SOSOK PEMBELAJAR YANG SENANG BERMIMPI

28 November 2008

SEDERHANA SEBAGAI SEBUAH PILIHAN

Salah satu bentuk paradok yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah kenyataan bahwa menjalani hidup sederhana (yang seharusnya mudah) justru paling sulit dilakukan (The simplest is the most difficult). Padahal kenyataannya konsep hidup sederhana lebih mudah untuk dilaksanakan dan lebih membawa ketenangan batin.

Hidup sederhana bukan brarti hidup susah, senang menderita, atau meninggalkan kesenangan dunia akan tetapi sederhana brarti konsep hidup yang mengerti mana kebutuhan dan mana keinginan. Disinilah kita harus cerdik dalam mengidentifikasi dan memilah antara sesuatu yang memang “real” sebagai kebutuhan, dan mana sesuatu yang itu hanya bisikan dari “nafsu” keinginan sesaat.

Seperti saat kita lapar, maka kita butuh sesuatu untuk kita makan, bila hal ini dibenturkan dengan kontek kebutuhan dan keinginan, maka bila kita bertindak sesuai dengan kebutuhan mungkin cukup dengan makan nasi putih dengan lauk pauk yang sederhana tapi bergizi seperti tempe, tahu atau telur. Tapi bila kita bertindak menurut keinginan hati, mungkin kita akan pergi ke restoran yang mahal yang menyediakan berbagai menu yang sangat mahal. Tidak jarang banyak diantara kita yang menghabiskan penghasilan bulanan hanya untuk memenuhi gengsi agar bisa dipuji dan dihormati orang lain.

Padahal kalau kita mau belajar banyak pada orang-orang besar yang sampai sekarang namanya masih harum walaupun jasadnya sudah tiada, mereka senantiasa bersikap hidup sederhana walaupun harta mereka sangat melimpah. Tentu salah satu contoh yang paling monumental adalah Albert Nobel. Penemu dan pemilik lebih dari dari 300 hak paten berbagai penemuan teknologi baru. Royalti dari hak patennya membuat dia mempunyai penghasilan yang besar dan menjadi kaya raya. Tapi ternyata tak satupun hartanya dia wariskan ke ahli warisnya ataupun digunakan untuk foya-foya, sebaliknya ia berikan seluruh harta kekayaannya untuk Nobel Foundation, pemberian hadiah Nobel untuk para ilmuwan dunia yang berhasil meraih prestasi gemilang. Pilihan hidup sederhana itulah yang menjadi kunci bagi dia untuk selalu dikenang dunia sampai sekarang.

Dari penjelasan tersebut saya mengajak para generasi muda yang mungkin sepuluh atau dua puluh tahun mendatang menjadi pejabat pemerintahan, entrepreneur sukses atau pebisnis yang kaya, untuk selalu memilih sikap sederhana sebagai suatu pilihan dalam hidup. Dan sederhana disini jangan disalah artikan sebagai pilihan untuk serba kekurangkan atau mencoba “mengkurangkan diri” tapi memposisikan sederhana sebagai sikap untuk melakukan atau memenuhi sesuatu dengan sewajarnya, bukankah Tuhan juga tidak suka yang berlebihan. Tapi saya tetap menyarankan untuk berusaha menjadi orang kaya, jadi orang super tapi tetap sederhana dalam bersikap. Semakin kita berkelimpahan secara materi, semakin bermanfaat harta kita dan semakin banyak orang yang akan teruntungkan dari dari kondisi kita. Mulai sekarang,…bersederhanalah dalam hidup, karena dalam kesederhanaan, kita tidak akan kehilangan identitas…SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

26 Oktober 2008

Mencintai Apa yang Kita Lakukan


Adalah hal yang wajar ketika dalam hidup kita menginginkan banyak hal, dan hal yang sangat lumrah juga ketika kita pernah dihadapkan dengan nafsu untuk memiliki dan melakukan suatu hal. Kenyataannya ada beberapa yang kita inginkan bisa langsung tercapai, akan tetapi tak jarang juga kita membutuhkan kerja keras dan usaha yang pantang menyerah untuk mendapatkan semua itu. Bahkan kadang kita sampai putus asa karena ternyata apa yang benar-benar diimpikannya tidak tercapai….Lantas bagaimana dong kita menyikapi hal tersebut…haruskah kita terus mengomel, haruskah kita terus menggerutu, atau mungkin kita harus terus rewel dan gusar dengan keadaan itu……

Stop !!! berhentilah berteman dengan sikap yang akan trus mengerdilkan diri anda…..Coba deh tengok ke belakang…kalau dalam hidup anda merasa terus menerus diberi kesulitan, tapi lihat anda sekarang, anda masih bisa berdiri tegak, berjalan dengan tegap, anda bisa mengatasi itu semua, dan yang pasti anda masih hidup sampai sekarang. Kalau toh kondisi masih belum berpihak, kita masih punya tenaga untuk memperbaikinya, kita masih punya matahari yang masih terus menerangi langkah kita, dan kita juga masih punya udara yang segar & gratis untuk jadi modal dalam menjalankan semua aktivitas kita.

Teman, saudara, keluarga dan siapa aja yang sampai sekarang masih mendukung kita, bisa menjadi modal yang super dahsyat untuk meraih apapun yang kita inginkan. Belum lagi potensi yang dianugerahkan Tuhan berupa multi kecerdasan yang kita miliki, yang membuat kita berbeda dan unik.

Kalau sekarang ini anda mengalami kegagalan dalam pekerjaan…..terus emang kenapa dengan kegagalan itu??? Toh matahari tidak akan berhenti bersinar, langit juga tidak akan runtuh, dan air laut tidak akan menerjang anda….kalaupun anda mengalami kegagalan…anda bukan orang yang pertama yang mengalaminya dan anda juga pasti bukan orang yang terakhir. Terus kenapa kita harus gundah gulana, kenapa kita harus gelisah….Bukankah pepatah bijak mengatakan, “ Tidak masalah berapa banyak susu yang anda tumpahkan, yang penting anda masih memiliki sapinya”, itu artinya tidak masalah berapa banyak kita dalam mengalami kegagalan dan kesulitan dalam hidup, selama kita masih memiliki semangat, kemauan untuk berhasil, berani mencoba lagi.

Belajar dari orang yang mempunyai prestasi tinggi di bidangnya, ternyata urusan mencintai pekerjaan ini adalah hal yang paling utama yang membedakan antara mereka yang dengan kebanyakan orang di lingkungannya. Dapat diambil kesimpulan, mereka yang mempunyai prestasi tinggi itu menikmati apa yang dilakukan (enjoy their work) dengan sepenuh hati (total involvement). Hasil itu diperoleh dari wawancara yang dilakukan oleh Doris Lee McCoy, Ph.D penulis buku “ Mega Traits for successful People” terhadap 1000 orang Amerika.

Namun pada prakteknya memang masalah mencintai pekerjaan tidak semudah yang dibanyangkan. Karenanya tidak aneh ketika terjadi banyaknya turn over karyawan, yang pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Faktor pertama jelas uang yang akan menyebabkan terjadi hal tersebut, walaupun pada akhirnya, seseorang akan sampai pada titik nyaman atau tidak nyaman untuk tetap bertahan dengan pekerjaan tersebut. Terus bagaimana donk??? Apa yang harus kita dahulukan, apakah kita harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita dulu, baru kita mencintai pekerjaan. Atau kita mencintai dulu pekerjaan yang sekarang, lalu dengan cinta itu akan mengantarkan kita ke pekerjaan yang benar-benar kita cintai.

Masalah menentukan pilihan mana yang pertama inilah mungkin sama bingungnya ketika kita dihadapkan dengan mana yang lebih dahulu antara telur dengan ayam. Pertanyaan klasik yang dari dulu belum ada jawabanya he3. Tapi apapun pilihan anda, atau pun anda berada di posisi yang mana, itu tidak penting, karena yang penting adalah apapaun pekerjaan anda dan apapun pekerjaan yang anda inginkan adalah semuanya itu sebagai sarana bagi anda untuk bisa menjadi manusia yang senantiasa bisa belajar dari pekerjaan itu. Dari pekerjaan yang lakukan anda bisa banyak belajar tentang berbagai masalah dan tentunya bisa membuat anda lebih bijak dan lebih dewasa dalam menyikapi hidup.

Di akhir tulisan ini, ijinkan saya mengutip kata-kata Herman Chain yang menyimpulkan bahwa “Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaanlah yang menjadi kunci kesuksesan". Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan, maka kamu akan sukses.“ Dan bagi anda yang pernah, sedang dan akan mengalami cinta, mungkin ini puisi cinta buat anda “Anda tidak mencintai gadis karena dia cantik tetapi si dia menjadi cantik karena anda mencintainya.” Bukankah begitu??….Salam Sukses!!!
Selengkapnya...

19 Agustus 2008

Dan Surga Itu Bernama Keluarga

Inilah tempat dimana kehadiran pertama kali kita ke dunia yang disertai jerit tangis, disambut dengan senyum tawa penuh kegembiraan. Inilah tempat kita pertama belajar tentang nilai-nilai dan norma-norma sehingga kita bisa menilai sesuatu baik atau buruk.

Di tempat ini pula kita mendapatkan rasa nyaman dan rasa terlindungi dari pengaruh lingkungan diluar. Dan tentu tempat ini pula yang pertama kali kita diberi kasih sayang penuh cinta keikhlasan, sehingga kita mengenal arti dari sebuah pengorbanan. Ini juga tempat yang akan menguatkan kita, ketika kita merasa lemah. Tempat yang akan menggembirakan disaat kita sedang sedih. Tempat yang akan membangkitkan kita dikala kita sedang terpuruk. Inilah tempat dimana kita menemukan kebahagiaan, tempat dimana Tuhan menitipkan sebuah anugerah berupa surga kecil yang akan menemani kita selama di dunia. Dan surga itu bernama keluarga……

Cuma berapa banyak dari kita yang menyianyiakan surga itu. Tak jarang dari kita bahkan mencari kebahagiaan di luar sana. Sering kita tidak ikut acara keluarga hanya karena ada acara dengan teman kita. Tak jarang kita juga mengabaikan waktu untuk sedikit bercengkrama dan bersenda tawa dengan keluarga. Kadang sempat terbersit dipikiran kita sebuah pertanyaan, kenapa kita dilahirkan dari keluarga yang seperti ini. Kita sering berandai-andai, berjikalau, dan berumpama andaikata kita dilahirkan dari keluarga terpandang, dari keluarga harmonis, dari keluarga terhormat, dan keluarga kaya yang serba berkecukupan secara materi. Kita juga sering melihat rumput tetangga lebih hijau dan lebih menarik dari halaman rumah kita.

Berapa banyak dari kita yang ketika pulang ke rumah hanya meninggalkan sisa-sisa energi dari aktivitas kita seharian. Dan orang-orang yang ada di rumah hanya merasakan sedikit sisa energi, sedikit sisa perhatian, sedikit sisa kasih sayang. Bahkan tak jarang pula kita sering memarahi mereka, dan meminta mereka untuk mengerti kesusahan kita, atau sekedar mengerti akan rasa keletihan kita setelah seharian beraktivitas. Padahal mereka sangat membutuhkan sentuhan perhatian dari kita dan mereka tidak butuh dengan oleh-oleh rasa lelah yang kita bawa. Lebih parah lagi ada sebagian dari kita yang pergi memulai beraktivitas saat meraka masih tidur di pagi hari dan baru pulang ketika mereka telah terlelap nyenyak dalam peraduan lagi.

Biasanya kita akan merasakan kehilangan ketika segala sesuatu itunya sudah pergi. Sama seperti kita akan merasakan arti sebuah pertemuan ketika kita akan mengalami perpisahan, kita baru merasakan bahwa mereka sosok yang penting yang selama ini telah mengisi hidup dan memberi warna indah kehidupan kita. Sering dari kita telat untuk meyadari hal itu. Yang tersisa pasti hanya ada rasa penyesalan yang mendalam dan kita berharap agar waktu itu bisa kembali.

So…mulai sekarang tunggu apalagi, kenapa kita harus menunggu kaya dulu untuk bisa memberi, kenapa kita harus menunggu waktu luang untuk bisa bercengkrama, kenapa kita harus menyaratkan sesuatu untuk memberikan sesuatu kepada keluarga. Karena waktu akan terus berjalan, dan kita tidak pernah tau kapan perpisahan itu datang, dan kapan ajal menjemput. Sebelum kita menyesal, dan sebelum kita menyalahkan diri sendiri atas semua yang terjadi….Ya lakukanlah sekarang juga…jaga dan rawat surga kecil yang telah dititipkan Tuhan kepada kita…pupuk dan siramilah keluarga kita dengan air mata kebahagian, dengan senyum keikhlasan, dan keringat pengorbanan, agar menjadi mekar dan bisa berbunga, sehingga kita bisa menikmati buahnya. Mumpung kita masih punya waktu…..
Selengkapnya...

24 Juli 2008

Jadilah orang yang pantas untuk dipantaskan


Dalam hidup banyak hal yang ingin kita dapatkan dan banyak hal yang ingin kita peroleh. Tidak jarang untuk mendaptkan hal tersebut, banyak upaya dan usaha yang kita lakukan.

Tapi perjalanannya tidak semua yang kita inginkan tercapai...pasti ada saja hal-hal yang menghalangi kita untuk mendapatkan sesuatu. Padahal kita merasa sudah berupaya dengan maksimal, tapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan....lantas apa sikap kita...??? Menyesal...mengeluh...atau marah...

Perasaan itu mungkin wajar, tapi yang tidak wajar ketika perasaan itu terus membelenggu kita dan memungkinkan untuk merusak masa depan kita, tentunya hal tersebut sangat disayangkan.....

Mungkin ada benarnya juga pesan Aa Gym, dia mengatakan bahwa dalam melakukan sesuatu kita harus meluruskan niat dan maksimalkan ikhtiar...hanya itu saja ko...hasilnya pasrahkan saja sama Tuhan yang Maha Berkuasa. Dan yang harus jadi titik tekan adalah sudahkah kita melakukan usaha yang maksimal untuk mencapai itu...Jangan sampai kita belum melakukan usaha yang maksimal dan bersembunyi dibalik kata syukur pada saat terjadi kegagalan. Karena ada beda makna antara kurang bersyukur dan kurang maksimal. Dan kadang kita terjebak untuk membedakan kedua hal tersebut...

Mengambil pesan dari seorang motivator (Mario Teguh red), jadilah orang yang pantas untuk dipantaskan, artinya jangan-jangan selama ini, Tuhan masih menganggap kita belum pantas untuk mendapatkan sesuatu yang pantas kita dapatkan. Mungkin karena usaha yang kita lakukan, belum cukup untuk membayar harga dari semua keinginan kita. Untuk menjadi Hebat kita tidak harus hebat dulu, untuk menjadi orang baik kita tidak harus baik dulu, dan untuk menjadi orang pantas kita tidak harus pantas dulu. Jadi mulai lah sekarang untuk menjadi orang hebat, orang baik dan orang pantas....dan pastikan bahwa suatu saat nanti Tuhan akan memantaskan anda untuk semua itu, tentunya dengan usaha yang telah kita lakukan.

Dalam hidup, tidak penting kita berasal dari mana, yang penting adalah kita akan kemana dan sejauh mana kita sudah melangkah....Dan perjalanan 1000 mil akan dimulai dari 1 mil yang pertama....Jadi lakukan sekarang!!!

Ya...kalaupun pada akhirnya kita tidak mendapatkan apa yang kita cintai, minimal kita mencintai apa yang kita dapatkan....
Selengkapnya...

14 Juli 2008

The Miracle of Smile

Sebenarnya sudah sejak lama sekali saya ingin menulis tentang masalah senyum ini, tetapi karena kesibukan dan ketertiadaan ide sehingga saya harus menunda sementara hasrat untuk mengungkap misteri dari sebuah senyuman. Sampai pada akhirnya ada sebuah momentum yang tepat dan ada sumber inspirasi yang membuat saya bisa melanjutkan tulisan ini. Apa dan siapa yang memberi inspirasi saya untuk membahas ini itu tidak penting dituangkan dalam tulisan ini….

Adalah group nasid Raihan yang pertama mengenalkan makna senyuman kepada saya….Mereka mengatakan senyuman itu merupakan sedekah yang paling murah, dan senyum pada kondisi tertentu memiliki makna tertentu, contohnya senyum pada saat kita dalam kesusahan itu menunjukan ketabahan, senyum juga bisa merupakan penghargaan yang tulus pada lawan bicara juga terhadap orang yang kita temui atau bahkan baru kita temui.

Senyuman bisa menjadi pengikat tali persaudaraan dan persahabatan kita. Atau bagi orang-orang tertentu senyum bisa menjadi senjata yang cukup ampuh untuk menaklukan lawan jenis. Atau ketika kita bertemu orang yang baru dikenal, kita hanya membutuhkan waktu delapan detik untuk bisa menilai apakah dia sosok yang menarik atau tidak, baik atau tidak, dan saat itulah senyuman mempunyai peran yang dominan dalam pembentukan kesan pertam. Begitulah kehebatan dari sebuah senyuman… .. Kyai kondang seperti Aa Gym sering berkata bahwa Qolbu atau hati hanya akan bisa disentuh dengan hati juga. Jadi hanya senyuman yang tulus yang datang dari lubuk hati yang paling dalam yang akan nyampe ke hati penerimanya….

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia relationship, yang terkondisikan untuk bertemu orang terus, ada teknik yang bisa dilakukan untuk melakukan senyuman…Ada jurus yang namanya senyuman 227, jurus apaan tuh??? Senyum 227 itu artinya pada saat anda melakukan senyum, tarik bibir anda 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan, tahan selama selama 7 detik, itulah yang dinamakan senyum 227. Percaya atau tidak, yang pasti, jurus ini bisa dilakukan saat kita bertemu dengan orang baru dan membuat mereka terkesan dengan diri kita.

Sambil menjabat tangannya, berikan senyuman yang ikhlas yang datang dari hati, dengan niat tulus untuk bisa memberi penghargaan dan perhormatan kepada orang yang baru kita kenal, niscaya kita akan mendapat kesan yang baik. Karena dari hal yang kecil ini bisa jadi orang tersebut akan menjadi teman kita, partner bisnis, atau bahkan dewa penolong kita dikemudian hari. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak tersenyum kepada orang yang kita temui, kapanpun dan dimanapun. Selagi senyum itu gratis dan belum ada larangan untuk senyum..lakukanlah…Salam Sukses!!!

Selengkapnya...

21 Mei 2008

BANGKIT ATAU TERJATUH SELAMANYA

Tepatnya hari Rabu, 20 Mei Pukul 09.00 bertempat di ruang kuliah anatomi school tot Opleiding van Inlandche Artsen (stovia) di weltepreden (Jakarta), berdiri organisasi Budi Oetomo. Diprakarsai oleh Soetomo, M Soeradji, Muhamad Saleh, M Soewarno, M Goenawan Tjiptomangoenkoesoemo, Soewarno, RM Gembroek, R Angka dan M Soelaiman. Inilah tonggak awal sejarah perjuangan bangsa untuk bangkit dari kerjajahan, keterpurukan, dan kesulitan yang dilakukan oleh kolonial menemui babak baru.

Pemuda menjadi motor dalam setiap pergerakan dalam upaya penyatuan seluruh elemen bangsa. Hal ini mencapai titiknya pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, semuanya sepakat untuk melebur diri menjadi satu bahasa, satu bangsa, satu tanah air.
Soekarna dan Hatta semakin menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang bermartabat, mampu berdiri sendiri, terbebas dari belenggu asing lewat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Saat itulah bangsa Indonesia mencoba berdiri tegak sejajar dengan negara-negara lain di dunia.

Sekarang sudah 100 tahun peristiwa itu berlalu, bangsa Indonesia memaknainya sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tentunya kita tidak ingin hal ini hanya menjadi rutinitas yang bersifat ceremonial belaka. Kita ingin Hari Kebangkitan Nasional ini dijadikan momentum untuk benar-benar bangkit dari keterpurukan dan kesulitan yang sekarang dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

Mengambil pepatah Bang Dedi Mizwar, bangkit berarti susah…susah jika melihat orang lain susah, bangkit berarti senang…senang melihat orang lain senang, bangkit berarti mencuri…mencuri perhatian dunia lewat prestasi, bangkit berarti marah…marah bila harga diri bangsa diinjak-injak, bangkit juga berarti malu….malu karena jadi benalu yang kerjanya minta melulu, bangkit berarti tidak ada….ya tidak ada kata menyerah, bangkit juga berarti takut…..takut melakukan korupsi.

Kita mungkin harus banyak belajar pada Jepang, yang mampu bangkit menjadi negara yang disegani hanya dalam kurun waktu 20 tahun setelah berada di titik nadir karena Hirosima dan Nagasaki dibom oleh sekutu. Semangat kerja keras, kesungguhan, dan disiplin ketat seperti yang tercermin dalam spirit bushido mungkin hal itu yang harus kita tiru. Secara ekonomi mungkin kita harus banyak belajar pada Cile yang mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi sehingga sekarang mereka dijuluki sebagai The Miracle of Chile. Atau bahkan kita tidak usah belajar jauh-jauh, negara yang dulu mengimpor tenaga pengajar berkualitas dari Indonesia, ternyata sekarang justru pembangunannya melesat lebih cepat dibanding kita.

Terakhir, di era globalisasi dan informasi saat ini, dimana batas-batas negara semakin semu, dan persaingan global semakin ketat saya jadi teringat sebuah cerita dari hutan Afrika. Ceritanya singkat “ Pada pagi hari, seekor macan terbangun, sesaat setelah bangun dia sadar bahwa hari ini dia harus lari lebih cepat dari rusa yang terlambat (paling lambat ) sebab kalau tidak maka dia akan mati kelaparan. Dan pada pagi yang sama, seekor rusa juga bangun, dan dia sadar bahwa hari ini dia harus lari lebih cepat dari macan yang tercepat sebab kalau tidak dia akan mati menjadi mangsa. “ Kita tidak tahu negara kita sebagai rusa atau macan, mau jadi macan atau rusa itu pun tidak penting, kita hanya harus berusaha dengan keras agar tidak jadi macan yang mati kelaparan atau jadi rusa yang mati jadi korban. Yang pasti ketika hari sudah pagi, maka kita harus siap untuk berlari lebih cepat dari pesaing kita. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

20 April 2008

Nikmatnya Hidup di Alam Persaingan

Ada fenomena yang menarik bila kita perhatikan dunia telekomunikasi akhir-akhir ini. Hal in ditunjukan dengan hadirnya beberapa operator seluler baru yang mencoba “menantang” hegemoni dari raja-raja telekomunikasi yang sudah ada. Hal ini tentunya akan membuat pertarungan didunia telekomunikasi akan semakin sengit, karena sang penguasa tentunya tidak mau “kue”-nya diambil begitu saja oleh pihak lain . Disisi lain pendatang baru juga tidak ingin dipandang sebelah mata, oleh karena itu mereka berusaha keras untuk bisa menembus pasar yang sangat menggiurkan ini. Sehingga strategi dan terobosan-terobosan baru coba digulirkan dengan melakukan promosi besar-besaran, bahkan kadang dengan content promosi yang bersifat provokatif. Sehingga tidak jarang mereka saling serang dalam melakukan promosi dan satu sama lain menganggap dialah yang terbaik dan dengan tarif murah.

Apa sebenarnya yang menarik dibalik semua itu??? Dan apa makna yang terdapat dari fenomena tersebut??? Tidak lain dan tidak bukan adalah adanya nuansa persaingan yang begitu sengit. Seperti kehidupan yang sudah sejak lama mengajarkan persaingan kepada kita. Bagaimana tidak, kita mau “nonghol” ke dunia ini juga merupakan hasil persaingan satu sel yang mengalahkan lebih dari 250 juta sel yang lain. Itu artinya, sejak awal kita mau lahir saja, kita sudah dikenalkan dengan yang namanya persaingan. Dan tentu ketika kita sudah ada diduniapun kita akan selalu melakukan persaingan. Contoh ketika kita sekolah, kita bersaing dengan teman-teman kita untuk mendapatkan prestasi yang bagus. Kemudian untuk bisa masuk universitas favorit, kita juga bersaing dengan ribuan siswa yang lain. Bahkan ketika kita sudah lulus pun, kita masih berjuang dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang kita inginkan. Ya…seperti itulah kehidupan..kalau kita tidak berusaha lebih keras, tidak belajar lebih lama, tidak mengetahui lebih dulu dan tidak mau belajar dari kegagalan, maka kita akan semakin ditinggal oleh pesaing kita.

Oleh karena itu, untuk bisa menang dalam persaingan sebenarnya mudah, menurut Mario Teguh, kita cuma harus melakukan sesuatu yang lebih dari yang pesaing kita lakukan….ah sungguh sederhana kalimat itu, tapi perlu perjuangan keras untuk implementasinya. Tetapi kalau itu bisa membuat kita menjadi pemenang, maka LAKUKANLAH!!! Huuuh akhirnya sekarang aku baru bisa paham kenapa saudara “senama” saya Guntur S Siboro (Dir Marketing Indosat) mengatakan “…nikmatnya hidup di alam persaingan”. Salam Sukses!!!
Selengkapnya...

02 April 2008

Berteman Akrab dengan Masalah


Dalam menjalani hidup pasti kita sering dihadapkan pada sebuah kondisi dimana kenyataan tidak sesuai dengan keinginan (kondisi ideal). Pada saat kondisi itulah biasanya kita merasa kecewa atau bahkan putus asa. Saat itulah sebenarnya timbul masalah dalam hidup. Dan kita sebenarnya harus menanggapi dengan tenang, karena yang namanya masalah itu tidak akan pernah hilang, sebelum kontrak kita berakhir di dunia ini. Yang jadi masalah sebenarnya kalau menurut Aa Gym adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah. Lari dari masalah bukan merupakan solusi, karena masalah itu hanya akan hilang sebentar saja, setelah itu justru masalah kita akan bertambah banyak. Karena masalah yang lama belum hilang dan masalah yang baru juga keburu datang.

Semakin berat masalah yang kita hadapi harusnya membuat kita dewasa dalam menghadapi hidup. Bahkan lebih jauh lagi Prof Yohanes Surya (ketua Tim olimpiade fisika) mengatakan bahwa pada saat kita berada pada titik kritis maka kita akan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita, dan yakinlah pada saat itu semua semesta raya mendukung atau lebih terkenal dengan teori mestakung. jadi sebenarnya dengan kita dihadapkan pada kondisi yang sulit maka seluruh kemampuan dan potensi kita akan tergerakan untuk keluar dan kemampuan tersebut bisa teraktualisasikan. Sehingga bila kita berhasil menyelesaikan masalah tersebut, artinya kita sudah bisa menjadi problem solver atas masalah yang dihadapi.

Jangan takut dalam hadapi masalah, cobalah mengakrabi masalah tersebut, dan cobalah berteman dengan masalah, karena esensi seorang teman akan membawa kita ke arah yang lebih baik pula, begitupula masalah, bila kita jadikan teman, yakinlah bahwa ia akan membawa kita ke kondisi yang lebih baik. Ingat sebuah pesan bahwa seorang nahkoda yang hebat lahir dari ombak yang besar. Daripada berteman angin malam (kaya lagu) lebih baik berteman dengan masalah.
Selengkapnya...

02 Maret 2008

BAHAGIA SAAT MEMBERI

Dalam hidup kadang kita tersibukan dengan banyak hal yang ingin kita capai. Banyak energi yang tercurah untuk mendapatkan hal tersebut. Segala potensi dan kemampuan dikerahkan untuk bisa menggapai hal tersebut. Sampai pada akhirnya kita menuju pada sebuah titik dimana sesuatu yang kita inginkan tersebut tercapai. Tapi pertanyaannya, apakah setelah itu kita berhenti untuk berkeinginan….Tentu jawabannya tidak, karena yang namanya manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah didapat.

Setiap kita menggapai satu mimpi, pasti kita akan terdorong untuk mencapai mimpi yang lain , begitu seterusnya dalam hidup. Salah kah semua itu…eit tunggu dulu kita tidak bisa langsung menvonis apakah itu benar atau salah. Karena apa, pada dasarnya dalam hidup banyak hal yang harus kita dapatkan dan banyak hal yang harus kita lakukan. Kita juga tidak bisa menyalahkan orang yang terus menerus bekerja untuk mencapai mimpi-mimpinya. Karena sebenarnya mimpi-mimpi itulah membuat seseorang semangat dalam hidup, mimpi-mimpi itu pula yang membuat seseorang berusah lebih keras dan berusaha bangkit dari kegagalan….Lantas dimana donk letak kesalahannya…..

Kita kadang tidak sadar tentang hal tersebut, kita terlalu disibukan dengan sejuta keinginan. Kita kadang tejebak dalam sebuah perlombaan untuk memperoleh dan mendapatkan semua itu. Kita kadang tidak sadar kalau ada seseorang disekitar yang sangat menginginkan pertolongan kita atau bahkan ada orang terdekat kita yang butuh kasih sayang kita. Tidak hanya materi yang melimpah atau harta yang banyak tapi mungkin yang mereka butuhkan hanya sedikit waktu untuk bermanja-manja, sedikit waktu untuk bersenda gurau, untuk bercerita banyak hal. Kadang kita tidak punya waktu untuk itu, lalu buat apa semua materi dan jabatan yang kita miliki, semua impian yang ingin kita dapatkan kalau membuat orang yang terdekat kita saja tidak bahagia, apalagi untuk orang-orang sekitar kita yang sangat membutuhkan kita. Semua yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa kalau kita kita bisa memberi arti buat sesama.

Bukankah hidup akan lebih bermakna, ketika kita memberi nilai pada kehidupan dan kita bisa memberi sesuatu pada kehidupan. Karena kita harus yakin kalau kita dilahirkan ke dunia oleh Tuhan, pasti kita dibutuhkan untuk bisa berbuat sesuatu. Manusia terbaik adalah manusia yang dalam hidup nya banyak memberi manfaat buat orang lain. Mungkin kita sekarang belum bisa untuk menjadi manusia terbaik dengan memberi manfaat buat orang lain, tapi paling tidak kita bisa memberi perhatian pada orang-orang paling dekat dengan kita, orang tua, kaka, ade, saudara, teman, suami atau istri kita.

Mereka itu semua anugerah yang hadir ke dunia untuk menemani kita. Meminjam istilah Ebit G Ade, mumpung “masih ada waktu”, mumpung mereka masih ada, jangan sampai kita menyesal ketika dikemudian hari. Bahagiakan orang itu sekarang juga dengan semua perhatian dan kemampuan yang kita punya, karena kalau tidak sekarang kapanlagi. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

02 Januari 2008

YOU CAN PREDICT YOUR FUTURE


Mumpung masih dalam suasana tahun baru, tidak ada salahnya saya mengucapkan “Selamat tahun Baru” semoga di tahun ini bisa mencapai apa yang selama ini kita impikan atau cita-citakan. Tentunya banyak optimisme dan harapan yang ingin kita gantungkan di tahun 2008 ini, apa yang selama ini kita belum capai, mungkin tahun ini kita mencoba merealisasikan keinginan itu.

Ada sesuatu yang menarik ketika menjelang pergantian tahun, banyak orang yang mencoba mencari peruntungan dengan mencoba mengetahui nasibnya lewat paranormal, atau mencari info di zodiak, atu bahkan dengan mendaftar dalam layanan sms yang sekarang lagi marak menyediakan jasa ramalan.

Permasalahannya adalah bukan seberapa banyak media atau jasa yang bisa digunakan untuk mengetahui masa depan kita. Yang jauh lebih urgen adalah besarnya belief kita terhadap apa yang dikatakan oleh media tersebut. Mungkin kita sebegitu percaya nya pada sebuah ramalan paranormal terkenal, bahwa tahun depan kita akan mendapat musibah. Atau bahkan bagi para remaja mungkin banyak yang percaya dengan ramalan zodiak yang banyak meramalkan tentang asmara, emosi atau bahkan keuangan.

Yang lebih menarik lagi adalah kita banyak menjumpai suatu “kebetulan” dari sebuah ramalan, sehingga hal itulah yang sering dijadikan dasar alibi yang membuat kita makin percaya terhadap sebuah ramalan. Pertanyaan besarnya adalah kenapa banyak ramalan itu bisa terjadi???

Sebelum menjawab pertanyaan diatas ada sebuah cerita nyata yang menarik, yang mungkin bisa saja nanti akan dapat merubah belief anda tentang ramalan. Begini ceritanya, dulu ada sebuah desa terpencil dimana ada seorang anak yang hidupnya dalam kemiskinan dan berteman akrab dengan kesusahan, bosan dengan kesusahan akhirnya dia coba peruntungan dengan diramal oleh “orang pintar” di desanya. Hasilnya ternyata sang “orang pintar” tersebut mengatakan bahwa ada hal yang menyebabkan kenapa anak ini selalu hidup dalam kesusahan, dan bahkan dia meramalkan bahwa kedepannya pun anak ini tidak akan bisa sukses. Dia mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh tanggal lahir dan weton anak tersebut yang tidak bisa mendukung untuk kesuksesan. Mendengar hasil tersebut, anak itu kaget dan tidak percaya terhadap ramalan tersebut, sehingga dia bertekad untuk membalikan semua ramalan tersebut. Singkat cerita, anak tersebut “hijrah” ke kota untuk mencari peruntungan. Dan akhirnya, sekarang dia menjadi orang sukses dan mampu mengembalikan semua ramalan2 dari dari “orang pintar ” tersebut.

Dari cerita di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa, keberanian anak kecil itu untuk lebih mempercayai kecayikinannya daripada apa yang dikatakan peramal tersebut, membuahkan hasil. Tentunya hasilnya akan berbeda ketika anak kecil tersebut mempercayai paranormal tersebut, pasti sampai kapanpun hidupnya akan dihantui kesusahan.

Dalam sebuah buku yang menarik yang berjudul “The Secret”, disana dikatakan ada rahasia seseorang untuk mencapai kesuksesan. Rahasia tersebut salah satunya ada di hukum tarik menarik, hukum tersebut gampangannya seperti ini ketika kita memikirkan sesuatu hal atau kita percaya terhadap hal tersebut, maka seluruh konsentrasi elemen dalam tubuh akan ditarik untuk mencapai atau memenuhi kepercayaan tersebut. Contohnya ketika seorang anak meyakini bahwa mata pelajaran matematika sulit, maka pasti dalam setiap tindakan anak tersebut akan mengerucut pada ketidak pd-an-nya dalam belajar dan menghadapi soal matematika. Ketika belajar dia akan males karena merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa matematika, dan ketika ujian pun pasti dia tidak bisa karena tidak yakin bisa menggarap soal2 tersebut.

Kuncinya adalah bagaimana kita bisa memilih kepercayaan yang akan kita yakini untuk kita realisasikan. Mungkin sudah saat nya kita percaya pada kemampuan diri untuk bisa mencapai semuanya, tanpa terlalu peduli terhadap ketidakpercayaan orang lain terhadap potensi kita. Guru imajiner saya, jennie s bev pernah mengatakan, apa yang anda yakini tentang diri anda itu lebih penting daripada apa yang orang lain yakini tentang anda. Itu menunjukan sebuah kepercayaan diri yang tinggi tanpa takut dikatakan sombong (baca artikel sebelumnya yang membahas tentang optimisme dan kesobongan). Sehingga dengan demikian kita bisa merancang masa depan kita dengan baik ditahun ini, dan kita meyakini bahwa masa depan kita ditangan kita sendiri. Kita bisa lantang mengatakan bahwa I can predict my future….SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

23 Desember 2007

HARI INI MALU, LUSA BANGGA


Ada hal yang menarik ketika kita mau dan mencoba belajar dari orang sukses atau orang hebat. Selalu ada titik kesamaan atau benar merah yang bisa kita ambil pelajaran dari hidup mereka.

Orang sukses biasanya mempunyai succes story yang relatif hampir sama. Biasanya kesamaan itu terletak pada sebuah gambaran tentang kondisi dia sebelum menuju fase kesuksesasan. Orang-orang sukses lebih suka berbicara atau bercerita tentang kepahitan, kegetiran dan kesengsaraan dia sebelum mencapai level kesuksesan mereka. Karena dengan memberikan gambaran kondisi tersebut, kita dapat mengetahui bagaimana perjuangan dia untuk bisa mencapai suatu kondisi sukses.

Padahal kalau kita lihat lebih jauh, kondisi yang dia ceritakan adalah sesuatu yang sebenarnya “memalukan” bagi sebagian orang. Sebagai contoh sosok Jennie S. Bev seorang penulis buku best seller dan konsultan yang sukses hidup di negeri Paman Sam. Dia pernah bercerita bahwa pada saat dia masih dalam kandungan ibu nya, saat itu ayahnya meninggalkan dia hanya untuk wanita simpanannya. Itu artinya kelahiran dia tidak diinginkan oleh ayahnya sendiri. Pada saat itulah dia bertekad untuk bisa menjadi manusia yang hebat dan bisa bermanfaat buat sesama. Sampai pada akhirnya dia bisa menjadi penulis bulu dan beberapa artikel yang dia buat diakui di beberapa negara seperti Amerika, Prancis, dan Inggris, dan asal tau bahwa bahasa negara tersebut bukan bahasa ibunya, karena dia memang lahir di Indonesia. Dan sekarang dia hidup di negara Paman Sam sebagai konsultan.

Banyak lagi mungkin banyak kisah sukses orang-orang hebat disekitar kita yang dulunya sebagai cleaning servis, satpam, atau OB, tapi sekarang dia bisa sukses. Dan yakinlah pada saat dia sudah mencapai level kesuksesan tersebut, hal yang akan dia ceritakan bukan pada dia sekarang mempunyai mobil berapa atau rumah berapa atau apapun, tapi dia pasti bercerita tentang kegetiran dia dimasa lalu.

Hal itulah yang dikatakan hari ini malu, maka lusa bangga. Sehingga kita tidak usah berkecil hati ketika kita berada di sebuah kondisi yang “memalukan” saat ini yakinlah bahwa suatu saat nanti hal itu yang akan menjadi cerita yang membuat kita bangga dan bisa berdiri tegak dan sama tinggi dengan orang lain. Mengutip pesan Ruslan pengarang buku kampus undercover, dia mengatakan bahwa “Kalau hari ini milikmu maka esok kan ku raih, lusa kan ku genggam, walaupun dengan tongkat pensil kayu yang rapuh”. Ini menggambarkan sebuah tekad bahwa kalaupun hari ini milik orang2 yang sedang menikmati kehidupan maka yakinlah bahwa hari esok dan lusa pasti akan menjadi milik kita, tentunya dengan semangat dan tekad yang membara ditambah usaha yang tidak pernah mengenal kata menyerah. Karena hari esok adalah milik orang-orang yang percaya akan kesuksesannya. SALAM SUKSES SELALU!!!
Selengkapnya...

24 September 2007

Hukum Kompensasi

Hukum ini merupakan kelanjutan dari hukum menabur dan menuai. Hukum ini mengatakan anda akan mendapatkan hasil yang sebanding dari apa yang anda usahakan. Pas takarannya, tidak lebih dan tidak kurang. Dengan demiakian, apa yang anda capai adalah hasil usaha anda yang sudah anda lakukan, Sama dengan hukum tabur tuai, ketika anda menabur angin maka anda akan menuai badai. Kalau boleh mengambil ucapan bijak orang sunda, melak bonteng moal jadi cabe. Terjemahannya ketika kita menanam timun maka tidak mungkin akan menghasilkan cabe.

Itulah hukum kepastian alam yang akan berlaku mutlak. Semisal status anda saat ini adalah kompensasi dari apa yang sudah anda lakukan. Sedikit relevan dengan hal ini Hasan Al Bana pernah mengatakan, kenyataan anda hari ini adalah hasil mimpi anda kemarin, dan kenyataan anda di masa depan adalah hasil mimpi anda sekarang. Tentunya mimpi yang diwujudkan melalui tindakan nyata, tidak hanya khayalan disiang bolong. Karena orang yang sukses adalah orang yang waktu mimpinya lebih banyak dari waktu tidurnya. Dari uraian ini saya mengajak anda untuk menggunakan waktu yang kita punya untuk melakukan investasi dengan terus mananam sebanyak-banyaknya dengan cara meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan atau apapun yang akan bisa memberi niali tambah.

Kembangkan seluruh kemampuan itu sampai hingga tidak pernah mencapai titik batas. Hal yang paling menakutkan jika kita telah merasa menemukan batasan-batasan palsu yang diakibatkan baik oleh pengalaman sebelumnya yang belum tentu benar pada saat ini atau percaya dengan ucapan orang lain. Anda memakai batasan itu untuk menjustifikasi ketidak-mampuan Anda. Janganlah membuat batasan abadi dalam hidup kita, buatlah batasan-batasan sementara agar kita dapat terus berusaha mencapai hal yang terbaik. Janganlah kita mudah percaya terhadap apa yang dikatakan orang lain, namun ujilah kebenarannya dengan memberikan yang terbaik dalam hidup ini.

Kurek Ashley, pembicara motivasi asal Chicago mengatakan,” You cannot live by yesterday’s standards and expect aextraordinary results today.” (Anda tidak dapat hidup dengan standar-standar kemarin dan mengharapkan hasil yang menakjubkan hari ini). Tepat sekali, seorang juara selalu memperbaharuhi target yang ingin dicapainya. Tiada hari tanpa adanya kemajuan, bersiaplah untuk selalu lebih memberikan yang lebih baik dari apa yang Anda miliki sekarang. Sehingga nanti ketika kita akan menuai/memanen, banyak hasil yang akan kita dapatkan. Pertanyaan untuk kita renungkan sudah seberapa banyak benih yang sudah kita tanam??? Kalau belum, ayo kita mulai sekarang menanam, mumpung masih ada waktu…SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

11 September 2007

Mengatasi Rasa Minder

Awal mula yang mendasari tulisan ini dimulai dari sebuah pertanyaan mahasiswa baru yang kebetulan bertemu pada suatu momen. Dia menceritakan kalau dia sering merasa minder, bila bertemu orang baru dan di lingkungan baru. Ceritanya ditutup dengan pertanyaan bagamana cara mengatasi rasa minder ? Pertanyaan yang simpel tapi tidak mudah untuk dijawab.

Sebagai mahasiswa yang lebih senior tentunya saya jawab donk pertanyaan tersebut (biar kelihatan seniornya he2), hal itu karena saya ingin membantu permasalahan dia. Waktu itu saya jawab dengan menggunakan pendekatan yang diajarkan oleh salah satu guru imajiner saya yaitu Steven R. Covey dengan mengatakan bahwa rasa minder bila ketemu orang baru itu muncul karena persepsi kita yang salah, karena urutannya, dari persepsi akan menghasilkan cara pandang kita dan dengan cara pandang kita akan mempengaruhi perilaku kita. Jadi dari hasil analisis saya sementara mahasiswa baru tersebut mempunyai kesalahan dalam melakukan persepsi yaitu melakukan penilaian atas pergambaran sebuah objek dengan melakukan asosiasi yang salah terhadap objek tersebut. Jelas dengan kelirunya kita terhadap suatu persepsi, maka akan mempengaruhi cara pandang kita, dan lebih lanjut lagi akan mempengaruhi prilaku kita.

Rasa minder yang tervisualisasikan dari prilakunya individu merupakan repsensentasi dari persepsi dan cara pandang yang salah terhadap objeknya.Saya berharap jawaban tersebut bisa cukup memberikan gambaran untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Walaupun secara pribadi juga saya tidak puas dengan jawaban saya pribadi. Hal ini yang membuat saya terus berpikir untuk bisa menemukan akar permasalahannya sehingga bisa menemukan solusinya. Proses pemikiran tersebut sampai menemukan sebuah penjelasan yang lain dengan di atas, rasa inferior atau rendah diri muncul pada pribadi yang tidak mempunyai konsep diri yang bagus. Menurut Adi W Gunawan, konsep diri terdiri dari beberapa komponen yaitu diri ideal, cermin diri, dan harga diri.

Diri ideal akan menunjukan siapa sebenarnya sosok ideal yang ada dalam kehidupan kita. Sosok ideal bisa di visualisasikan sebagai sosok yang paling dikagumi. Sebagai contoh kita bisa mengadopsi tokoh ideal pahlawan, tokoh terkemuka, artis, pengusaha atau bahkan sosok yang imajiner.

Cermin diri merupakan gambaran penilaian kita terhadap diri kita sendiri. Ini terkait dengan bagaimana kita mampu mengenal diri sendiri. Pengenalan diri sangat penting untuk mengukur sejauh mana posisi kita berada untuk mencapai posisi yang diinginkan (diri ideal).

Harga diri merupakan gambaran tentang sejauh mana kondisi kita yang sekarang (cermin diri), lalu dibandingkan dengan suatu kondisi yang ingin kita capai suatu saat nanti (diri ideal). Perbandingan diantara keduanya itulah nilai harga diri kita. Semakin sedikit perbedaan antara diri ideal dengan cermin diri, maka harga diri seseorang akan semakin baik, begitu pula sebaliknya.

Ketiga komponen inilah yang penting dalam konsep diri, kalau ketiga komponen ini baik maka konsep dirinya juga baik. Untuk menuju ke sana tentunya dibutuhkan sebuah proses yang tidak sebentar. Hal itu juga harus ditambah dengan penanaman nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang benar dan harus kita pegang. Sehingga dengan dengan adanya sebuah nilai-nilai yang dianut maka akan membuat anda menjadi sosok dan pribadi yang kuat. Akhirnya kalaupun ada virus mental (rasa minder) yang akan menyerang, maka anda sudah siap dengan anti virusnya yaitu konsep diri yang kuat dan penanaman nilai-nilai yang mengakar dalam diri. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

BESARNYA SEBUAH ASA

Sudah menjadi tradisi, bila setiap tahun dunia pendidikan kampus disibukan oleh hajatan penerimaan mahasiswa baru. Banyak pihak yang menantikan akan momet tersebut, entah itu orang tua siswa, calon mahasiswa itu sendiri. Di pihak kampus juga tidak kurang gairaihnya, baik itu pihak birokrat kampus yang menanti calon “konsumen” yang baru, atau pun mahasiswa senior yang akan punya ade baru. Itulah realita yang selalu bergulir setiap satu tahun sekali.

Bagi mahasiswa baru, jelas perubahan status dari pelajar menjadi mahasiswa akan menjadi gengsi atau mungkin kebanggaan sendiri. Artinya dengan status yang baru dia telah menjadi siswa yang “super”, bagaimana tidak, dengan embel-embel mahasiswa yaitu terdiri dari suku kata maha dan siswa. Kata maha menunjukan sesuatu yang super dan luar biasa, dan merupakan puncak yang paling tinggi. Siapa yang tidak bangga dengan predikat tersebut. Hal itu akan semakin lengkap bila kita masuk jurusan studi sesuai dengan keinginan kita. Wah dengan hal tersebut kita mungkin bisa mengklaim kalau setengah dari cita-cita kita sudah tercapai. Tentunya asa yang besar ini pula juga yang akan menjadi pendorong semangat dalam melakukan proses perkuliahan nanti. Hal ini akan ditambah dengan harapan mempunyai teman baru, mempunyai lingkungan yang baru, tentu juga dengan intelektual yang baru juga. Bahkan tidak sedikit pula yang bermimpi ketiban pacar baru.

Untuk orang tua juga tidak kalah bahagiannya, hal ini karena tidak semua orang tua bisa menyekolahkan anaknya pada level perguruan tinggi. Dan tidak semua anak pula mempunyai kemampuan otak untuk bisa menembus perguruan tinggi. Bagi orang tua, kebanggaan yang paling tinggi adalah bila melihat anaknya sukses. Karena pada saat orang tua berada dalam forum publik, hal yang paling enak untuk dibicarakan adalah masalah anak. Jadi jelas akan menjadi kebanggaan yang luar biasa jika orang tua mempunyai anak yang cerdas dan mampu berprestasi.

Harapan yang besar juga hinggap di mahasiswa senior, banyak yang berharap (terutama aktivis organisasi) mahasiswa baru bisa lebih mengenal kampusnya bisa mengenal realitas sosial yang ada di masyarakat tentunya bisa menghindari dunia yang hedonis yang selama ini cukup mengakar kuat di sebagaian mahasiswa. Oleh karena itu, sudah sangat familiar bisa untuk menyambut mahasiswa baru diadakan acara yang dikenal dengan nama ospek. Diharapkan dengan acara tersebut bisa menanamkan paradigma baru untuk bisa mencetak intelektual yang berkualitas.

Jelas asa itu akan bisa tercapai jika semua pihak ikut memperjuangkannya untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini tidak bisa dilakukan secara parsial tapi harus didukung oleh semua pihak (prinsip mestakung) baik itu mahasiswa baru dengan mempunyai komitmen yang kuat untuk terus belajar, orang tua dengan selalu memonitor perkembangan anaknya, mahasiswa senior dengan memberi tauladan yang baik, elemen organisasi yang ada di kampus dengan memberi ruang untuk belajar dan berkreasi, dan tentu juga birokrat kampus dengan membuat kebijakan yang memihak mahasiswa.

Satu hal yang penting, sekolah jangan sampai menjadi candu yang bisa memabukan. Candu yang bisa membuat kita lupa akan jadi diri kita sebagai mahasiswa. Manusia intelektual yang mempunyai daya kritis dan peka terhadap fenomena sosial yang ada di masyarakat. Serta tentu saja manusia yang bisa menjadi agen untuk perubahan. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

08 September 2007

Live Your Life With Passion

Mengawali tulisan ini, saya tertarik dengan ucapan yang mendalam dan sangat filosofis yang diucapkan oleh guru imajiner saya yaitu Adi W Gunawan seorang Re-educator dan penulis buku best seller. Karena saya yakin banyak diantara kita yang tidak paham apa itu hidup, mengapa kita hidup, dan untuk apa kita hidup. Bahkan banyak orang yang menjalani hidup ini cuma sebatas menunjukan eksistensi, numpang hidup di dunia, atau bahkan hanya sebatas sebagai pelengkap, itupun pelengkap penderitaan.

Sistem pendidikan yang adapun belum mampu untuk bisa menghasilkan lulusan yang bisa menjawab pertanyaan diatas. Apalagi untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kualitas dan mental yang bagus, serta menghasilkan manusia-manusia yang bijak yang bisa bermanfaat buat sesama. Sehingga tidak heran kalau Topatimasang (1998) mengatakan pendidikan tidak ubahnya seperti candu yang memabukan, yang membuat banyak orang yang terlena dan terbius sehingga tidak bisa mengenal realitas yang ada disekitarnya. Tentunya ini bertolak belakang dengan apa yang inginkan oleh salah satu tokoh pendidikan dunia Paulo Freire yang melontarkan tentang tujuan akhir upaya proses pendidikan adalah adalah memanusiakan manusia (humanisasi) yang berarti pemerdekaan atau pembebasan manusia dari situasi batas yang menindas dari kehendak kita.

Pada prakteknya sistem pendidikan tidak mengakui bahwa manusia itu sosok yang unik, artinya sosok yang satu akan berbeda dengan sosok yang lain. Buktinya untuk bisa mengukur kecerdasan seseorang masih saja menggunakan kecerdasan tunggal yaitu kecerdasan inteletual, yang bisa terlihat dari ketrampilan menghitung, merinci, dan menganalisis. Tidak heran kalau nilai raport dan IPK menjadi ukuran kebanggaan yang mutlak bagi anak didik dan orang tua sehingga tidak jarang banyak yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hal inilah yang menyebabkan Adi W. Gunawan mengatakan dengan bahasa provokatif bahwa sekolah hanya dirancang untuk menghasilkan orang-orang gagal.

Padahal sudah sejak lama Howard Garner menemukan bahwa dalam diri seseorang terdapat kecerdasan yang majemuk, artinya seseorang memiliki beberapa kecerdasan yang antara satu dengan yang lain berbeda ukurannya. Kecerdasan tersebut yaitu linguistic, logical-mathematical, bodily-kinesthetic, spatial-visual, musical, intrapersonal, dan interpersonal. Bahkan diawal tahun 1990-an Daniel Golemen menemukan sesuatu yang menggemparkan bahwa kecerdasan intelektual hanya berpengaruh 20% terhadap kesuksesan dalam hidup. Selebihnya itu ditentukan oleh kecerdasan lain (kecerdasan emosional). Kecerdasan emosional yaitu kecerdasan untuk mampu memahami diri sendiri sehingga bisa memahami orang lain dan bisa membina hubungan baik dengan orang lain.

Dalam perjalanannya, saya banyak menemui mahasiswa yang belum memahami betul tentang hal tersebut diatas. Sehingga mereka menjalani kuliah hanya sebatas rutinitas balaka. Berangkat pagi hari untuk mengikuti kuliah, datang langsung duduk manis dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh dosen, dan pulang setelah dosen selesai mengajar, pergi ke perpustakaan itupun kalau sempat dan tidak menggangu waktu bermain. Sedikit sekali diantara mahasiswa yang mau menggunakan waktu sisanya untuk melakukan aktivitas yang bisa menggali dan mengembangkan potensi diri seperti kegiatan berorganisasi di dalam maupun di luar kampus. Banyak yang tidak mau keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) untuk menerima tantangan dan kesulitan yang lebih dari hanya sekedar aktivitas kuliah.

Kata berorganisasi bahkan menjadi kata yang tabu dan sangat dihindari bagi sebagian mahasiswa dan menganggap hanya membuang-buang waktu saja. Padahal dengan ikut berorganisasi itu artinya kita kuliah lagi di Hard University, universitas kehidupan yang berisi kesulitan dan tantangan, yang mengharuskan kita untuk senantiasa belajar, belajar dan belajar. Dalam organisasi kita belajar bersosialisasi, belajar menerima perbedaan pendapat, belajar menerima tanggung jawab, dan belajar menghadapi masalah dan kesulitan. Pelajaran berharga inilah yang tidak didapatkan di bangku kuliah dan di pendidikan formal. Sehingga ketika kita lulus dari Hard University ini kita akan menjadi pribadi yang kuat dan bijak dalam menghadapi masalah.
Bahkan banyak contoh yang gagal di dunia pendidikan formal, tapi dia berhasil di dunia nyata. Orang-orang seperti Thomas A Edison yang hanya sekolah beberapa bulan tapi ternyata bisa sukses menjadi penemu lampu pijar dan memegang hak paten lebih dari 3000 hasil temuan. Atau bahkan Sosok Andrie Wongso yang menjadi motivartor no 1 indonesia, yang mempunyai gelar Andrie Wongso SDTT, TBS. Gelar yang unik yang tidak ada di lulusan pendidikan formal manapun, yaitu Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses. Itulah sosok yang gagal total dalam pendidikan formal tapi bisa sangat berhasil dalam kehidupan nyata.

Tentunya kita bisa bersyukur karena kita mempunyai kesempatan yang tidak dimiliki setiap orang untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi. Oleh karena itu gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, dengan mengisinya lewat aktivitas yang bermanfaat. Jalani setiap aktivitas tidak hanya menjadi rutinitas belaka, berikan nilai tambah terhadap sesuatu yang kita kerjakan. Hidupkan segala potensi yang kita miliki, agar bisa berkembang secara maksimal. Mengambil istilan Steven R. Covey, asahlah selalu gergajimu. Niatkan dalam melakukan segala aktivitas untuk selalu belajar, karena ketika kita hidup untuk belajar maka kita akan belajar tentang hidup. SALAM SUKSES!!!
Selengkapnya...

e-book motivasi gratiss