan tidak mengakui bahwa manusia itu sosok yang unik, artinya sosok yang satu akan berbeda dengan sosok yang lain. Buktinya untuk bisa mengukur kecerdasan seseorang masih saja menggunakan kecerdasan tunggal yaitu kecerdasan inteletual, yang bisa terlihat dari ketrampilan menghitung, merinci, dan menganalisis. Tidak heran kalau nilai raport dan IPK menjadi ukuran kebanggaan yang mutlak bagi anak didik dan orang tua sehingga tidak jarang banyak yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hal inilah yang menyebabkan Adi W. Gunawan mengatakan dengan bahasa provokatif bahwa sekolah hanya dirancang untuk menghasilkan orang-orang gagal.

Padahal sudah sejak lama Howard Garner menemukan bahwa dalam diri seseorang terdapat kecerdasan yang majemuk, artinya seseorang memiliki beberapa kecerdasan yang antara satu dengan yang lain berbeda ukurannya. Kecerdasan tersebut yaitu linguistic, logical-mathematical, bodily-kinesthetic, spatial-visual, musical, intrapersonal, dan interpersonal. Bahkan diawal tahun 1990-an Daniel Golemen menemukan sesuatu yang menggemparkan bahwa kecerdasan intelektual hanya berpengaruh 20% terhadap kesuksesan dalam hidup. Selebihnya itu ditentukan oleh kecerdasan lain (kecerdasan emosional). Kecerdasan emosional yaitu kecerdasan untuk mampu memahami diri sendiri sehingga bisa memahami orang lain dan bisa membina hubungan baik dengan orang lain.

Dalam perjalanannya, saya banyak menemui mahasiswa yang belum memahami betul tentang hal tersebut diatas. Sehingga mereka menjalani kuliah hanya sebatas rutinitas balaka. Berangkat pagi hari untuk mengikuti kuliah, datang langsung duduk manis dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh dosen, dan pulang setelah dosen selesai mengajar, pergi ke perpustakaan itupun kalau sempat dan tidak menggangu waktu bermain. Sedikit sekali diantara mahasiswa yang mau menggunakan waktu sisanya untuk melakukan aktivitas yang bisa menggali dan mengembangkan potensi diri seperti kegiatan berorganisasi di dalam maupun di luar kampus. Banyak yang tidak mau keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) untuk menerima tantangan dan kesulitan yang lebih dari hanya sekedar aktivitas kuliah.

Kata berorganisasi bahkan menjadi kata yang tabu dan sangat dihindari bagi sebagian mahasiswa dan menganggap hanya membuang-buang waktu saja. Padahal dengan ikut berorganisasi itu artinya kita kuliah lagi di Hard University, universitas kehidupan yang berisi kesulitan dan tantangan, yang mengharuskan kita untuk senantiasa belajar, belajar dan belajar. Dalam organisasi kita belajar bersosialisasi, belajar menerima perbedaan pendapat, belajar menerima tanggung jawab, dan belajar menghadapi masalah dan kesulitan. Pelajaran berharga inilah yang tidak didapatkan di bangku kuliah dan di pendidikan formal. Sehingga ketika kita lulus dari Hard University ini kita akan menjadi pribadi yang kuat dan bijak dalam menghadapi masalah.
Bahkan banyak contoh yang gagal di dunia pendidikan formal, tapi dia berhasil di dunia nyata. Orang-orang seperti Thomas A Edison yang hanya sekolah beberapa bulan tapi ternyata bisa sukses menjadi penemu lampu pijar dan memegang hak paten lebih dari 3000 hasil temuan. Atau bahkan Sosok Andrie Wongso yang menjadi motivartor no 1 indonesia, yang mempunyai gelar Andrie Wongso SDTT, TBS. Gelar yang unik yang tidak ada di lulusan pendidikan formal manapun, yaitu Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses. Itulah sosok yang gagal total dalam pendidikan formal tapi bisa sangat berhasil dalam kehidupan nyata.

Tentunya kita bisa bersyukur karena kita mempunyai kesempatan yang tidak dimiliki setiap orang untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi. Oleh karena itu gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, dengan mengisinya lewat aktivitas yang bermanfaat. Jalani setiap aktivitas tidak hanya menjadi rutinitas belaka, berikan nilai tambah terhadap sesuatu yang kita kerjakan. Hidupkan segala potensi yang kita miliki, agar bisa berkembang secara maksimal. Mengambil istilan Steven R. Covey, asahlah selalu gergajimu. Niatkan dalam melakukan segala aktivitas untuk selalu belajar, karena ketika kita hidup untuk belajar maka kita akan belajar tentang hidup. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

14 Juli 2007

KULIAH DI HARD UNIVERSITY

Banyak orang yang beranggapan bahwa universitas terbaik di dunia adalah Harvard University. Sebuah universitas yang sangat diimpi-impikan oleh sebagian orang untuk bisa belajar menimba ilmu dan pengetahuan. Tapi benarkah persepsi banyak orang kalau Harvard University adalah universitas terbaik di dunia??? Terkait dengan hal tersebut saya tertarik dengan ucapan salah satu dosen Unsoed yaitu Pak Waidi, beliau tidak setuju dengan statement bahwa universitas nomor wahid dan tebaik adalah Harvard University karena menurut beliau ada universitas yang jauh lebih HEBAT dan jauh lebih DAHSYAT di muka bumi ini yaitu Hard University.


Hard University adalah universitas kesulitan yang ada dalam kehidupan, tidak perlu ujian masuk layaknya SPMB atau ujian lokal untuk bisa menjadi anggota. Semua orang bisa masuk tak terkecuali baik itu anak-anak, remaja, ataupun dewasa bahkan tanpa melihat status baik itu miskin ataupun kaya. Sangat mudah untuk masuk tapi sangat sulit untuk keluar dalam mengatasi masalah atau ujian yang dihadapi.

Inilah universitas yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari, menuntut seseorang untuk terus belajar dan belajar, untuk bisa bangkit dari kegagalan, bangun lagi dari keterpurukan. Universitas yang sangat mudah sekali untuk dimasuki tapi sangat sulit untuk bisa lulus dari sana. Intelektual dan otak saja tak cukup untuk dijadikan alat dalam menghadapi setiap masalah yang datang.

Banyak orang yang berhasil di dunia pendidikan formal, tapi gagal total dalam Universitas Kehidupan, seseorang yang berpendidikan tinggi tapi tidak mampu menjaga kehormatannya. Perlu pemaknaan hidup yang dalam untuk bisa melalui ujian dalam universitas ini. Dan jangan harap ada waktu libur setelah anda menghadapi ujian yang satu, karena akan ada ujian yang lebih besar dan lebih sulit lagi. Mengambil istilah Steven Covey asahlah gergajimu, yaitu mengharuskan kita untuk senantiasa meningkatkan kemampuan kita, karena hal ini mutlak dilakukan, untuk bisa berhasil dalam menghadapi ujian tersebut.

Pembaharuan terhadap diri harus terus dilakukan dan tidak pernah mengenal kata maksimal. Oleh karena itu ketika kita ingin berhasil di universitas yang paling HEBAT di dunia yaitu Universitas Kehidupan, maka kita harus belajar, dan belajar. Agar dari proses pembelajaran itu kita mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang cukup. Sehingga hal ini bisa dijadikan bekal dalam menghadapi segala kesulitan yang akan menimpa kita. SALAM SUKSES !!!
Selengkapnya...

OPTIMISME, SOMBONG, DAN AMBISI

Ide penulisan ini muncul dari sebuah pertanyaan teman saya, pikiran itu ada setelah beberapa waktu saya mengisi motivation training di salah satu organisasi kampus saya. Dia merasa bingung beberapa hari setelah mendapat materi yang diberikan tentang pentingnya seseorang mempunyai big dream, apa yang dia tanyakan sebelumnya belum sempat saya pikirkan, dan saya agak kelabakan mendapat pertanyaannya. Dia bertanya kenapa ketika kita punya keinginan yang besar dan kita sangat optimis, ternyata malah hasilnya tidak terlalu baik, tetapi kenapa kalau tidak optimis atau tidak dikejar, maka sesuatu itu malah hasilnya baik??? Terus saat-saat seperti itu masih perlukah kita punya ambisi, dan apakah ambisi itu sesuatu yang bagus atau jelek???


Waktu itu saya menjawab dengan seadanya bahwa untuk mempunyai impian atau keinginan itu harus disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan kita, sehingga dalam pencapaiannya pun itu akan lebih mudah. Oleh karena itu pengenalan terhadap diri sendiri itu sangat mutlah untuk diketahui. Sementara mengenai ambisi saya cuma bisa mengatakan itu bagus yang penting dalam mencapai tujuan tidak menghalalkan segala cara.

Kita tinggal dulu sejenak tentang cerita di atas, saya mau mencoba mengalihkan ke sesuatu hal. Dalam keseharian saya sering menggunakan strategi yang saya pelajari untuk mencapai impian, yaitu salah satunya dengan menceritakan apa yang menjadi impian kita kepada orang lain, dengan harapan ketika ada orang yang tepat untuk membantu impian kita maka hal ini akan lebih mudah. Atau setidaknya minimal orang tersebut ketika bertemu dengan kita selalu mengingatkan tentang impian kita, karena manusia memang sosok yang pelupa. Tapi banyak tanggapan yang masuk ke telinga saya mengenai impian-impian itu. Ada yang mengatakan saya terlalu muluk-muluk, kata-katanya terlalu tinggi, terlalu sombong, ambisinya sangat besar, walaupun ada juga yang bilang bagus dan itu sesuatu yang besar. Sampai saya berpikir apakah yang saya katakan salah, saya terlalu PD, optimis, atau bahkan sombong.

Sampai pada akhirnya saya luangkan waktu untuk merenung mengenai hal ini, tentunya ini berhubungan juga dengan pertanyaan di atas. Saya memulai untuk memahami apa itu optimis, beda ga siy sama sombong, terus apa hubungannya dengan ambisi. Setelah coba saya pikirkan lebih dalam saya akhirnya memaknai optimis adalah sebuah keyakinan untuk mencapai tujuan/cita-cita. Dan optimisme ini hakekatnya harus didasari dengan pengenalan akan keadaan diri, baik itu kekuatan kita ataupun kelemahan kita, dan optimisme juga harus didasari dengan potensi yang kita miliki yang Tuhan berikan. Sehingga kita mengatakan sesuatu tetapi atas dasar pengenalan diri yang utuh dan kita yakin akan mencapainya, maka kita sudah menjadi orang yang optimis, terlepas apapun perkataan orang lain terhadap kita. Terus apa hubungannya dengan sombong, saya memaknai sombong ketika kita mengatakan sesuatu tanpa terlebih dahulu kita mengenal diri kita sendiri, baik itu kekuatan dan kelemahan kta. Sehingga apa yang kita katakan itu terlalu besar dan tidak berdasar, karena kita juga buta dengan diri kita. Untuk mengetahui kita sombong atau tidak mengenai perkataan kita maka kita harus melakukan cermin diri atau introspeksi diri.

Optimis dan sombong sama-sama mengatakan sesuatu yang besar, perbedaanya terletak pada sejauh mana seseorang mengenal potensi dirinya sendiri. Dan hal ini juga akan kelihatan ketika seseorang mengatakannya, orang yang optimis akan mengatakan dengan bijak, sementara yang sombong akan terkesan arogan ketika mengatakan.

Terus bagaimana dengan ambisi terhadap cita-cita dan tujuan kita, apakah hal itu baik atau sebaliknya. Sebelum memberi penilaian baik dan buruk kita coba maknai dulu apa itu ambisi. Ambisi merupakan kehendak yang kuat untuk mencapai tujuan, dan ini bisa dijadikan nafas untuk mencapai tujuan kita. Ambisi merupan sesuatu yang baik bahkan memang ambisi mutlak dimiliki oleh seseorang yang punya tujuan. Karena dengan ambisi (kehendak kuat) maka akan menuntun seseorang untuk melakukan tindakan yang akan mengarahkan pada pencapaian tujuan. Ambisi akan sangat bagus jika didasarkan pada optimisme (keyakinan kuat) untuk mencapai tujuan yang didasari atas pengenalan diri. Yang bahaya adalah ketika ambisi bersanding dengan sombong, yaitu ambisi (kehendak kuat) untuk mencapai sesuatu yang didasari tetapi didasari oleh kesombongan (tidak mengenal diri), maka hal ini akan mengakibatkan seseorang melakukan sesuatu dengan segala cara untuk mencapainya. Tidak jarang kita banyak menemukan seseorang yang membabi buta dengan ambisinya, karena banyak diantara kita yang tidak mengenal diri kita sendiri. Sehingga dari banyak fenomena itu tidak jarang kita tabu untuk mengatakan kalau kita punya ambisi besar untuk mendapatkan sesuatu.

Sebagai penutup, saya ingin kita untuk selalu merenung dan mencoba mengenal lebih banyak tentang diri kita sendiri, jangan sampai kita merasa terasing dengan diri kita sendiri. Sehingga dengan itu kita bisa bersikap optimis dan mempunyai ambisi untuk mencapi tujuan, tanpa ada yang menganggap apa yang kita omongkan hanya khayal belaka. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

11 Juli 2007

ORANG TERMISKIN DI DUNIA

Judul tulisan di atas memang seperti judul sebuah lagu yang sudah di kenal banyak orang. Lagu yang menceritakan seseorang yang merasa paling miskin di dunia dan hidup di gubuk derita. Pertanyaannya yang menarik disini adalah siapa sebenarnya orang yang pantas dikatakan sebagai orang termiskin di dunia.

Untuk bisa menjawab pertanyaan diatas, saya tertarik dengan ungkapan yang dikatakan oleh ketua PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) saat-saat indonesia mau berlaga di pentas piala asia di Jakarta. Dia mengungkapkan kesempatan tim Indonesia untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Berlebihankah apa yang diungkapkan dia,setelah kita tahu bahwa kita satu group dengan Korea Selatan, Arab Saudi, dan Bahrain yang ketiga negara tersebut mempunyai reputasi yang bagus dalam percaturan sepakbola asia.

Tentu dari sudut pandang manapun analisis itu dilakukan, secara diatas kertas sangat sulit untuk bisa berkiprah lebih baik. Terlepas dari apakah nanti tim Indonesia bisa lolos atau tidak atau bisa berbuat banyak atau tidak, tapi ada satu perkataan dia yang menarik yaitu kita harus berani bermimpi untuk bisa lolos, karena kalau untuk bermimpi saja kita tidak mampu, bagaimana kita bisa berbuat banyak dilapangan. Dia menambahkan bahwa ketika untuk bermimpi saja kita tidak berani, maka kita pantas untuk dikatakan menjadi manusia termiskin di dunia.

Dalam hidup ketika kita tidak mempunyai impian atau rencana, maka apa lagi yang akan kita harapkan. Karena ketika kita tidak punya impian maka dalam melakukan setiap aktivitas atau pekerjaan, maka tidak ada nilai tambah dalam aktivitas tersebut. Tidak ada lagi asa yang bisa digantungkan untuk bisa dijadikan pegangan dalam melakukan setiap pekerjaan. Impian akan menjadi arah yang akan menuntun tindakan anda untuk mencapainya. Andrie Wongso motivator No 1 Indonesia pernah mengatakan kita harus berani untuk bermimpi, karena pemimpi besar belum tentu sukses tapi orang sukses sudah pasti pemimpi besar.

Segala sesuatu yang ada di dunia adalah hasil impian penciptanya, dan sesuatu di buat dua kali yaitu di benak penciptanya, dan yang kedua dalam wujud riil. Contohnya Bill Gates jauh-jauh hari sudah bermimpi bahwa suatu saat nanti setiap rumah akan terdapat Personal Computer yang padahal waktu itu sejarang mengatakan bahwa ukuran komputer sangat besar. Dan dulu itu merupakan hal yang tidak mungkin dan banyak yang mengatakan itu sesuatu yang konyol. Tapi toh nyatanya fakta berkata lain, sekarang ketika dalam rumah atau kantor anda punya komputer, maka sesungguhnya anda telah kena sumpahnya si Bill Gates, yang itu semua berasal dari impian dia.

Banyak contoh lagi seseorang yang bisa menjadi sosok yang hebat dan luar biasa itu berasal dari impiannya. Maka tidak ada salahnya kita untuk mulai berani bermimpi dengan menetapkan apa-apa yang ingin kita dapatkan dalam hidup, baik itu financial, status sosial, spiritual, pendidikan atau yang lain lagi. Cobalah realisasikan mimpi anda mumpung anda mempunyai kesempatan untuk meraihnya. Karena ketika jasad sudah berselimutkan tanah dan jiwa tidak lagi menyatu dengan raga, maka apa yang ingin kita capai hanya sia-sia belaka. Jangan sampai kita mati bersama impian kita yang belum tercapai sehingga membuat kuburan menjadi tempat terkaya di dunia karena disana banyak orang yang bermimpi yang belum tercapai, mimpi punya mobil tapi belum tercapai, mimpi berangkat haji tapi tidak tercapai sehingga di kuburan menjadi banyak harta karun yang terpendam.

Oleh karena itu tidak ada salahnya dong kalau mulai sekarang kita beranikan diri untuk bermimpi, selama mimpi itu gratis dan yang lebih penting lagi biar kita tidak menjadi orang termiskin di dunia, sehingga ketika Hamdan ATT menyanyikan lagu orang termiskin di dunia, kita tidak lagi merasa tersendir, walaupun hidup kita di gubuk derita, dan makan sepiring berdua. Selagi masih mempunyai asa dan harapan maka kita termasuk orang yang kaya, kalaupun tidak kaya harta ya...minimal kita kaya hati. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

01 Juli 2007

TUHAN TIDAK PERNAH MEMBERI APA YANG SAYA MINTA

Hidup memang penuh misteri, banyak hal yang sampai saat ini belum terpecahkan, banyak kejadian yang samapai saat ini sulit untuk menemukan jawabannya. Mungkin karena itulah manusia dituntut harus terus belajar untuk menyibak tabir misteri yang belum terbuka.
Judul tulisan di atas mungkin aga sedikit aneh dan “propokatif”, judul tersebut tidak bisa dicerna secara menntah-mentah harus ada pemahaman yang lebih, tentunya dengan membaca kelanjutan dari tulisan ini.

Ya memang saya akui bahwa selama ini yang saya rasakan dan saya pahami, bahwa Tuhan tidak pernah memberi apa yang saya minta, bahkan saya kadang merasa aneh ketika saya meminta kemudahan dalam segala hal, eh…. ternyata malah yang datang kesulitan terus menerus. Hal ini jelas membuat saya frustasi bahkan itu tak jarang membuat saya berburuk sangka pada Tuhan. Bahkan saya tak jarang berfikir dan bertanya bukankah Tuhan Maha Mendengar, tapi kenapa apa-apa yang saya minta jarang langsung dikabulkan. Saya yakin banyak orang merasa seperti apa yang saya rasakan, Terus bagaimana donk?!?

Perasaan itulah yang sering muncul, dan semakin disesali justru akan semakin membuat kita terpuruk. Coba pernah tidak anda mengalami ketika anda Memohon kepada Tuhan kekuatan, Tuhan malah memberi kita kesulitan. Ketika kita memohon untuk bisa menjadi manusia bijak, Tuhan malah memberi kita banyak masalah. Bahkan ketika saya meminta untuk menjadi manusia pemberani, Tuhan malah memberi kondisi bahaya, dan ketika saya memohon sebuah cinta, Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah.

Tapi ada yang aneh disini ketika kita pikir lebih dalam, bahwa benar apa yang kta minta tidak di kasih, tetapi ternyata kita dikasih sesuatu masalah untuk kita hadapi.Analogi sederhananya ketika kita minta makanan tapi ternyata Tuhan memberi kail buat kita. Bukan kah itu menjadi jawaban atas doa-doa kita selama ini, pernah tidak terbanyangkan kalau kita hanya diberi ikan, pasti ikan itu habis dan kita pasti akan meminta lagi. Beda dengan kita diberi kail, maka kail itu akan bisa menghidupi kita. Itulah mungkin jawaban Tuhan atas doa-doa saya selama ini, bahwa “ TUHAN TERNYATA TIDAK PERNAH MEMBERI APA YANG SAYA MINTA TETAPI TUHAN MEMBERI APA YANG SAYA BUTUHKAN”. Ya …Tuhan memberi semua kebutuhan yang saya minta, dan hal ini akan diketahui bagi mereka yang mau membuka hati dan tidak berburuk sangka pada Tuhan, bukankah Tuhan adalah sebagaimana prasangka mahluknya, kalau kita berprasangka baik, maka baik pulalah, begitu sebaliknya. Makanya cobalah mengungkap hikmah dibalik fakta, walaupun itu kedengarannya klasik, tapi ga ada salahnya untuk dicoba…SALAM SUKSES !!!
Selengkapnya...

22 Juni 2007

ORANG TUA YANG SUKSES, YANG SEPERTI APA SIH?


Topik ini adalah topik yang cukup sering penulis ceritakan kepada orang lain, Penulis pribadi berpikir hal ini yang paling menarik untuk dibahas, mungkin hal ini dilandasi, karena penulis sendiri telah kehilangan salah satu orang tua yang jadi panutan selama ini. Sehingga ada motivasi yang besar untuk bisa membuat banyak hal.

Pembahasan ini dimulai dari pemikiran yang sangat mendalam untuk bisa menemukan jawaban atas pertanyaan, sudah sukseskan orang tua kita??? Pada dasarnya anak merupakan anugerah yang diberikan Alloh kepada manusia. Banyak sumber yang mengatakan bahwa manusia pada saat dilahirkan dalam keadaan polos, artinya polos disini tidak punya dosa, tidak punya pikiran dan tidak punya pemahaman. Dalam perjalannya orang tua-lah yang akan sering berhubungan dan akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam membentuk karakter pada diri anak.

Permasalahannya adalah bahwa banyak orang tua yang terjebak pada pemenuhan kebutuhan berupa fisik, baik itu sandang, pangan, ataupun papan. Jarang sekali orang tua yang mempersiapkan atau memenuhi kebutuhan anaknya yang berhubungan dengan non fisik, baik itu berupa mental, akhlak, budi pekerti, atau ajaran agama (spiritual). Sedikit sekali orang tua yang mempersiapkan anaknya untuk mempunyai mental dan karakter yang kuat, sehingga ketika dihadapkan dengan kesulitan hidup dan kegagalan, maka anak tersebut menjadi sosok yang kuat untuk bisa bangkit lagi melawan tantangan dalam hidup.

Malah banyak dari orang tua yang lebih sibuk mempersiapkan untuk pendidikan buat anak dengan ramai-ramai mendaftarkannya ke asuransi pendidikan, atau memasukan anaknya ke lembaga pendidikan yang favorit, mereka menyangka hal itu sudah cukup untuk bisa memnuhi kebutuhan masa depan anaknya. Tentunya saya pribadi menilai hal tersebut tidak salah, tapi disini saya ingin tekankan bahwa hal tersebut tidak akan cukup untuk mempersiapkan anak tersebut sukses dalam menghadapi hidup. Karena Ary Ginanjar pernah mengatakan sangat mudah sekali untuk mengajari seseorang untuk menghitung, merinci, menganalisis, tapi sangat sulit untuk bisa menerapkan nilai-nilai untuk dijadikan pijakan dalam menghadapi sesuatu.

Yang harus orang tua bayangkan adalah, bagaimana ketika saat ini juga dia tidak ada atau meninggalkan dunia ini. Apakah anak-anaknya bisa melanjutkan hidup, bagaimana kesiapan anak-anaknya dalam menghadapi perjuangan hidup. Yakinlah berapapun banyaknya materi itu pasti akan habis. Yang penting adalah bagaimana mereka bisa tetap survive dalam menjalani hidup. Atau lebih luhur lagi mengutip Lukman Hakim yang menanyakan hal itu kepada anaknya setelah bapak mati kalian akan menyembah siapa? Hal ini sangat penting, tapi penulis tidak akan membahasnya disini, karena kekurangan pemahaman terhadap hal tersebut, karena yang dibahas disini lebih berorientasi duniawi.

Mental, optimisme, semangat berjuang, karakter yang kuat menjadi penting untuk bisa menghadapi hal tersebut. Ini tidak mudah karena hal ini tidak bisa diwujudkan dalam seketika, melainkan harus ada proses yang panjang untuk membentuknya. Sehingga pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa orang tua yang sukses adalah orang tua yang semasa hidupnya dia telah menyiapkan sebuah generasi yang jauh lebih HEBAT dan jauh lebih DAHSYAT (Guntur Quote). Sekarang pertanyaannya adalah, sudahkah anda mempersiapkan hal tersebut??? Bagi seorang anak, sudah kah anda menjadi pribadi yang kuat, sehingga orang tua anda pantas dikatakan menjadi orang tua yang sukses??? SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

e-book motivasi gratiss