<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284</id><updated>2011-12-11T01:35:16.335-08:00</updated><category term='Umum'/><category term='Motivasi'/><category term='Bijaksana'/><category term='Cerdas Emosi'/><title type='text'>Guntur Quote</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-2863163065222995968</id><published>2011-12-10T21:06:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T01:35:16.349-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>THE MAGIC OF FORGIVENESS</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FQl2pMDZ4m8/TuQ7Y5sH1MI/AAAAAAAAAyw/T06dHLGgVEo/s1600/forgiveness.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FQl2pMDZ4m8/TuQ7Y5sH1MI/AAAAAAAAAyw/T06dHLGgVEo/s200/forgiveness.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684733928637191362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memutuskan untuk tidak memaafkan berarti mengambil keputusan untuk menderita&lt;/span&gt;” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gerald G Jampolsky&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan tak mudah rasanya kita untuk melakukan tindakan memberi. Bila hal itu (memberi) dilakukan pun, pasti kita lihat-lihat dulu orangnya. Orang terdekat, saudara, teman lama atau siapa saja yang punya hubungan dekat dengan kita itu yang biasanya dapat prioritas pertama untuk kita beri. Itu saat kita berbicara mengenai pemberian berupa barang, uang atau mungkin kasih sayang. Nah bagaimana kalau yang akan kita beri adalah pemberian maaf, apalagi itu menyangkut seseorang yang telah melukai perasaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak mudah dan selalu tidak gampang untuk bisa memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita baik itu berupa ucapan atau tindakan. Yang tersisa pasti hanya rasa dendam untuk membalas atas apa yang semua yang sudah dilakukan, sehingga barulah kalau itu sudah tercapai, maka hati ini akan menjadi puas. Tapi pertanyaannya apakah lantas hati ini akan bisa damai apabila sudah balas dendam, lalu bila dendam itu tidak terlaksana, betapa gundahnya hati ini dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah perasaan itu pula yang saya rasakan ketika merasa dikhianati oleh seseorang yang sangat saya cintai. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perjalanan waktu sesudahnya, nyatanya tak bisa serta merta mengobati rasa luka di dada. Waktu yang kata orang menjadi obat dari segala pelipur lara, buktinya tetap tak berdaya bila ingat memori lama&lt;/span&gt;. Ada perasaan dendam yang mengemuka dan perasaan tak rela bila ternyata dia bahagia bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan dendam dan sakit hati itu tetap saja tumbuh subur sampai akhirnya saya dapat pencerahan lewat buku yang tak sengaja saya baca. Dari situ saya bisa mengetahui kenapa perasaan terluka dan sakit hati itu tak kunjung sembuh jua. Jawabannya itu karena kita &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;belum bisa memaafkan kejadian menyakitkan itu dengan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur logika bisa dijelaskan dengan memulainya dari kata lupa. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum alamnya, lupa itu sesuatu yang tidak kita sengaja&lt;/span&gt; (terjadi secara alami). Itu adalah fitrah manusia, atau dengan kata lain lupa itu hal yang manusiawi. Sedangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;melupakan berarti tindakan yang disengaja, atau men-sengaja-kan untuk lupa&lt;/span&gt;. Melupakan sama seperti melawan hukum alam. Itulah kenapa ketika kita ingin melupakan sesuatu atau seseorang,  justru bayangan itu akan semakin kuat tertanam di benak kita. Usaha seperti membakar surat cinta, foto atau benda-benda pemberiannya, dengan harapan bisa melupakannya, hasilnya tetap saja tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit hati dan dendam terhadap seseorang atau kejadian buruk  itu akan “sembuh” bila kita sudah memaafkan. Menerima kenyataan pahit tersebut dan kembali pada kehidupan yang normal, maka akan berangsur-angsur lupa pada kejadian itu. Inilah lupa yang terjadi secara alami. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memaafkan bukan berarti melupakan, dengan kita memaafkan kita akan berusaha menghilangkan “beban” yang kita alami karena kejadian pahit itu&lt;/span&gt;. Kejadian itu sendiri tidak perlu kita lupakan. Justru kita &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harus belajar banyak dari kejadian tersebut&lt;/span&gt;. Sehingga suatu saat nanti kita bisa menceritakan hal yang menyakitkan itu dengan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tanpa emosi &lt;/span&gt;dan santai atau bahkan dengan dengan menertawakan diri kita sendiri. Karena kita sudah tidak terpengaruh secara emosional dan sudah melepaskan ikatan emosi pada peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-2863163065222995968?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/2863163065222995968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/12/magic-of-forgiveness.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2863163065222995968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2863163065222995968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/12/magic-of-forgiveness.html' title='THE MAGIC OF FORGIVENESS'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FQl2pMDZ4m8/TuQ7Y5sH1MI/AAAAAAAAAyw/T06dHLGgVEo/s72-c/forgiveness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-5473148756783045809</id><published>2011-06-25T06:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T06:56:48.046-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>MENANG TANPA NGASORAKE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-XlyEvXosuzk/TgXoiT4RZYI/AAAAAAAAAyc/laOh9r9oM6A/s1600/menang%2Btanpa.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-XlyEvXosuzk/TgXoiT4RZYI/AAAAAAAAAyc/laOh9r9oM6A/s200/menang%2Btanpa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622155385991423362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap “note” yang saya tulis pasti tak akan jauh-jauh dengan apa yang sedang dirasakan, diamati dan diharapkan. Tulisan buat saya seolah catatan sejarah tentang apa saja yang sudah terjadi menimpa hidup. Tulisan juga merupakan penyemangat tentang apa saja yang akan saya hendak capai dalam hidup. Tulisan juga sebagai pengingat dan alarm, saat saya merasa ada sesuatu salah dalam hidup, saat jalan yang dilalui sudah keluar dari relnya. Saya berharap saat saya tak ingat (khilaf), orang lain yang sudah membaca tulisanku nanti yang mengingatkannya. Jadi tidak ada satu pun niat untuk menggurui, merasa lebih tahu atau sudah bisa melakukannya, ketika saya menulis tema tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti saat ini saya sedang rasakan suatu hal. Saya sedang merakan sindrom sukses-isme. Bangga dengan apa yang sudah diraih, sehingga mengecilkan proses dan menganggap orang lain lebih kecil atau kalah dari kita. Terlena dengan apa yang sudah didapat dan agak enggan untuk belajar karena merasa sedang berada dalam kesibukan, kesudahbisaan dan kesudahtahuaan (he ngawur bahasanya). Dalam bahasa yang indah penulis buku Brian Tracy menyebutnya sebagai jebakan intelektual, perasaan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah diraih dan enggan belajar lagi. Parahnya apa yang saya rasakan (jebakan intelkektual/jebakan kesuksesan) tersebut kadang menjadi dasar untuk merendahkan dan meremehkan pencapaian orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan adigung adiguna rasanya tidak bisa dilepaskan dari dari kata rendah hati. Karena kalau perasaan rendah hati itu ada, tidak mungkin kita terperosok ke dalam perasaan sombong itu. Ada falsafah jawa yang adi luhung mengatakan "Sugih tanpa bandha, Digdaya tanpa aji, Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake". Demikian warisan leluhur yang diturunkan oleh RM Pandji Sosrokartono kepada anak cucunya. RM Pandji Sosrokartono ( Lahir tanggal 10 April 1877 ) adalah putra Bupati Jepara yaitu RM Adipati Ario Sosroningrat, dan adalah kakak dari Pahlawan Wanita Indonesia RA Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menang tanpa ngasorake&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu point saja yang ingin saya comot dari falsafah hidup yang luar biasa itu yaitu menang tanpa ngasorake. Saya mengenal istilah ini dan bisa melihat bagaimana cara atau contoh melakukannya ketika sedang senang-senangnya melihat debat pemilu. Dalam banyak kesempatan, saya jujur jatuh cinta dengan sosok yang memikat hati ketika dia sedang berdebat. Sebut saja dia Anas Urbaningrum, cara dia menyampaikan argumen, mempertahankan pendapat dan menyerang lawan debat, jauh dari kata menyakitkan, dilakukan dengan santun. Dan kalau pun lawan debatnya sudah mulai terpojok, dia selalu membuka ruang untuk lawannya bisa bersembunyi dan tidak merasa malu.  Bukan personal orangnya yang ingin saya bahas melainkan ajaran apa yang sudah dia terapkan dalam melakukan debat, indah sekali rasanya bisa melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata falsafah jawa tersebut lahir jauh sebelum manajemen modern ada.  Hanya saja saya sendiri termasuk orang yang mengenal hal tersebut justru dari ajaran orang barat (mungkin karena saya sudah mengenal makanan Kentucky (KFC) sehingga melupakan makanan tempe bacem he3), adalah Dale Carnigie dalam sebuah karyanya “How to get friends and influence people”. Dia mengatakan “berikan kesempatan buat orang lain untuk menyembunyikan mukanya”.  Namun saya yakin banyak diantara kita (termasuk saya), terkadang ketika emosi dan marah kepada seseorang, ingin rasanya menumpahkan  semua sumpah serapah, ingin rasanya semua kejelekan dan aib orang tersebut kita buka. Biarlah dia tidak berkutik dan tidak ada kesempatan untuk menyembunyikan rasa malunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sejatinya, kita juga belum tentu lebih baik dari seseorang yang kita remehkan. Belum tentu sikap dan prilaku kita juga lebih baik dari apa yang kita tuduhkan ke mereka. Kalaupun ada perasaan kita bahwa kita merasa lebih di depan atau lebih dulu dari orang lain. Bukankan itu hanya masalah jarak dan waktu? Dengan percepatan, semangat dan motivasi yang kuat, rasanya kalau kita tidak mawas diri, akan sangat mudah buat orang lain untuk menyalip kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan dalam upaya pertama atau keberhasilan yang sudah digenggam, kadang membuat kita lengah dan terlena, sehingga akan mengerdilkan proses, dan menganggap semuanya sudah didapat dengan mudah. Kita sering tidak sadar bahwa, dunia akan cepat berputar, era akan cepat berganti. Kemampuan dan pengetahuan yang sudah kita dapat tidak akan relevan lagi dengan kondisi nanti.  Jadi siapa saja yang tidak siap untuk perubahan dan persaingan, merasa puas dengan apa yang sudah dicapai, maka siap-siaplah dia akan digusur oleh orang lain yang lebih siap dan sedang berlari untuk mengejar ketertinggalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, tulisan ini hanya sebagai instrospeksi buat diri sendiri agar tidak mudah lalai dan terlena. Apa yang sudah dicapai tidaklah berarti apa-apa bila kita merasa angkuh dan tidak menjadi manfaat buat orang lain. Bersyukur bila tulisan ini bisa mengingatkan banyak orang juga yang sedang dimabukan dengan keberhasilan karena mungkin, sudah mendapatkan pekerjaan impian, pasangan idaman, materi  dan harta yang didambakan.  Selayaknya itu semua tidak membuat kita buta dan besar kepala. Karena itu sifatnya hanya sementara. Tak ada yang istimewa saat kita sudah dipanggil Sang Empunya.  Wallahualam bisawab.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-5473148756783045809?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/5473148756783045809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/06/menang-tanpa-ngasorake.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5473148756783045809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5473148756783045809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/06/menang-tanpa-ngasorake.html' title='MENANG TANPA NGASORAKE'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-XlyEvXosuzk/TgXoiT4RZYI/AAAAAAAAAyc/laOh9r9oM6A/s72-c/menang%2Btanpa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8872879378528812612</id><published>2011-06-25T06:06:00.000-07:00</published><updated>2011-06-25T12:17:31.470-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Proud To Be a Salesman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-lb3EaVk_HRw/TgXeCcSpKGI/AAAAAAAAAyU/ztKmDAQoHwA/s1600/salesman.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-lb3EaVk_HRw/TgXeCcSpKGI/AAAAAAAAAyU/ztKmDAQoHwA/s200/salesman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5622143843377424482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salesman…hmm…pasti banyak diantara kita yang menyepelekan dan menganggap remeh profesi yang satu ini. Jauh kalah menterengnya dibandingkan dengan profesi yang lain seperti dokter, pengacara, konsultan, auditor dll.  Bagi mahasiswa yang baru lulus dan sedang mencari kerja, lowongan kerja sebagai tenaga penjual sangat dihindari. Paling tidak seperti itu pula yang aku rasakan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam berbagai kesempatan banyak perusahaan yang menjebak calon mangsanya dengan nama-nama pekerjaan yang cukup asing.  Seperti contoh dalam dunia perbankan kita mengenal istilah account officer, dunia farmasi mengenalnya sebagai medical representative, dalam perusahaan pembiayaan dikenal sebagai credit marketing officer, untuk perusahaan asuransi menyebutnya sebagai agen asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk salah seorang yang terkena jebakan itu…he3. Karena tadinya saya termasuk ke dalam kategori orang yang secara stereotif memandang sebelah mata pekerjaan sebagai seorang sales. Makanya dalam banyak pekerjaan yang saya coba lamar, prinsip kehati-hatian selalu saya jaga agar tidak salah ambil pilihan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti biasa, langkah awal selalu terasa berat untuk memulai sesuatu yang baru. Begitu pula yang aku rasakan saat pertama kali saat jadi sales. Beban target yang cukup besar dan pressure pekerjaan yang cukup kencang sempat membuat aku sedikit goyah dengan  profesi ini. Sampai pada akhir saya meyakini, bahwa ini profesi yang cukup menjanjikan dan mampu mengembangkan segenap potensi yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, dunia penjualan merupakan tempat yang cukup tepat untuk mengasah sikap mental, daya tahan terhadap tekanan, dan juga dalam mengelola kecerdasan emosi untuk bisa membina hubungan baik dengan banyak orang lain, baik itu teman sekantor maupun pelanggan.  Secara jenjang karir pun cukup jelas, dimana kinerja seorang sales bisa diukur dengan jelas dari pencapaian target yang dibebankan. Dari segi pendapat pun cukup menggiurkan karena penghasilan tidak hanya diperoleh dari gaji pokok, tapi penghasilan lebih besar didapat dari insentif, bonus, atau komisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan secara idealisme, profesi sales pantas dibanggakan juga. Bagaimana tidak, coba kita runut dengan analisa logika seperti ini, pendapatan negara sebagian besar diperoleh dari pajak, subyek pajak badan usaha member porsi yang cukup besar dibandingkan pajak yang dikenakan kepada individu. Dan dalam laporan keuangan perusahaan atau badan usaha, pajak diperoleh dari persentase (tarif pajak) di kali laba yang diperoleh. Laba sendiri diperoleh dari hasil selisih penjualan dikurangi biaya pokok dan biaya operasional lainnya. Jadi jelas lah sudah kalau penjualan menjadi pembentuk utama bagaimana laba bisa diperoleh. Dan kalau berbicara tentang penjualan, peran sales lah yang cukup dominan untuk transaksi itu bisa terjadi. Jadi seorang sales sebenarnya telah banyak memberi sumbangsih cukup besar pendapatan kepada negara walaupun secara tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, menghadapi ketatnya persaingan hidup di masa depan, rasanya tidak berlebihan kalau kemampuan menjual menjadi keterampilan yang cukup dibutuhkan. Yang pertama adalah kemampuan untuk menjual, artinya menjual produk apapun yang dipegangnya. Dan kalau pun kita tidak mempunyai hal tersebut, paling tidak kita bisa menjual kemampuan yang kita miliki, apapun profesi kita. Karena dengan kemampuan ini kita bisa menjadi dokter yang lebih banyak pasiennya dibandingkan dokter lain, pengacara yang lebih terkenal dari pengacara yang lain, auditor yang lebih handal dari auditor yang lain dan banyak lagi yang lainnya…Dan bagi saya menjadi sales salah satu cara untuk bisa hijrah dari kuadran kiri ke kuadran kanan..semoga dimudahkan….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8872879378528812612?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8872879378528812612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/06/pround-to-be-salesman_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8872879378528812612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8872879378528812612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/06/pround-to-be-salesman_25.html' title='Proud To Be a Salesman'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lb3EaVk_HRw/TgXeCcSpKGI/AAAAAAAAAyU/ztKmDAQoHwA/s72-c/salesman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-7261831986973821461</id><published>2011-03-04T05:53:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T18:13:59.911-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>Bahagia dan kaya, untuk siapa?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fhItZN9ckEE/TXDyU-ZTH4I/AAAAAAAAAx4/EMA5XO5Ljeo/s1600/01_BAHAGIA.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 181px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fhItZN9ckEE/TXDyU-ZTH4I/AAAAAAAAAx4/EMA5XO5Ljeo/s200/01_BAHAGIA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580226380472459138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Saat anda sedang dekat dengan seseorang, mana yang akan anda pilih, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"SESEORANG YANG MEMBUAT ANDA YAKIN BAHWA DIA ORANG HEBAT ATAU SESEORANG YANG MEMBUAT ANDA YAKIN BAHWA ANDA PUN ORANG HEBAT&lt;/span&gt;." Mana yang akan anda pilih? "&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya awali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;note&lt;/span&gt;  ini dengan ungkapan yang cukup menarik yang diucapkan oleh salah satu motivator Indonesia. Ucapan itu rasanya semakin kontektual dengan beberapa kejadian yang saya alami. Godaan untuk menunjukan siapa kita rasanya semakin kuat, apalagi saat kesuksesan kian mendekati kita. Rasanya ingin semua orang tau kalau kita ini orang hebat, punya harta banyak, jabatan tinggi. Tak puas rasanya kalau orang belum tau raihan kita. Dalam pribahasa sunda  "asa aing uyah kidul". Muaranya cuma satu, yaitu pengakuan dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tak sadar kalau ternyata apa yang kita lakukan, untuk menunjukan kelebihan kita ternyata tak jarang membuat orang lain merasa iri. Bahkan yang lebih parah justru membuat orang lain merasa inferior dengan dirinya sendiri. Imbasnya mereka akan merasa kalah dan tidak semangat lagi dalam hidup. Karena apa yang kita capai akan menjadi pembanding yang cukup sulit untuk disamai bahkan didekati. Lantas pertanyaannya buat apa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dong &lt;/span&gt;kesuksesan yang kita dapatkan dan kita bangga-banggakan selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita begitu menggebu untuk mengumpulkan banyak harta. Terobsesi untuk menaikan derajat dengan naik pangkat. Kalau ternyata apa yang kita dapatkan itu tidak berimbas atau tidak memberi manfaat buat banyak orang. Bukankah sejak dulu agama mengajarkan "khairunnas anfa'uhum linnas" bahwa sebaik baik manusia adalah yang banyak manfaatnya. Lalu buat apa harta yang banyak kalau tidak bisa membantu orang yang sedang kesusahan. Buat apa pangkat yang tinggi kalau ternyata tidak memberi dampatk positif buat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada salah dengan menjadi kaya. Dan tak ada yang keliru bila ingin bahagia. Yang jadi masalah adalah, sudahkah anda merencanakan untuk mengikutsertakan kebahagiaan orang lain dari kebahagiaan yang ingin anda capai? Dan dalam rencana kesuksesan, sudahkah anda memasukan rencana untuk membuat banyak orang sukses juga? Kalau belum...periksa kembali rencana anda. Karena bahagia dan kaya kalau hanya untuk sendiri.... buat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-7261831986973821461?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/7261831986973821461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/03/bahagia-dan-kaya-untuk-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/7261831986973821461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/7261831986973821461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2011/03/bahagia-dan-kaya-untuk-siapa.html' title='Bahagia dan kaya, untuk siapa?'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fhItZN9ckEE/TXDyU-ZTH4I/AAAAAAAAAx4/EMA5XO5Ljeo/s72-c/01_BAHAGIA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-3884848309281382540</id><published>2010-11-17T07:23:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T06:29:35.936-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>KESEMPATAN ITU MASIH ADA !!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/TOP7j274huI/AAAAAAAAAxY/CcU7vqptDUQ/s1600/hope.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/TOP7j274huI/AAAAAAAAAxY/CcU7vqptDUQ/s200/hope.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540548560056518370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Dalam bahasa Inggris kata kesempatan adalah opportunity, inisial huruf O di depan kata, bukannya tanpa makna, itulah kenapa dalam kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yesterday&lt;/span&gt; (kemarin) tidak terdapat huruf O, karena memang hari kemarin sudah berlalu, tak ada kesempatan lagi untuk dirubah, Berbeda dengan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Today&lt;/span&gt; (sekarang/hari ini), terdapat 1 huruf O, itu karena kita punya 1 kesempatan untuk yang harus dimanfaatkan, dan jangan takut, dengan berapa besarnya kesalahan yang kita perbuat kemarin dan hari ini, bila kita punya hari esok (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tommorow&lt;/span&gt;), itu karena kita punya banyak O (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;opportunity&lt;/span&gt;) untuk merencanakan dan melakukan perubahan”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalimat bijak itu tak sengaja aku baca di bbm-ku, karena saat itu masih pagi buta, makanya aku tak sempat mencerna maknanya, karenanya aku berlalu ke kamar mandi untuk melakukan hajatku. Penasaran dengan maksud kalimat itu, aku coba baca kembali isi bbm dengan seksama. Akhirnya aku tersenyum simpul, setelah aku pahami maksudnya dan setelah tau siapa yang mengirimnya. Pesan itu sengaja dikirim oleh bos-ku, sebagai “sarapan pagi”, sebelum aku berangkat kerja. Maklum saja sebagai seorang sales, aku dituntun untuk terus memelihara api semangat itu agar tetap membara. Karena kesempatan akan terbuka lebar saat ini dan esok hari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, aku pikir kalimat itu semakin kontektual dengan beberapa kejadian yang sering kita alami. Tak jarang kita tak bersemangat lagi, dan menyesali dengan apa yang sudah terjadi/apa yang sudah diperbuat. Seolah semuanya sirna gara-gara kita melakukan satu kesalahan dan kegagalan. Dunia seperti mau kiamat, matahari seakan tak akan terbit lagi, semua sinar pencerahan terhalangi oleh kesalahan yang sudah kita perbuat. Makanya tak heran ada diantara kita yang menyikapi kondisi ini dengan sikap putus asa dan penuh penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau kita benturkan apa yang kita alami dengan kalimat di atas. Tak ada alasan kita untuk patah semangat dan putus asa. Ya…hari kemarin..hanya sebuah kenangan, tak ada yang bisa kita rubah, seperti pepatah “nasi sudah menjadi bubur”. Tanpa kita sadari, kita ternyata masih punya hari ini, artinya kita punya kesempatan untuk melakukan perbaikan dari kesalahan yang telah kita perbuat. Dan tentunya terakhir kita harus tetap optimis dan semangat, untuk menyambut hari esok, karena yakinlah, akan banyak kesempatan yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyesalan dan ratapan saja tak akan membantu menyelesaikan apa-apa. Justru jadikan kegagalan hari kemarin sebagai batu loncatan untuk melakukan perbaikan diri. Bahkan John C Maxwell (Pakar Kepemimpinan Dunia) pernah berpesan jangan takut dengan banyaknya kegagalan yang kita alami, dia berceloteh ‘tak peduli berapa banyak susu yang anda tumpahkan, yang penting anda masih mempunyai sapinya” artinya selagi kita masih punya semangat dan optimisme kita akan bisa tetap survive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak hal, justru sering kita lihat, orang yang berhasil dan sukses. Orang yang sebelumnya banyak melakukan kesalahan dan kegagalan. Itu karena mereka mampu bangkit dari kesulitan itu. Seperti pepatah “nahkoda yang hebat, tidak akan lahir dari ombak yang tenang”. Artinya seseorang yang hebat dan menjadi pemenang adalah orang yang mampu mengatasi banyaknya kesulitan dan hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang penting dan tak boleh diabaikan adalah, ada kalanya semangat itu redup, bahkan padam, lalu bagaimana caranya agar itu menyala dan membara terus ? Salah satu caranya, yang coba saya resapi dari nasehatnya Pak Mario teguh “ jadikan diri anda bernilai pada orang-orang disekitar anda (orang yang kita cintai)”. Karena saat semangat kita mulai meredup, atau kita lagi dalam kondisi lemah….Maka merekalah yang akan menguatkan kita. Karena mungkin bagi dunia kita hanyalah seseorang, tapi bagi mereka, kitalah dunianya…..So bersemangatlah…..KESEMPATAN ITU MASIH ADA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-3884848309281382540?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/3884848309281382540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2010/11/kesempatan-itu-masih-ada_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3884848309281382540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3884848309281382540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2010/11/kesempatan-itu-masih-ada_17.html' title='KESEMPATAN ITU MASIH ADA !!!'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/TOP7j274huI/AAAAAAAAAxY/CcU7vqptDUQ/s72-c/hope.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-4512745228288155016</id><published>2010-06-07T09:03:00.001-07:00</published><updated>2011-03-04T06:29:07.987-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>JADILAH PRIBADI YANG MUDAH BERTEMAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/TA0ei9ESFpI/AAAAAAAAAwQ/U137VUq4oLg/s1600/ramah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/TA0ei9ESFpI/AAAAAAAAAwQ/U137VUq4oLg/s200/ramah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480069907436672658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah sedari dulu memang manusia disebut sebagai mahluk sosial. Pribadi yang membutuhkan bantuan orang lain untuk mencukupi kebutuhannya. Jika kita runut mulai dari awal, pas ketika kecil dulu, untuk sampai bisa menjadi berjalan sendiri, kita perlu bantuan orang tua. Dari mulai belajar merangkak, belajar makan, belajar mandi orang tua-lah yang membantu kita melakukan aktivitas tersebut, sampai pada akhirnya kita bisa melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita beranjak dewasa, dimana kebutuhan kita semakin komplek, maka tambah banyak pula kita dipaksa untuk berinteraksi dengan orang lain. Mungkin saat kita kecil, kita hanya bergaul dengan teman kecil kita satu komplek atau tetangga rumah. Tetapi menginjak sekolah dasar, kita berteman dengan jumlah yang lebih banyak, dan dengan banyak karakter. Begitu seterusnya saat kita kuliah sampai kerja kita dihadapkan dengan pergaulan dengan orang-orang yang lebih majemuk dari mulai berbeda suku, agama, budaya, bahasa, bahkan negara. Semakin luas ruang lingkup kita, entah semakin tinggi jabatan atau banyaknya orang yang dilayani, semakin banyak pula kita harus mengerti dan memahami karakter orang-orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan untuk bisa mudah bergaul dengan orang lain dan gampang mendapat teman, tidak serta merta turun dari langit sebagai sebuah bakat. Bahwa memang ada sebagian orang yang sejak kecil senang berbicara atau terlihat extrovert, itu tidak lantas menjadi penentu untuk bisa sukses dalam bergaul dan mempunyai banyak teman. Atau ada mungkin dari kita atau teman kita, yang sejak kecil sangat pendiam. Bicara hanya ketika ditanya, ngomong seperlunya, dan lebih banyak membisu. Lantas pertanyaannya apakah tipe orang model begitu bisa mudah bergaul dan mendapatkan banyak teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, yang namanya bergaul dan berteman pasti akan terjadi interaksi antara kita dengan orang lain. Dalam proses interaksi itu pasti ada komunikasi, baik verbal maupun non verbal. Komunikasi verbal erat kaitannya dengan ucapan, perkataan dan tutur bahasa yang kita gunakan, sedangkan non verbal berhubungan dengan bahasa tubuh dan gerak gerik tubuh kita saat komunikasi. Kecerdasan emosional menyebut itu sebagai keterampilan intrapersonal, keterampilan untuk membina hubungan baik dengan orang lain atau keterampilan yang digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu artinya apa?…artinya adalah yang namanya mudah bergaul, agmpang berteman dan memiliki acceptabilitas yang tinggi, itu semua adalah keterampilan. Bagaimanapun sulitnya, yang namanya keterampilan pasti bisa dilatih. Konteknya dengan pernyataan di atas, orang yang pendiam sekalipun, bila terus berusaha berlatih dan membuka diri untuk bisa menerima orang lain, pasti akan bisa mudah juga mendapatkan teman. Kemampuan membina hubungan baik dengan orang akan semakin baik seiring dengan banyaknya orang yang kita temui dengan berbagai macam karakternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai sekarang, jadilah pribadi menarik, yang kehadiran kita ditunggu oleh banyak orang lain. Pastikan ada sesuatu yang kurang kalau kita tidak bersama mereka, jadilah pribadi pembeda yang selalu membawa keceriaan dalam setiap pertemuan. Tunjukan kalau kehadiran kita bukan merupakan ancaman bagi mereka, tapi justru akan memberi manfaat dan keceriaan. Bukankah manusia terbaik juga yang banyak manfaatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah untuk menjadi pribadi yang menyenangkan. Pribadi yang senantiasa menyunggingkan senyum ketika bertemu. Ramah terhadap siapapun yang ditemui, hormat pada atasan dan yang lebih tua, pribadi yang asik untuk diajak untuk MKLL (Minum Kopi Lambat-Lambat), karena kalau tidak panas-panas pun orang lain akan cepat habiskan agar bisa meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, saya percaya, bahwa dalam hidup, untuk bisa mencapai sukses. Pada dasarnya kita sedang menunggu untuk ditemukan orang lain. Karena kenyataannya, tidak jarang sebuah deal bisnis, dan kerjasama dalam usaha terjadi lewat pergaulan dan pertemanan yang sudah kita jalin. Tentu sembari kita menunggu untuk ditemukan oleh orang lain, kita juga tidak henti-hentinya mengasah kemampuan dan potensi apapun keterampilan dan profesi kita sekarang. Bersiap-siaplah untuk menjadi, karena ganjaran bagi orang yang sudah siap….ya menjadi (jadi). Semangat Sukses Selalu!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-4512745228288155016?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/4512745228288155016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2010/06/jadilah-pribadi-yang-mudah-berteman.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4512745228288155016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4512745228288155016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2010/06/jadilah-pribadi-yang-mudah-berteman.html' title='JADILAH PRIBADI YANG MUDAH BERTEMAN'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/TA0ei9ESFpI/AAAAAAAAAwQ/U137VUq4oLg/s72-c/ramah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-6565266422605678763</id><published>2009-11-13T22:33:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T06:28:48.022-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>Bahagia Tanpa Syarat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sv5QSh992mI/AAAAAAAAAuE/xGAGoMnfgOk/s1600-h/fly_by_brvno1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 147px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sv5QSh992mI/AAAAAAAAAuE/xGAGoMnfgOk/s200/fly_by_brvno1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403844882177317474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tulisan ini saya mulai dengan cerita tentang seorang tokoh bernama Nasrudin. Pada suatu hari, Nasrudin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata Nasrudin sedang mencari jarum. Melihat Nasrudin yang sedang kebingungan, tetangganya merasa kasihan, akhirnya ia ikut membantu untuk mencari jarum tersebut. Tetapi setelah sekian lama mereka mencari, jarum itu tidak ditemukan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada penasaran, tetangganya bertanya “memang jarumnya jatuh dimana?”. Dengan enteng Nasrudin menjawab “jarumnya jatuh di dalam”. Lalu tetangganya bertanya lagi “kalau jatuhnya di dalam kenapa mencarinya di luar?”. Nasrudin menjawab dengan ekspresi tanpa dosa ”karena di dalam gelap, di luar kan terang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas bisa menjadi cermin bagi kita, seperti itulah yang sering kita lakukan untuk mencari kebahagiaan dalam hidup. Sering kali kita mencarinya di luar, sehingga akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Sedangkan daerah dimana kebahagiaan itu bias ditemukan justru luput  dari pantauan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering kita larut dalam perbandingan diri kita dengan orang lain. Yang Nampak seolah-olah adalah rumput halaman orang lain selalu lebih hijau. Seakan hati tidak terima kalau tetangga, teman atau saudara kita mendapatkan pencapaian yang lebih baik dari kita. Berat rasanya hati untuk bisa bahagia kalau melihat hal tersebut. Apalagi bila ingat masa lalu posisi mereka di bawah kita, baik secara intelektual dan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi satu hal yang berbahaya dan bisa menyebabkan seseorang susah bahagia maupun mencapai kesuksesan. David J Schwartz menyebutnya itu sebagai penyakit dalih, banyak diderita oleh orang yang tidak bahagia dan tidak sukses. Karena semakin banyak syarat yang kita tentukan untuk bahagia maka akan semakin sulit bagi kita untuk bahagia. Semisal, kita akan merasa bahagia kalau sudah punya rumah sendiri, sehingga kita bisa tenang untuk menempatinya. Nyatanya setelah kita punya rumah, kita juga tidak lantas bahagia karena kebahagiaan kita sudah berbeda lagi ukurannya. Begitu seterusnya sampai kita tidak pernah menemukan kebahagian karena syarat yang kita tetapkan terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal mungkin kebahagiaan itu tidak jauh dari diri kita, Cuma terkadang banyak orang tidak sadar dengan itu. Coba kita tengok akan diri kita sekarang!!! Apa yang kurang dari kehidupan kita sekarang? Hidup ditemani orang-orang yang sangat menyayangi kita. Ada orang tua yang bekerja keras banting tulang hanya untuk membahagiakan kita sebagai anaknya. Ada saudara yang akan membantu kita kalau kita mendapat kesusahan. Ada sahabat yang bisa kita ajak berbagi persoalan dalam hidup, seberat apapun itu. Dan bagi kita yang sudah punya amanah berupa anak, jaga dan rawat dengan baik, bukankah tawanya, candanya atau mungkin tangisnya bisa membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan semua itu menjadi sumber kebahagiaan kita. Merekalah tempat kita untuk kembali ketika kita dihadapkan kesulitan dalam hidup. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So&lt;/span&gt; mulai sekarang, bersyukurlah atas apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita, berupa orang-orang terbaik yang akan menemani kita. Mereka lebih berharga dari materi yang kita punya. Tak ada alasan lagi untuk tidak bahagia…optimislah anda memiliki semuanya….maka berbahagialah..&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-6565266422605678763?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/6565266422605678763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/11/bahagia-tanpa-syarat_13.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6565266422605678763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6565266422605678763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/11/bahagia-tanpa-syarat_13.html' title='Bahagia Tanpa Syarat'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sv5QSh992mI/AAAAAAAAAuE/xGAGoMnfgOk/s72-c/fly_by_brvno1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-4518428030004595699</id><published>2009-07-27T01:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T02:43:28.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>MENANTI KEAJAIBAN ITU TIBA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sm1qWBaoPhI/AAAAAAAAArk/7AFiIG0Khag/s1600-h/Pohon_Kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 128px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sm1qWBaoPhI/AAAAAAAAArk/7AFiIG0Khag/s200/Pohon_Kelapa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363059657837919762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keajaiban itu lahir dari ibu yang bernama kesulitan                                                                          dan ayah yang bernama upaya&lt;/span&gt;.” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mario Teguh&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir seluruh negara didunia saat ini sedang dilanda krisis ekonomi global. Krisis yang bermula dari negara adikuasa Amerika Serikat telah merusak stabilitas ekonomi dihampir seluruh negara. Layaknya seperti virus, krisis ekonomi ini cepat menyebar ke seluruh belahan penjuru dunia.  Indonesia pun tidak luput dari serangan ‘virus’ yang membahayakan ini. Bila ini tidak cepat diatasi, kondisi ini akan berpengaruh terhadap kesetabilan perekonomian kita. Pemerintah harus berupaya sekuat tenaga untuk bisa membendungnya, paling tidak, derasnya laju hantaman krisis ekonomi global bisa ditahan agar dampaknya tidak semakin parah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kondisi krisis, masyarakat lapisan bawah (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wong Cilik&lt;/span&gt;) akan menjadi pihak yang sangat terpukul apabila pemerintah gagal mengatasi kondisi ini. Carut marut yang selama ini meraka rasakan akan semakin bertambah pelik dengan datangnya krisis. Alih-alih bisa bisa keluar dari kemiskinan yang sudah dirasakan sejak lama, justru makin terpuruk oleh keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ekonomi di seluruh dunia memang sulit, tapi mari kita coba dari sudat pandang yang bisa lebih mencerahkan. Coba kita sedikit flashback pada masa-masa dimana kita dihadapkan pada kesulitan. Tentu kita masih ingat betul krisis ekonomi yang menimpa pada negara kita ditahun 1998. Tapi akhirnya lambat laun kesulitan itu bisa diatasi, dan kita bisa beradaptasi serta akhirnya keluar dari kondisi sulit itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Begitu juga dalam kehidupan pribadi, kita pernah berkali-kali menghadapi kesulitan dan ujian dalam hidup. Tapi coba kita lihat sekarang, kita masih ada dan masih berdiri kokoh dalam melewati setiap kesulitan yang datang. Selama matahari hari masih terbit dari timur dan tenggelam dari barat,  selama embun pagi masih menetes dipagi hari, dan selama raga ini masih bisa bernafas, kita masih mempunyai kesempatan untuk bisa merubah keadaan dengan semangat pantang menyerah dan berusaha untuk keluar dari kesulitan. Yakinlah bahwa sesungguhnya setelah kesulitan, pasti akan datang kemudahan. Mengutip ucapan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gede Prama &lt;/span&gt;“ketika kita sedang dilanda kesedihan, percayalah bahwa di ruang tamu ada yang sedang menunggu, yaitu kebahagiaan.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebetulnya ketika kesulitan datang, itu pertanda bahwa cara-cara yang kita gunakan sudah tidak tepat lagi. Karena kalau apa yang kita lakukan benar, pasti kita tidak akan bertemu dengan kesulitan itu. Kalau kita ikhlas dan sadar menerima itu berarti setiap kesulitan adalah perintah agar kita menyegerakan pembaharuan diri. Bagi orang yang melihat bahwa setelah kesalahan akan datang hukuman, maka kesulitan yang datang akan dianggap sebagai sarana untuk menghukum dirinya, dampaknya dia akan bersedih hati dan mengulangi kesalahannya. Tetapi bagi orang yang menganggap setelah kesalahan akan datang hadiah dari disadarinya kesalahannya, maka dia akan memperbaiki dirinya dengan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tuhan kadang menempatkan kita pada posisi yang sangat sulit, agar kita menyadari bahwa tidak ada yang sulit bagi Dia. Kita sering tidak berserah kepadaNya sampai kita tidak memiliki apa-apa. Dalam kondisi sulit yang dialami hampir seluruh negara di dunia, yakinlah itu hanya masalah yang bersifat statistik, dan ketika kita berbicara statistik, maka hitungannya akan rata-rata. Tapi dalam kondisi sesulit apapun yakinlah bahwa rejeki itu bersifat pribadi, apapun kesulitan yang kita alami dalam masalah ekonomi, kita harus tetap bersemangat dan berpikir positif, jadi disaat orang lain mengeluh, merintih, meratap dan menyalahkan kepada banyak hal, ini kesempatan kita untuk berdoa dan berusaha dengan keras, maka hal itu akan menjadi pembeda kita dengan orang lain di hadapan Tuhan. Sehingga dalam ekonomi yang sulit, rejeki kita tetap pribadi dan berbeda dengan orang lain, maka perbaikilah hubungan pribadi kita agar kita semakin dekat denganNya. Yakinlah bahwa ketika Tuhan berpihak pada kita, tidak ada yang tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena Tuhan akan memberi rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan hanya dengan upaya maka kita akan bisa merubah nasib maka mulai dari sekarang berusahalah lebih keras lagi. Pantaskanlah diri kita untuk bisa mendapatkan apa yang pantas kita dapatkan dengan cara melakukan hal-hal yang sekarang kita anggap kecil dengan kesungguhan yang besar. Dalam kondisi sesulit apapun cobalah berdiri lebih gagah, duduk lebih tegak, mengangguklah lebih anggun dan tersenyumlah lebih ramah. Kalau kita memilih menjadi pribadi yang pantas mendapatkan keajaiban, bukan hanya keajaiban itu yang akan datang pada kita, tapi kita akan menjadi pengundang keajaiban bagi diri dan lingkungan kita. Bila kita percaya maka kita akan melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-4518428030004595699?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/4518428030004595699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/07/menanti-keajaiban-itu-tiba.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4518428030004595699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4518428030004595699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/07/menanti-keajaiban-itu-tiba.html' title='MENANTI KEAJAIBAN ITU TIBA'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sm1qWBaoPhI/AAAAAAAAArk/7AFiIG0Khag/s72-c/Pohon_Kelapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-1086017525511408128</id><published>2009-06-01T02:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T02:44:05.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>HIDUPLAH DALAM KEHIDUPANMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sqtod37CJTI/AAAAAAAAAs0/uNUFljacrPY/s1600-h/happiness.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sqtod37CJTI/AAAAAAAAAs0/uNUFljacrPY/s200/happiness.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380509042261239090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam hidup ada kehidupan. Kita harus mampu menghidupkan kehidupan ini agar kita bisa benar-benar hidupdalam menjalani hidup kita. Setelah kita benar-benar hidup, kita dapat menghidupkan kehidupan orang lain sehingga hidup kita tidak sekedar hidup-hidupan&lt;/span&gt;.”Adi W. Gunawan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini saya mulai dengan untaian kata filosofis yang didapat dari salah satu buku best seller milik Adi W. Gunawan. Dia salah satu guru imajiner dari sekian banyak orang-orang hebat yang saya kagumi, dia sendiri senang menyebut dirinya sebagai Re-Educator dan Mind Navigator. Ucapan dalam buku dia tersebut jelas cukup menggelitik saya untuk bisa merenungkan kembali dan bertanya pada diri tentang apa itu hidup? Mengapa saya hidup? Untuk apa saya hidup?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mencoba menjawab pertanyaan tersebut di atas dengan menggunakan pendekatan akademis yang tersisa dari proses pendidikan di kampus dulu semasa kuliah, hasilnya ternyata masih belum bisa menjawab pertanyaan sesulit itu. Maklum selama dikampus dosen saya banyak mengajarkan tentang pengetahuan dan keterampilan teknis yang masih bersifat semu dan maya. Konsekuensi logisnya tidak mengherankan jika saya masih bingung dalam menghadapi dunia yang riil dan tidak jarang saya merasa terasing dengan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan yang ada sekarang masih belum mampu untuk bisa menghasilkan lulusan yang bisa menjawab pertanyaan diatas. Apalagi untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kualitas dan mental yang kuat, serta menghasilkan manusia-manusia yang bijak dan bisa bermanfaat buat sesama. Maka dalam kontek ini tidaklah mengherankan kalau Topatimasang (1998) mengatakan bahwa pendidikan tidak ubahnya seperti candu yang memabukan, membuat banyak orang terlena dan terbius sehingga tidak bisa mengenal realitas yang ada disekitarnya. Tentunya ini bertolak belakang dengan apa yang inginkan oleh salah satu tokoh pendidikan dunia yaitu Paulo Freire yang berpendapat bahwa tujuan akhir dari upaya proses pendidikan adalah memanusiakan manusia (humanisasi) yang berarti pemerdekaan atau pembebasan manusia dari situasi batas yang menindas dari kehendak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya pendidikan yang kita dapat selama ini belum mengakui sepenuhnya bahwa manusia itu sosok yang unik, artinya sosok yang satu akan berbeda dengan sosok yang lain. Buktinya untuk bisa mengukur kecerdasan seseorang masih saja menggunakan kecerdasan tunggal yaitu kecerdasan inteletual, dengan melihat dari ketrampilan menghitung, merinci, dan menganalisis. Tidak heran kalau nilai raport dan IPK (Indek Prestasi Kumulatif) menjadi ukuran kebanggaan yang mutlak bagi anak didik dan orang tua sehingga tidak jarang banyak yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hal inilah yang menyebabkan Adi W. Gunawan mengatakan dengan bahasa provokatif disalah satu artikelnya bahwa sekolah hanya dirancang untuk menghasilkan orang-orang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini, ternyata secara tidak sadar kita sering merasa minder dengan kelemahan yang dimiliki. Dan celakanya proses itu muncul dari interaksi dengan lingkungan terdekat kita. Lingkungan dalam keluarga, pertemanan dan sekolah sering menjadi titik awal rasa minder dan lemah itu muncul. Sebagai contoh kecil, ketika kita dulu sekolah pernah mengalami kesulitan dengan salah satu pelajaran, semisal bermasalah dengan pelajaran matematika. Ketidakmampuan kita dalam menyelesaikan soal-soal matematika membuat kita berpikir bahwa ”Akulah anak paling bodoh di kelas ini!” atau ”Akulah siswa yang pantas gagal!”. Bahkan tidak jarang ucapan yang bernada pengecilan terhadap kemampuan anak itu berasal dari orang tua dan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi di atas bila dipelihara terus akan sangat berbahaya, ini akan menyebabkan seseorang terpenjara mentalnya seumur hidup. Karena ketika persepsi ketidakmampuan kita terus dipelihara, bahkan didukung oleh lingkungan terdekat kita, maka lama kelamaan ini akan menjadi belief system yang akan mengakar kuat, sehingga pada akhirnya akan menempel dan mengendap pada alam bawah sadar kita. Keadaan ini akan membelenggu dan membenamkan setiap potensi besar kita untuk diaktualisasikan. Jelas kalau sudah pada tahap ini tidak mudah untuk “disembuhkan”. Memerlukan upaya yang cukup keras dan lumayan rumit untuk bisa mengembalikan pada kondisi semula. Ibarat sebuah komputer yang sudah terkena virus ganas, maka harus cepat-cepat diinstal ulang, dengan menghilangkan program-program lama diganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara masalah cerdas atau tidak cerdasnya seseorang, jawabannya mungkin ada pada hasil penelitian Howard Gardner, dia menemukan bahwa dalam diri seseorang terdapat kecerdasan majemuk, artinya terdapat beberapa kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Beberapa jenis kecerdasan tersebut adalah linguistic, logical-mathematical, bodily-kinesthetic, spatial-visual, musical, intrapersonal, dan interpersonal. Penemuan tersebut disempurnakan oleh Daniel Goleman dengan hasil penelitian yang cukup menggemparkan dan merubah tatanan nilai yang dianut serta dipercaya sebelumnya, dia mengatakan bahwa kecerdasan intelektual hanya berpengaruh 20% terhadap kesuksesan dalam hidup. Selebihnya itu ditentukan oleh kecerdasan lain yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional itu sendiri merupakan kemampuan untuk memahami diri sendiri sehingga bisa memahami orang lain dan bisa membina hubungan baik dengan orang lain. Kecerdasan inilah yang sangat dibutuhkan seseorang dalam menghadapi kesulitan dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja sangat disayangkan, karena banyak orang yang tidak mengetahui dan menyadari hal ini. Kelemahan yang kita miliki telah membutakan mata hati kita untuk mengali potensi dan kekuatan yang telah diberikan Tuhan pada kita. Kita sering fokus untuk membanding-bandingkan kelemahan kita dengan kelebihan yang dimiliki orang lain. Mengutip ucapan Mario Teguh bahwa ketika kita berfokus pada satu hal, maka kita akan tumbuh pada hal tersebut. Jadi ketika hanya berfokus pada kelemahan yang dimiliki hasilnya kita akan semakin menyesali diri dan merasa inferior. Sehingga ketika kesulitan datang, kita sudah buru-buru mengatakan bahwa kita tidak mampu, ini terlalu berat buat kita, ini tidak mungkin untuk diselesaikan. Ketika perasaan ini muncul, maka sebenarnya kita telah mati dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada ucapan indah diatas, ternyata banyak diantara kita belum benar-benar hidup dalam kehidupan, ini bisa dilihat dengan belum maksimalnya atau bahkan masih terkuburnya potensi besar dalam diri kita. Jelas ini tugas kita untuk bisa membangunkan setiap kemampuan terpendam yang masih tertidur, dengan harapan kita akan semakin merasa percaya diri dan bersyukur pada Tuhan karena telah diberi kemampuan sehebat ini. Sehingga tugas kita tinggal satu lagi, yaitu memberi manfaat dari kehadiran kita dengan membantu dan menolong orang lain untuk bisa menghidupkan kehidupannya. Karena ketika kita berhasil membantu orang dalam menemukan dan mengembangkan potensinya, maka kehadiran kita bisa memberi manfaat buat orang lain. Bukankah orang hebat dan terbaik itu, adalah orang yang paling bermanfaat. SALAM SUKSES !!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-1086017525511408128?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/1086017525511408128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/06/hiduplah-dalam-kehidupanmu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1086017525511408128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1086017525511408128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/06/hiduplah-dalam-kehidupanmu.html' title='HIDUPLAH DALAM KEHIDUPANMU'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Sqtod37CJTI/AAAAAAAAAs0/uNUFljacrPY/s72-c/happiness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-5839913267335751818</id><published>2009-04-05T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T02:42:49.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>SAAT KITA MERASA LEMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SqtrZC7EeZI/AAAAAAAAAs8/E9I_zdS-zIg/s1600-h/stres-pekerjaan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SqtrZC7EeZI/AAAAAAAAAs8/E9I_zdS-zIg/s200/stres-pekerjaan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380512257849719186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span&gt;Pernahkan anda mengalami perasaan letih dan tidak berdaya? Tentu perasaan tersebut bukan ditujukan untuk fisik kita melainkan untuk kondisi mental dan jiwa kita. Pertanyaan itu juga muncul dalam benak karena didasari oleh keyakinan bahwa setiap orang pasti pernah merasa atau berada dalam kondisi ini. Karena pentingnya menyikapi kondisi ini, maka saya terpanggil untuk menulis topik ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Adalah suatu hal yang biasa ketika manusia dalam hidupnya dihadapkan beberapa persoalan. Ada sebagian dari kita yang merasa putus asa dan tidak sanggup lagi menghadapi semuanya. Sehingga tidak jarang kita kehilangan semangat untuk hidup di dunia ini. Pikiran kita seolah tak mampu lagi untuk berpikir dengan jernih hanya sekedar untuk mencari solusi atas masalah yang belum menemukan titik temunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kondisi lemah akibat dari masalah yang belum terselesaikan sebenarnya adalah perintah bagi kita untuk melakukan upaya-upaya yang baru. Karena kalau tindakan atau apa yang kita kerjakan tepat, kita tidak akan mungkin bertemu dengan kesulitan ini. Anggapkan kesulitan yang datang sebagai petunjuk untuk dilakukannya tindakan dan cara-cara yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Kadang kita tidak sadar bahwa pada saat kita berada dalam kondisi sulit, itu sebenarnya kita semakin didekatkan dengan datangnya keajaiban. Bukankah keajaiban itu datang dari ibu yang bernama kesulitan dan ayah yang bernama upaya. Karena itulah jadikan setiap kesulitan yang datang untuk dijadikan lecutan agar kita bersemangat lagi dalam melakukan upaya. Karena saat itulah keajaiban itu semakin dimungkinkan oleh yang Maha memungkinkan untuk terjadi. Karena kalau menurut Dia jadi maka jadilah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sebenarnya persoalan akan semakin mudah bila kita hanya mengambil posri yang bisa kita lakukan, selebihnya serahkan semuanya ke Tuhan. Biar dia yang mengambil alih semuanya, kita hanya diwajibkan untuk berusaha. Tetapi kita harus berhari-hati dengan kualitas usaha kita, jangan sampai kita hanya terjebak pada kata usaha, tanpa menghiraukan kualitas dari usaha yang kita lakukan. Bukankan ada janji Tuhan bahwa upaya merupakan pengubah nasib. Maka lakukan setiap upaya dengan keras dan sepenuh hati sehingga itu bisa menjadi tanda buat Beliau untuk menjawab doa kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Perjalanan kehidupan sudah membuktikan bahwa banyak orang-orang besar yang tumbuh dari kesulitan hidup. Kuncinya mereka tidak menyerah pada nasib yang ada. Mereka tidak pernah mengeluh dengan kondisi yang ada, karena mereka melihat ada banyak harapan untuk hidup lebih baik bila berusaha dengan baik, tanpa harus mengandai-andai mendapatkan bantuan dari langit, jadi anak orang-kaya, terlahir di kaum bangsawan atau apapun itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sekarang lihatlah ke langit, mintalah untuk diberi kekuatan dan kewenangan untuk bisa melewati setiap kesulitan yang ada. Mintalah bahu yang kuat untuk menanggung beban yang lebih berat lagi, jadilah bahu yang kuat untuk menanggung kehidupan banyak orang. Sehingga ketika kesusahan itu datang, akan ada banyak orang yang memberi semangat dan mengharapkan kita untuk bangkit lagi. Sehingga ketika kondisi letih dan lemah pun ada banyak orang yang akan menjadi topangan dan sandaran untuk kita semangat lagi. Selamat Mencoba Ya….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-5839913267335751818?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/5839913267335751818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/04/saat-kita-merasa-lemah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5839913267335751818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5839913267335751818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/04/saat-kita-merasa-lemah.html' title='SAAT KITA MERASA LEMAH'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SqtrZC7EeZI/AAAAAAAAAs8/E9I_zdS-zIg/s72-c/stres-pekerjaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-3682757760693909248</id><published>2009-02-23T20:24:00.000-08:00</published><updated>2009-09-12T02:38:32.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>KENAPA HARUS BERUBAH???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SatZyULZodI/AAAAAAAAAe0/wXeJz8Feok8/s1600-h/change.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SatZyULZodI/AAAAAAAAAe0/wXeJz8Feok8/s200/change.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308435306731119058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelum mengambil judul ini, saya sempat tersenyum kecil, maklum judul ini mengingatkan saya dengan judul sinetron yang dulu pernah diputar di SCTV. Kenapa Harus Inul??? Itulah sinetron yang pernah melambungkan nama Inul sebagai pedangdut kesohor. Terlepas dari banyak kontroversi yang sempat menghampirinya, toh ending ceritanya kita sudah tahu semua bagaimana inul sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan masalah pribadi inul yang akan saya bahas disini. Hanya untuk mencoba mengkorelasikan antara masalah yang akan saya bahas dengan kondisi riil yang pernah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bila melihat kasus di atas, sebenarnya inul lah yang telah merubah kondisi wajah “dangdut” Indonesia menjadi sekarang ini. Dan semua tahu bahwa walaupun kondisi ini menyebabkan banyak kontroversi muncul disana sini, tapi toh akhirnya musik dangdut kita sudah mulai bergeser haluan. Itulah salah satu contoh perubahan, terlepas orang menilainya itu baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah perubahan, pertama kali muncul tidak jarang menimbulkan protes dan perdebatan. Bagi orang yang sudah merasa nyaman dengan kondisi dan sistem yang ada, untuk bisa menerima perubahan sangat sulit. Karena meraka sudah terlampau asyik dengan zona kenyaman yang mereka rasakan, walupun mungkin zona nyaman itu sendiri tidak selalu membuat nyaman. Adakalanya zona ini hanya sebatas kondisi yang sudah mereka ketahui, dan hanya karena mereka sudah tahu inilah sehingga membuat mereka enggan untuk beranjak dari tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan selalu ditandai dengan perubahan. Kita bisa melihatnya pada diri kita sendiri. Dulu sewaktu masih bayi, hidup kita tergantung pada orang lain. Kemudian kita menjadi seorang anak yang belajar jalan dan sesekali terjatuh, lalu berlari dengan kedua tangan dan kakinya. Setelah itu menjadi sosok dewasa yang akan menghadapi bermacam-macam persoalan dalam hidup. Kadang kita tertawa dan senang, kadang hidup susah dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan adalah pertanda kehidupan. Dalam realitas sosial perubahan sering ditandai dengan adanya ketidaknyamanan atas kondisi sekarang, perubahanan juga selalu menghadirkan asa. Indonesia sempat mengalami seperti itu beberapa kali, salah satunya adalah pada tahun 1998. Ketidaknyaman dengan kondisi yang ada menyebabkan sebagian orang, terutama mahasiswa, menjadi motor dan agen perubahan dalam era reformasi. Walaupun kondisi tersebut harus dibayar mahal dengan matinya beberapa mahasiswa yang tertembak peluru serta kerugian material yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan juga menimbulkan harapan. Meski kadang menakutkan, perubahan ini tentu menjanjikan ekspektasi. Adanya harapan untuk mencapai hidup yang lebih baik yang menyebabkan seseorang berani meninggalkan kondisi lama menuju kondisi yang baru. Tentu walaupun kadang mahal bayarannya, artinya ada banyak rintangan, tantangan serta pengorbanan yang tidak sedikit, tapi tidak membuat sebagian orang gentar. Karena perubahan selalu memberi warna tersendiri dan memberikan iming-iming yang cukup menarik untuk digapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita bertanya apakah kita masih harus berubah, bila merasa apa yang kita imiliki sudah sesuai dengan yang diinginkan, lalu buat apa perubahan itu?? Masih perlukah?? Jawabannya adalah tentu masih perlu, justru inilah yang dinamakan paradok dari perubahan, dimana perubahan harus dilakukan bukan pada saat kritis, tapi perubahan harus dilakukan pada saat kita sedang berada di atas atau di dalam kondisi yang baik. Agar kita bisa tetap mempertahankan bahkan meningkatkan kondisi dan posisi tersebut tersebut. Karena kalau tidak bisa adaptif dengan perubahan, maka kita akan terseret oleh perubahan tersebut. Jangan sampai ucapan Jim Collins terjadi pada kita, dalam studinya ia pernah mengatakan “Good is the Enemy of Great” bahwa kondisi yang baik (good) adalah musuh yang sering menghalangi kita untuk berevolusi dan memasuki kondisi yang lebih baik (great). Semoga tidak terjebak ….Salam Sukses!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-3682757760693909248?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/3682757760693909248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/02/kenapa-harus-berubah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3682757760693909248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3682757760693909248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/02/kenapa-harus-berubah.html' title='KENAPA HARUS BERUBAH???'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SatZyULZodI/AAAAAAAAAe0/wXeJz8Feok8/s72-c/change.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8544010222687425326</id><published>2009-01-16T18:03:00.000-08:00</published><updated>2009-09-12T02:39:36.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>SEMANGAT ITU HANYA SESAAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SXFTHFomL6I/AAAAAAAAAdU/fElMWP2tGBc/s1600-h/tahun-baru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SXFTHFomL6I/AAAAAAAAAdU/fElMWP2tGBc/s200/tahun-baru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292102418373685154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sengaja saya menahan hasrat untuk tidak menulis dulu artikel ini di awal bulan januari, sampai saya menemukan suasana hati yang cocok untuk bisa dijadikan landasan dalam tulisan kali ini. Di tengah gegap gempita dan gemuruh suasana tahun baru, ingin rasanya saya larut dalam euforia kesenangan hanya sekedar untuk merayakan detik-detik pergantian tahun. Tak tergambar rasanya semangat yang membara yang menyelinap dalam dada kala itu, guna menyongsong tahun baru, walaupun banyak orang bilang tahun ini merupakan tahun krisis. Tapi &lt;em&gt;toh&lt;/em&gt; hal ini tidak menyurutkan banyak orang (termasuk saya) untuk tetap optimis menyambut tahun baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu mengapa ada perasaan &lt;em&gt;sumuringah&lt;/em&gt; menjelang datangnya tahun baru, ada semangat baru yang mampir dalam diri untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih dari tahun sebelumnya. Beberapa impian, target dan resolusi pun kembali digulirkan untuk bisa dicapai. Walaupun secara tidak sadar ternyata ada beberapa janji lama yang ingin dilakukan, yang sekarang masuk lagi dalam agenda tahun berjalan. Pantas saja kalau Mario Teguh bilang “kadang kita yang menyambut tahun baru ini dengan kesungguhan baru tapi masih dengan janji lama”. Sebagai contoh berapa banyak orang yang berjanji ingin berhenti merokok tapi sampai sekarang tidak bisa. Bahkan yang lucu saya pernah mendengar ada yang berkomitmen untuk mengurangi merokok, lalu dimana letak kesungguhannya kalau janjinya saja  masih setengah-setengah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang merayakan tahun baru, hanya merayakan harinya saja. Tanpa pernah berpikir untuk merubah kemampuan yang dimiliki. Tidak ada transisi mental yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi kesulitan hidup yang semakin komplek. Banyak yang terjebak ke dalam kegembiraan sesaat, dan melupakan permasalahan untuk sementara waktu hanya untuk menyambut tahun baru. Konsekuensinya tidak jarang banyak orang menyambut tahun baru hanya bermodalkan sedikit semangat dan masih dengan kemampuan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemeriahan tahun baru ternyata tidak berlangsung lama, semangat yang menggelora pun ternyata lenyap tak ketahuan batang hidungnya, ketika kita sudah dihadapkan dengan permasalahan hidup sehari-hari. Semangat kemeriahan tahun baru seolah tak membekas sedikit pun dalam menghadapi hari hari selanjutnya. Rencana, impian dan angan-angan yang sempat disemaipun menguap begitu saja tertelan dalam rutinitas harian yang menjemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas kenapa semangat dalam diri ini hanya mampir sebentar ?, seperti halte yang dijadikan tempat peristirahatan sementara untuk menunggu bus datang. Kemana teriakan penuh semangat dan nyaringnya bunyi terompet yang kemarin hadir menyeruak pada saat detik-detik tahun baru, lantas kemana hilangnya optimisme yang menggunung waktu itu….Sedemikian besarkah angin yang meniup, sampai-sampai semuanya tersapu begitu saja. Dimana letak kesalahan dari semua ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa harus menanya rumput yang bergoyang pun, harusnya kita bisa mengidentifikasi kekeliruan yang kita lakukan saat merayakan tahun baru tersebut. Ingatkah kita ketika melakukannya dengan kemeriahan dan bersenang-senang serta menghamburkan banyak uang hanya untuk satu malam. Tidak kah kita mencoba untuk introspeksi diri, tentang apa saja yang sudah dilakukan kita ditahun sebelumnya. Pernahkah kita berpikir untuk merinci apa-apa saja yang sudah kita kita kerjakan, dan menghitung berapa banyak yang belum kita dapatkan. Atau yang lebih jauh lagi, sudahkan kita merancang strategi apa yang akan diterapkan untuk bisa mencapai target di tahun baru. Bukan malah larut dalam kemeriahan dan hingar bingar pesta tahun baru. Jelas saja tidak ada nilai-nilai yang bisa kita dapatkan, lebih-lebih solusi yang kita butuhkan. Bukan kah yang terpenting dalam hidup adalah bagaimana kita memaknai setiap proses yang kita jalani. Tidak penting kegagalan dan kesuksesan itu datang, karena yang jauh lebih penting adalah bagaimana memaknai hal tersebut, serta bagaimana membuat hal tersebut menjadi media pembelajaran buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat itu harusnya masih ada, ketika ada sebuah dorongan yang besar untuk mencapainya. Mirip seperti slogan salah satu partai peserta pemilu, tapi kita plesetkan sedikit sehingga bunyinya &lt;strong&gt;“semangat itu masih ada”&lt;/strong&gt;. Terus bagaimana cara menumbuhkannya? Ada dua cara yang bisa kita coba untuk dilakukan. Yang pertama, bayangkan anda akan sangat bahagia bila apa-apa yang menjadi keinginan kita itu tercapai. Dan yang kedua, banyangkan juga apabila impian-impian kita ditahun baru ini tidak tercapai. Dan jangan lupa pastikanlah setiap apa-apa yang kita lakukan dan kita capai, semuanya bisa memberi nilai tambah buat orang lain.  &lt;em&gt;Sehingga kalaupun ada ketakutan yang datang, pastikan kalau ketakutan itu bukan karena kita takut akan kekurangan diri sendiri, tetapi takutlah karena apa yang kita lakukan dan kita dapatkan tidak bisa melebihkan bagi orang lain&lt;/em&gt;…Salam Super&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8544010222687425326?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8544010222687425326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/01/semangat-itu-hanya-sesaat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8544010222687425326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8544010222687425326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2009/01/semangat-itu-hanya-sesaat.html' title='SEMANGAT ITU HANYA SESAAT'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SXFTHFomL6I/AAAAAAAAAdU/fElMWP2tGBc/s72-c/tahun-baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-6784174240001659335</id><published>2008-12-25T19:19:00.000-08:00</published><updated>2009-09-12T02:47:41.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>Guru baruku yang sederhana</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SVRPF8RM2yI/AAAAAAAAAcY/LmOtKZOnA6k/s1600-h/gede+prama.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SVRPF8RM2yI/AAAAAAAAAcY/LmOtKZOnA6k/s200/gede+prama.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283935226308647714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Entah mengapa akhir-akhir ini saya sangat &lt;em&gt;gandrung&lt;/em&gt; sekali dengan tulisan-tulisan Gede Prama. Dia adalah seorang Presiden Direktur dari Dynamics Consulting yang sebelumnya pernah menjadi CEO perusahaan jamu terkemuka di Indonesia, yang sekarang ini “mengasingkan” diri di tempat yang dia sebut sebagai Pulau Kedamaian yaitu di Bali. Sebenarnya saya sudah familiar dengan dia semenjak masih kuliah dulu, setiap saya pergi ke toko buku, tidak jarang saya menemui karya-karyanya, cuma tidak tahu kenapa, baru sekarang saya tertarik untuk membaca tulisan-tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah proses pencarian saya dalam menemukan sebuah titik kebahagiaan dalam hidup yang akhirnya mengantarkanku bertemu dengan filosofi-filosofi dia tentang kebahagiaan. Saat diri ini terpacu untuk mengejar sesuatu yang bersifat duniawi, sampai akhirnya terjebak dalam rimba kesesatan materialisme, dan ketika diri ini merasa ada sesuatu yang hampa, ternyata tulisan Beliau mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan menggantung, yang selama ini belum terjawab dalam literatur ilmiah yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan adalah kata yang sering didengung-dengungkan pak Gede dalam setiap ucapannya, sesuatu sikap yang sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan, tapi pada praktek nya begitu sulit untuk dijalani. Konsep hidup sederhana ini bukan berarti kita harus &lt;em&gt;pelit, terlalu irit, kikir, medit,buntut kasiran &lt;/em&gt;atau apapun istilahnya. Kesederhanaan dalam hidup adalah kesediaan untuk menjalani hidup apa adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi, tidak ada yang dilebih-lebihkan dan tidak ada yang perlu digengsi-gengsikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep kesederhanaan ini akan &lt;em&gt;matching&lt;/em&gt; dengan konsep teori ekonomi yang mengatakan bahwa adanya kelangkaan (&lt;em&gt;scarcity&lt;/em&gt;) yang diakibatkan oleh besarnya keinginan (&lt;em&gt;want&lt;/em&gt;) yang tidak terbatas dibandingkan dengan sumberdaya (&lt;em&gt;source&lt;/em&gt;) yang terbatas. Inilah yang menyebabkan timbulnya harga ekonomis yang melekat dalam setiap sumberdaya yang dibutuhkan. Kesederhanaan akan menjadi jembatan  yang memadai untuk menghubungkan antara rezeki yang kita terima dengan keinginan yang ingin terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dan pengalaman yang mengharuskan kita meniti tangga kehidupan dari bawah, harusnya membuat kita akan sering ingat akan pentingnya kesederhanaan hidup. Bagi yang memulai kehidupan dari bawah, akan ada makna yang dalam dan rasa syukur yang tak terhingga, ketika dulu masih bergelantungan di bus kota, ternyata sekarang sudah punya motor atau bahkan punya mobil, yang mungkin bagi sebagian anak orang kaya, hal itu hanya sebatas rutinitas yang hambar tanpa ada rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya berharap jangan sampai apa yang ditulis Deana Rick dan rekan di Personal Excellence terjadi pada kita, “&lt;em&gt;having too much can actually be a hindrance to an attitude of gratitude because, in reality, you can not appreciate what you have, if you have too much&lt;/em&gt;“. Yang pada intinya, memiliki kekayaan yang terlalu banyak sering mengurangi rasa syukur. Sebab, penghargaan terhadap rezeki sering menurun sejalan dengan semakin banyaknya uang yang dimiliki. Semoga kita terhindar dari hal-hal yang bisa mengurangi rasa syukur kita terhadap apa yang sudah dimiliki, sehingga akan selalu ada godaan dalam diri ini untuk menolong sesama, bila ada kemampuan untuk melakukannya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-6784174240001659335?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/6784174240001659335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/12/guru-baruku-yang-sederhana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6784174240001659335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6784174240001659335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/12/guru-baruku-yang-sederhana.html' title='Guru baruku yang sederhana'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SVRPF8RM2yI/AAAAAAAAAcY/LmOtKZOnA6k/s72-c/gede+prama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-2634976382821296191</id><published>2008-12-05T23:05:00.000-08:00</published><updated>2009-09-12T02:48:35.809-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>Menjadi Kaya dengan Bersyukur</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/STol-LDOBmI/AAAAAAAAAbQ/wXZ0XhBC7_g/s1600-h/bersyukur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 162px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/STol-LDOBmI/AAAAAAAAAbQ/wXZ0XhBC7_g/s200/bersyukur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276571663466366562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hidup kita sering berfokus pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Contoh yang sederhana semisal kita sudah mempunyai sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik, tapi pikiran kita masih saja merasa kurang. Pikiran kita sering dipenuhi dengan beban dan berbagai target yang ingin dicapai. Kalaupun apa yang kita inginkan dan cita-citakan tercapai, anehnya kita “tidak merasa puas”, kalau pun ada rasa puas paling hanya sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi kecederungan kita untuk membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita sering membandingkan kelemahan kita dengan kelebihan orang lain. Sehingga semakin merasa inferior-lah diri kita. Bila melihat teman, tetangga atau orang lain yang punya kehidupan lebih baik, kita sering merasa iri hati melihatnya. Apalagi bila melihat teman kita yang penghasilannya lebih tinggi, padahal dulunya sama dengan kita, atau bahkan dibawah kita, akan menambah rasa sesak saja di dada ini. Sehingga tidak jarang kita sering gonta-ganti pekerjaan hanya untuk kelihatan hebat dimata orang lain. Tanpa peduli apakah yang kita kerjakan baik untuk kehidupan kita atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memaknai arti bersyukur ini, ada cerita yang saya ambil dari tulisannya Pak Gede Prama yang sangat menarik untuk kita simak. "Suatu hari, Nasrudin lari terbirit-birit menemui gurunya. Begitu berjumpa, tanpa permisi ia langsung minta tolong: ‘Tolong guru rumah saya jadi neraka. Ada istri cerewet, mertua yang banyak maunya, putera-puteri beserta sepupu-sepupu mereka yang ribut lari ke sana ke mari. Apa pun yang guru sarankan akan saya lakukan, asal nerakanya hilang surganya datang’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakin Nasrudin akan memenuhi janji, gurunya pun bertanya: ‘Apakah kamu punya binatang peliharaan?’. Dengan gesit Nasrudin menyebut ada empat angsa, enam ayam, tujuh kambing, delapan kelinci, serta sejumlah burung. Karena itu, sang guru menyuruh Nasrudin memasukkan semua binatang peliharaan ke dalam rumah, semua manusia juga harus ada di dalam, kemudian tutup pintu dan jendela rapat-rapat. Selama sebelas hari tidak boleh ada satu pun manusia atau binatang yang keluar dari rumah.&lt;br /&gt;‘Tapi, tapi….’, sahut Nasrudin dengan nada gugup. Dengan sigap gurunya menjawab: ‘Jangan lupa kamu sudah janji!’. Dan terpaksalah Nasrudin kembali ke rumah melaksanakan perintah gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas hari kemudian, Nasrudin datang dengan langkah yang jauh lebih kacau dari sebelumnya. ‘Toloong guru, tolong, jangankan manusia, bahkan kambing pun sudah mau gila sebelas hari di dalam rumah’. Dengan tersenyum bijaksana gurunya berucap: ‘Sekarang keluarkan semua binatang, bergotong royong penuh gembiralah, bersihkan rumah’. Dan beberapa waktu kemudian, Nasrudin mendatangi rumah gurunya dengan wajah ceria: ‘Terimakasih guru, rumahnya sudah jadi surga!’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cerita manusia dari dulu hingga sekarang. Banyak rumah kehidupan yang berubah jadi neraka karena saling benci dan saling memarahi. Dan ternyata menemukan surga hanya persoalan memilih pembanding yang tepat. Bila pembandingnya tepat (dalam kisah Nasrudin pembandingnya rumahnya yang penuh binatang), surga terbuka. Jika pembandingnya selalu yang serba lebih (lebih kaya, lebih cantik, lebih terkenal, lebih bijaksana) maka surga pun tidak pernah terbuka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Akhirnya, hidup ternyata persoalan sikap. Surga maupun neraka ternyata hasil ikutan dari sikap. Bila sikapnya keluhan dan kekurangan maka neraka yang terlihat. Jika sikapnya bersabar dan bersyukur maka surga yang tampak. Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena rasa syukur merupakan kualitas hati yang tertinggi dan merasa cukup merupakan harta terbesar kita&lt;/strong&gt;. Salam Sukses!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-2634976382821296191?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/2634976382821296191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/12/menjadi-kaya-dengan-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2634976382821296191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2634976382821296191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/12/menjadi-kaya-dengan-bersyukur.html' title='Menjadi Kaya dengan Bersyukur'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/STol-LDOBmI/AAAAAAAAAbQ/wXZ0XhBC7_g/s72-c/bersyukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-2480847736281302376</id><published>2008-11-28T20:22:00.000-08:00</published><updated>2009-09-12T02:49:36.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>SEDERHANA SEBAGAI SEBUAH PILIHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/STDGUhEgNbI/AAAAAAAAAaE/fdPBPFIu-BI/s1600-h/sederhana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/STDGUhEgNbI/AAAAAAAAAaE/fdPBPFIu-BI/s200/sederhana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273933219427792306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu bentuk paradok yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah kenyataan bahwa menjalani hidup sederhana (yang seharusnya mudah) justru paling sulit dilakukan (&lt;em&gt;The simplest is the most difficult&lt;/em&gt;). Padahal kenyataannya konsep hidup sederhana lebih mudah untuk dilaksanakan dan lebih membawa ketenangan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sederhana bukan brarti hidup susah, senang menderita, atau meninggalkan kesenangan dunia akan tetapi sederhana brarti konsep hidup yang mengerti mana &lt;strong&gt;kebutuhan dan mana keinginan&lt;/strong&gt;. Disinilah kita harus cerdik dalam mengidentifikasi dan memilah antara sesuatu yang memang “real” sebagai kebutuhan, dan mana sesuatu yang itu hanya bisikan dari “nafsu” keinginan sesaat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti saat kita lapar, maka kita butuh sesuatu untuk kita makan, bila hal ini dibenturkan dengan kontek kebutuhan dan keinginan, maka bila kita bertindak sesuai dengan kebutuhan mungkin cukup dengan makan nasi putih dengan lauk pauk yang sederhana tapi bergizi seperti tempe, tahu atau telur. Tapi bila kita bertindak menurut keinginan hati, mungkin kita akan pergi ke restoran yang mahal yang menyediakan berbagai menu yang sangat mahal. Tidak jarang banyak diantara kita yang menghabiskan penghasilan bulanan hanya untuk memenuhi gengsi agar bisa dipuji dan dihormati orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau kita mau belajar banyak pada orang-orang besar yang sampai sekarang namanya masih harum walaupun jasadnya sudah tiada, mereka senantiasa bersikap hidup sederhana walaupun harta mereka sangat melimpah. Tentu salah satu contoh yang paling monumental adalah Albert Nobel. Penemu dan pemilik lebih dari dari 300 hak paten berbagai penemuan teknologi baru. Royalti dari hak patennya membuat dia mempunyai penghasilan yang besar dan menjadi kaya raya. Tapi ternyata tak satupun hartanya dia wariskan ke ahli warisnya ataupun digunakan untuk foya-foya, sebaliknya ia berikan seluruh harta kekayaannya untuk Nobel Foundation, pemberian hadiah Nobel untuk para ilmuwan dunia yang berhasil meraih prestasi gemilang. Pilihan hidup sederhana itulah yang menjadi kunci bagi dia untuk selalu dikenang dunia sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan tersebut saya mengajak para generasi muda yang mungkin sepuluh atau dua puluh tahun mendatang menjadi pejabat pemerintahan, entrepreneur sukses atau pebisnis yang kaya, untuk selalu memilih sikap sederhana sebagai suatu pilihan dalam hidup. Dan sederhana disini jangan disalah artikan sebagai pilihan untuk serba kekurangkan atau mencoba “mengkurangkan diri” tapi memposisikan sederhana sebagai sikap untuk melakukan atau memenuhi sesuatu dengan sewajarnya, bukankah Tuhan juga tidak suka yang berlebihan. Tapi saya tetap menyarankan untuk berusaha menjadi orang kaya, jadi orang super tapi tetap sederhana dalam bersikap. Semakin kita berkelimpahan secara materi, semakin bermanfaat harta kita dan semakin banyak orang yang akan teruntungkan dari dari kondisi kita. Mulai sekarang,…bersederhanalah dalam hidup, karena dalam kesederhanaan, kita tidak akan kehilangan identitas…SALAM SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-2480847736281302376?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/2480847736281302376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/11/sederhana-sebagai-sebuah-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2480847736281302376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2480847736281302376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/11/sederhana-sebagai-sebuah-pilihan.html' title='SEDERHANA SEBAGAI SEBUAH PILIHAN'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/STDGUhEgNbI/AAAAAAAAAaE/fdPBPFIu-BI/s72-c/sederhana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-2435800780413402389</id><published>2008-10-26T18:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T02:51:04.458-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>Mencintai Apa yang Kita Lakukan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SQUeXcTG5wI/AAAAAAAAAZk/AbEMYZ5vDfA/s1600-h/work.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SQUeXcTG5wI/AAAAAAAAAZk/AbEMYZ5vDfA/s200/work.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261645127734454018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Adalah hal yang wajar ketika dalam hidup kita menginginkan banyak hal, dan hal yang sangat lumrah juga ketika kita pernah dihadapkan dengan nafsu untuk memiliki dan melakukan suatu hal. Kenyataannya ada beberapa yang kita inginkan bisa langsung tercapai, akan tetapi tak jarang juga kita membutuhkan kerja keras dan usaha yang pantang menyerah untuk mendapatkan semua itu. Bahkan kadang kita sampai putus asa karena ternyata apa yang benar-benar diimpikannya tidak tercapai….Lantas bagaimana dong kita menyikapi hal tersebut…haruskah kita terus mengomel, haruskah kita terus menggerutu, atau mungkin kita harus terus rewel dan gusar dengan keadaan itu……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop !!! berhentilah berteman dengan sikap yang akan trus mengerdilkan diri anda…..Coba deh tengok ke belakang…kalau dalam hidup anda merasa terus menerus diberi kesulitan, tapi lihat anda sekarang, anda masih bisa berdiri tegak, berjalan dengan tegap, anda bisa mengatasi itu semua, dan yang pasti anda masih hidup sampai sekarang. Kalau toh kondisi masih belum berpihak, kita masih punya tenaga untuk memperbaikinya, kita masih punya matahari yang masih terus menerangi langkah kita, dan kita juga masih punya udara yang segar &amp;amp; gratis untuk jadi modal dalam menjalankan semua aktivitas kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Teman, saudara, keluarga dan siapa aja yang sampai sekarang masih mendukung kita, bisa menjadi modal yang super dahsyat untuk meraih apapun yang kita inginkan. Belum lagi potensi yang dianugerahkan Tuhan berupa multi kecerdasan yang kita miliki, yang membuat kita berbeda dan unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang ini anda mengalami kegagalan dalam pekerjaan…..terus emang kenapa dengan kegagalan itu??? Toh matahari tidak akan berhenti bersinar, langit juga tidak akan runtuh, dan air laut tidak akan menerjang anda….kalaupun anda mengalami kegagalan…anda bukan orang yang pertama yang mengalaminya dan anda juga pasti bukan orang yang terakhir. Terus kenapa kita harus gundah gulana, kenapa kita harus gelisah….Bukankah pepatah bijak mengatakan, “ &lt;strong&gt;Tidak masalah berapa banyak susu yang anda tumpahkan, yang penting anda masih memiliki sapinya&lt;/strong&gt;”, itu artinya tidak masalah berapa banyak kita dalam mengalami kegagalan dan kesulitan dalam hidup, selama kita masih memiliki semangat, kemauan untuk berhasil, berani mencoba lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari orang yang mempunyai prestasi tinggi di bidangnya, ternyata &lt;strong&gt;urusan mencintai pekerjaan ini adalah hal yang paling utama yang membedakan antara mereka yang dengan kebanyakan orang di lingkungannya&lt;/strong&gt;. Dapat diambil kesimpulan, mereka yang mempunyai prestasi tinggi itu menikmati apa yang dilakukan (&lt;em&gt;enjoy their work&lt;/em&gt;) dengan sepenuh hati (&lt;em&gt;total involvement&lt;/em&gt;). Hasil itu diperoleh dari wawancara yang dilakukan oleh Doris Lee McCoy, Ph.D penulis buku “ Mega Traits for successful People” terhadap 1000 orang Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada prakteknya memang masalah mencintai pekerjaan tidak semudah yang dibanyangkan. Karenanya tidak aneh ketika terjadi banyaknya &lt;em&gt;turn over &lt;/em&gt;karyawan, yang pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain. Faktor pertama jelas uang yang akan menyebabkan terjadi hal tersebut, walaupun pada akhirnya, seseorang akan sampai pada titik nyaman atau tidak nyaman untuk tetap bertahan dengan pekerjaan tersebut. Terus bagaimana donk??? Apa yang harus kita dahulukan, apakah kita harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginan kita dulu, baru kita mencintai pekerjaan. Atau kita mencintai dulu pekerjaan yang sekarang, lalu dengan cinta itu akan mengantarkan kita ke pekerjaan yang benar-benar kita cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah menentukan pilihan mana yang pertama  inilah mungkin sama bingungnya ketika kita dihadapkan dengan mana yang lebih dahulu antara telur dengan ayam. Pertanyaan klasik yang dari dulu belum ada jawabanya &lt;em&gt;he3&lt;/em&gt;. Tapi apapun pilihan anda, atau pun anda berada di posisi yang mana, itu tidak penting, karena yang penting adalah apapaun pekerjaan anda dan apapun pekerjaan yang anda inginkan adalah semuanya itu sebagai sarana bagi anda untuk bisa menjadi manusia yang senantiasa bisa belajar dari pekerjaan itu. Dari pekerjaan yang lakukan anda bisa banyak belajar tentang berbagai masalah dan tentunya bisa membuat anda lebih bijak dan lebih dewasa dalam menyikapi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tulisan ini, ijinkan saya mengutip kata-kata Herman Chain yang menyimpulkan bahwa “Kesuksesan bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaanlah yang menjadi kunci kesuksesan". Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan, maka kamu akan sukses.“ Dan bagi anda yang pernah, sedang dan akan mengalami cinta, mungkin ini puisi cinta buat anda &lt;strong&gt;“Anda tidak mencintai gadis karena dia cantik tetapi si dia menjadi cantik karena anda mencintainya.” &lt;/strong&gt;Bukankah begitu??….Salam Sukses!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-2435800780413402389?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/2435800780413402389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/10/mencintai-apa-yang-kita-lakukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2435800780413402389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2435800780413402389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/10/mencintai-apa-yang-kita-lakukan.html' title='Mencintai Apa yang Kita Lakukan'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SQUeXcTG5wI/AAAAAAAAAZk/AbEMYZ5vDfA/s72-c/work.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-6279782985020860646</id><published>2008-08-19T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T02:52:05.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>Dan Surga Itu Bernama Keluarga</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SKt-dqMrj3I/AAAAAAAAASQ/__Y2hDbLsig/s1600-h/SURGA_001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SKt-dqMrj3I/AAAAAAAAASQ/__Y2hDbLsig/s200/SURGA_001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236418039757115250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah tempat dimana kehadiran pertama kali kita ke dunia yang disertai jerit tangis, disambut dengan senyum tawa penuh kegembiraan. Inilah tempat kita pertama belajar tentang nilai-nilai dan norma-norma sehingga kita bisa menilai sesuatu baik atau buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini pula kita mendapatkan rasa nyaman dan rasa terlindungi dari pengaruh lingkungan diluar. Dan tentu tempat ini pula yang pertama kali kita diberi kasih sayang penuh cinta keikhlasan, sehingga kita mengenal arti dari sebuah pengorbanan. Ini juga tempat yang akan menguatkan kita, ketika kita merasa lemah. Tempat yang akan menggembirakan disaat kita sedang sedih. Tempat yang akan membangkitkan kita dikala kita sedang terpuruk. Inilah tempat dimana kita menemukan kebahagiaan, tempat dimana Tuhan menitipkan sebuah anugerah berupa surga kecil yang akan menemani kita selama di dunia. Dan surga itu bernama keluarga……&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cuma berapa banyak dari kita yang menyianyiakan surga itu. Tak jarang dari kita bahkan mencari kebahagiaan di luar sana. Sering kita tidak ikut acara keluarga hanya karena ada acara dengan teman kita. Tak jarang kita juga mengabaikan waktu untuk sedikit bercengkrama dan bersenda tawa dengan keluarga. Kadang sempat terbersit dipikiran kita sebuah pertanyaan, kenapa kita dilahirkan dari keluarga yang seperti ini. Kita sering berandai-andai, berjikalau, dan berumpama andaikata kita dilahirkan dari keluarga terpandang, dari keluarga harmonis, dari keluarga terhormat, dan keluarga kaya yang serba berkecukupan secara materi. Kita juga sering melihat rumput tetangga lebih hijau dan lebih menarik dari halaman rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak dari kita yang ketika pulang ke rumah hanya meninggalkan sisa-sisa energi dari aktivitas kita seharian. Dan orang-orang yang ada di rumah hanya merasakan sedikit sisa energi, sedikit sisa perhatian, sedikit sisa kasih sayang. Bahkan tak jarang pula kita sering memarahi mereka, dan meminta mereka untuk mengerti kesusahan kita, atau sekedar mengerti akan rasa keletihan kita setelah seharian beraktivitas. Padahal mereka sangat membutuhkan sentuhan perhatian dari kita dan mereka tidak butuh dengan oleh-oleh rasa lelah yang kita bawa. Lebih parah lagi ada sebagian dari kita yang pergi memulai beraktivitas saat meraka masih tidur di pagi hari dan baru pulang ketika mereka telah terlelap nyenyak dalam peraduan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kita akan merasakan kehilangan ketika segala sesuatu itunya sudah pergi. Sama seperti kita akan merasakan arti sebuah pertemuan ketika kita akan mengalami perpisahan, kita baru merasakan bahwa mereka sosok yang penting yang selama ini telah mengisi hidup dan memberi warna indah kehidupan kita. Sering dari kita telat untuk meyadari hal itu. Yang tersisa pasti hanya ada rasa penyesalan yang mendalam dan kita berharap agar waktu itu bisa kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So…mulai sekarang tunggu apalagi, kenapa kita harus menunggu kaya dulu untuk bisa memberi, kenapa kita harus menunggu waktu luang untuk bisa bercengkrama, kenapa kita harus menyaratkan sesuatu untuk memberikan sesuatu kepada keluarga. Karena waktu akan terus berjalan, dan kita tidak pernah tau kapan perpisahan itu datang, dan kapan ajal menjemput. Sebelum kita menyesal, dan sebelum kita menyalahkan diri sendiri atas semua yang terjadi….Ya lakukanlah sekarang juga…jaga dan rawat surga kecil yang telah dititipkan Tuhan kepada kita…pupuk dan siramilah keluarga kita dengan air mata kebahagian, dengan senyum keikhlasan, dan keringat pengorbanan, agar menjadi mekar dan bisa berbunga, sehingga kita bisa menikmati buahnya. Mumpung kita masih punya waktu…..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-6279782985020860646?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/6279782985020860646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/08/dan-surga-itu-bernama-keluarga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6279782985020860646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6279782985020860646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/08/dan-surga-itu-bernama-keluarga.html' title='Dan Surga Itu Bernama Keluarga'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SKt-dqMrj3I/AAAAAAAAASQ/__Y2hDbLsig/s72-c/SURGA_001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-4708128154300236737</id><published>2008-07-24T23:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T02:57:28.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>Jadilah orang yang pantas untuk dipantaskan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SIl4yDi8NmI/AAAAAAAAARU/0Ivh9mc3S7o/s1600-h/vizal_jr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SIl4yDi8NmI/AAAAAAAAARU/0Ivh9mc3S7o/s200/vizal_jr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226841643880822370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Dalam hidup banyak hal yang ingin kita dapatkan dan banyak hal yang ingin kita peroleh. Tidak jarang untuk mendaptkan hal tersebut, banyak upaya dan usaha yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi perjalanannya tidak semua yang kita inginkan tercapai...pasti ada saja hal-hal yang menghalangi kita untuk mendapatkan sesuatu. Padahal kita merasa sudah berupaya dengan maksimal, tapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan....lantas apa sikap kita...??? Menyesal...mengeluh...atau marah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan itu mungkin wajar, tapi yang tidak wajar ketika perasaan itu terus membelenggu kita dan memungkinkan untuk merusak masa depan kita, tentunya hal tersebut sangat disayangkan.....&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada benarnya juga pesan Aa Gym, dia mengatakan bahwa dalam melakukan sesuatu kita harus meluruskan niat dan maksimalkan ikhtiar...hanya itu saja ko...hasilnya pasrahkan saja sama Tuhan yang Maha Berkuasa. Dan yang harus jadi titik tekan adalah sudahkah kita melakukan usaha yang maksimal untuk mencapai itu...Jangan sampai kita belum melakukan usaha yang maksimal dan bersembunyi dibalik kata syukur pada saat terjadi kegagalan. Karena ada beda makna antara kurang bersyukur dan kurang maksimal. Dan kadang kita terjebak untuk membedakan kedua hal tersebut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil pesan dari seorang motivator (Mario Teguh red), jadilah orang yang pantas untuk dipantaskan, artinya jangan-jangan selama ini, Tuhan masih menganggap kita belum pantas untuk mendapatkan sesuatu yang pantas kita dapatkan. Mungkin karena usaha yang kita lakukan, belum cukup untuk membayar  harga dari semua keinginan kita. Untuk menjadi Hebat kita tidak harus hebat dulu, untuk menjadi orang baik kita tidak harus baik dulu, dan untuk menjadi orang pantas kita tidak harus pantas dulu. Jadi mulai lah sekarang untuk menjadi orang hebat, orang baik dan orang pantas....dan pastikan bahwa suatu saat nanti Tuhan akan memantaskan anda untuk semua itu, tentunya dengan usaha yang telah kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup, tidak penting kita berasal dari mana, yang penting adalah kita akan kemana dan sejauh mana kita sudah melangkah....Dan perjalanan 1000 mil akan dimulai dari 1 mil yang pertama....Jadi lakukan sekarang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...kalaupun pada akhirnya kita tidak mendapatkan apa yang kita cintai, minimal kita mencintai apa yang kita dapatkan....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-4708128154300236737?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/4708128154300236737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/07/jadilah-orang-yang-pantas-untuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4708128154300236737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4708128154300236737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/07/jadilah-orang-yang-pantas-untuk.html' title='Jadilah orang yang pantas untuk dipantaskan'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SIl4yDi8NmI/AAAAAAAAARU/0Ivh9mc3S7o/s72-c/vizal_jr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8633011707539173425</id><published>2008-07-14T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T02:58:27.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Emosi'/><title type='text'>The Miracle of Smile</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SHwXtA0HS-I/AAAAAAAAAQY/wxpWtacPJu8/s1600-h/Senyum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SHwXtA0HS-I/AAAAAAAAAQY/wxpWtacPJu8/s200/Senyum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223075729923066850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebenarnya sudah sejak lama sekali saya ingin menulis tentang masalah senyum ini, tetapi karena kesibukan dan ketertiadaan ide sehingga saya harus menunda sementara hasrat untuk mengungkap misteri dari sebuah senyuman. Sampai pada akhirnya ada sebuah momentum yang tepat dan ada sumber inspirasi yang membuat saya bisa melanjutkan tulisan ini. Apa dan siapa yang memberi inspirasi saya untuk membahas ini itu tidak penting dituangkan dalam tulisan ini….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adalah group nasid Raihan yang pertama mengenalkan makna senyuman kepada saya….Mereka mengatakan senyuman itu merupakan sedekah yang paling murah, dan senyum pada kondisi tertentu memiliki makna tertentu, contohnya senyum pada saat kita dalam kesusahan itu menunjukan ketabahan, senyum juga bisa merupakan penghargaan yang tulus pada lawan bicara juga terhadap orang yang kita temui atau bahkan baru kita temui.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Senyuman bisa menjadi pengikat tali persaudaraan dan persahabatan kita. Atau bagi orang-orang tertentu senyum bisa menjadi senjata yang cukup ampuh untuk menaklukan lawan jenis. Atau ketika kita bertemu orang yang baru dikenal, kita hanya membutuhkan waktu delapan detik untuk bisa menilai apakah dia sosok yang menarik atau tidak, baik atau tidak, dan saat itulah senyuman mempunyai peran yang dominan dalam pembentukan kesan pertam. Begitulah kehebatan dari sebuah senyuman… .. Kyai kondang seperti Aa Gym sering berkata bahwa Qolbu atau hati hanya akan bisa disentuh dengan hati juga. Jadi hanya senyuman yang tulus yang datang dari lubuk hati yang paling dalam yang akan nyampe ke hati penerimanya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang berkecimpung di dunia relationship, yang terkondisikan untuk bertemu orang terus, ada teknik yang bisa dilakukan untuk melakukan senyuman…Ada jurus yang namanya senyuman 227, jurus apaan tuh??? Senyum 227 itu artinya pada saat anda melakukan senyum, tarik bibir anda 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan, tahan selama selama 7 detik, itulah yang dinamakan senyum 227. Percaya atau tidak, yang pasti, jurus ini bisa dilakukan saat kita bertemu dengan orang baru dan membuat mereka terkesan dengan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menjabat tangannya, berikan senyuman yang ikhlas yang datang dari hati, dengan niat tulus untuk bisa memberi penghargaan dan perhormatan kepada orang yang baru kita kenal, niscaya kita akan mendapat kesan yang baik. Karena dari hal yang kecil ini bisa jadi orang tersebut akan menjadi teman kita, partner bisnis, atau bahkan dewa penolong kita dikemudian hari. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak tersenyum kepada orang yang kita temui, kapanpun dan dimanapun. Selagi senyum itu gratis dan belum ada larangan untuk senyum..lakukanlah…Salam Sukses!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8633011707539173425?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8633011707539173425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/07/miracle-of-smile.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8633011707539173425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8633011707539173425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/07/miracle-of-smile.html' title='The Miracle of Smile'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SHwXtA0HS-I/AAAAAAAAAQY/wxpWtacPJu8/s72-c/Senyum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-3286548345080173720</id><published>2008-05-21T03:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T03:00:24.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>BANGKIT ATAU TERJATUH SELAMANYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SDP92u6NBfI/AAAAAAAAAPY/fUQ2_66HpX0/s1600-h/indonesia+bisa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SDP92u6NBfI/AAAAAAAAAPY/fUQ2_66HpX0/s200/indonesia+bisa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202781111289972210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tepatnya hari Rabu, 20 Mei Pukul 09.00 bertempat di ruang kuliah anatomi school tot Opleiding van Inlandche Artsen (stovia) di weltepreden (Jakarta), berdiri organisasi Budi Oetomo. Diprakarsai oleh Soetomo, M Soeradji, Muhamad Saleh, M Soewarno, M Goenawan Tjiptomangoenkoesoemo, Soewarno, RM Gembroek, R Angka dan M Soelaiman. Inilah tonggak awal sejarah perjuangan bangsa untuk bangkit dari kerjajahan, keterpurukan, dan kesulitan yang dilakukan oleh kolonial menemui babak baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda menjadi motor dalam setiap pergerakan dalam upaya penyatuan seluruh elemen bangsa. Hal ini mencapai titiknya pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928, semuanya sepakat untuk melebur diri menjadi satu bahasa, satu bangsa, satu tanah air.&lt;br /&gt;Soekarna dan Hatta semakin menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang bermartabat, mampu berdiri sendiri, terbebas dari belenggu asing lewat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945. Saat itulah bangsa Indonesia mencoba berdiri tegak sejajar dengan negara-negara lain di dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang sudah 100 tahun peristiwa itu berlalu, bangsa Indonesia memaknainya sebagai Hari Kebangkitan Nasional, tentunya kita tidak ingin hal ini hanya menjadi rutinitas yang bersifat ceremonial belaka. Kita ingin Hari Kebangkitan Nasional ini dijadikan momentum untuk benar-benar bangkit dari keterpurukan dan kesulitan yang sekarang dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil pepatah Bang Dedi Mizwar, bangkit berarti susah…susah jika melihat orang lain susah, bangkit berarti senang…senang melihat orang lain senang, bangkit berarti mencuri…mencuri perhatian dunia lewat prestasi, bangkit berarti marah…marah bila harga diri bangsa diinjak-injak, bangkit juga berarti malu….malu karena jadi benalu yang kerjanya minta melulu, bangkit berarti tidak ada….ya tidak ada kata menyerah, bangkit juga berarti takut…..takut melakukan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin harus banyak belajar pada Jepang, yang mampu bangkit menjadi negara yang disegani hanya dalam kurun waktu 20 tahun setelah berada di titik nadir karena Hirosima dan Nagasaki dibom oleh sekutu. Semangat kerja keras, kesungguhan, dan disiplin ketat seperti yang tercermin dalam spirit bushido mungkin hal itu yang harus kita tiru. Secara ekonomi mungkin kita harus banyak belajar pada Cile yang mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi sehingga sekarang mereka dijuluki sebagai The Miracle of Chile. Atau bahkan kita tidak usah belajar jauh-jauh, negara yang dulu mengimpor tenaga pengajar berkualitas dari Indonesia, ternyata sekarang justru pembangunannya melesat lebih cepat dibanding kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, di era globalisasi dan informasi saat ini, dimana batas-batas negara semakin semu, dan persaingan global semakin ketat saya jadi teringat sebuah cerita dari hutan Afrika. Ceritanya singkat “ Pada pagi hari, seekor macan terbangun, sesaat setelah bangun dia sadar bahwa hari ini dia harus lari lebih cepat dari rusa yang terlambat (paling lambat ) sebab kalau tidak maka dia akan mati kelaparan. Dan pada pagi yang sama, seekor rusa juga bangun, dan dia sadar bahwa hari ini dia harus lari lebih cepat dari macan yang tercepat sebab kalau tidak dia akan mati menjadi mangsa. “ Kita tidak tahu negara kita sebagai rusa atau macan, mau jadi macan atau rusa itu pun tidak penting, kita hanya harus berusaha dengan keras agar tidak jadi macan yang mati kelaparan atau jadi rusa yang mati jadi korban. Yang pasti ketika hari sudah pagi, maka kita harus siap untuk berlari lebih cepat dari pesaing kita. SALAM SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-3286548345080173720?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/3286548345080173720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/05/bangkit-atau-terjatuh-selamanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3286548345080173720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3286548345080173720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/05/bangkit-atau-terjatuh-selamanya.html' title='BANGKIT ATAU TERJATUH SELAMANYA'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SDP92u6NBfI/AAAAAAAAAPY/fUQ2_66HpX0/s72-c/indonesia+bisa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-3535074525879166226</id><published>2008-04-20T21:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T03:01:27.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>Nikmatnya Hidup di Alam Persaingan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SAwfUbVvlkI/AAAAAAAAAPA/DoeeHktCOLQ/s1600-h/100_2378.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SAwfUbVvlkI/AAAAAAAAAPA/DoeeHktCOLQ/s200/100_2378.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191558906248140354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada fenomena yang menarik bila kita perhatikan dunia telekomunikasi akhir-akhir ini. Hal in ditunjukan dengan hadirnya beberapa operator seluler baru yang mencoba “menantang” hegemoni dari raja-raja telekomunikasi yang sudah ada. Hal ini tentunya akan membuat pertarungan didunia telekomunikasi akan semakin sengit, karena sang penguasa tentunya tidak mau “kue”-nya diambil begitu saja oleh pihak lain . Disisi lain pendatang baru juga tidak ingin dipandang sebelah mata, oleh karena itu mereka berusaha keras untuk bisa menembus pasar yang sangat menggiurkan ini. Sehingga strategi dan terobosan-terobosan baru coba digulirkan  dengan melakukan promosi besar-besaran, bahkan kadang dengan content promosi yang bersifat provokatif. Sehingga tidak jarang mereka saling serang dalam melakukan promosi dan satu sama lain menganggap dialah yang terbaik dan dengan tarif murah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang menarik dibalik semua itu??? Dan apa makna yang terdapat dari fenomena tersebut??? Tidak lain dan tidak bukan adalah adanya nuansa persaingan yang begitu sengit. Seperti kehidupan yang sudah sejak lama mengajarkan persaingan kepada kita. Bagaimana tidak, kita mau “nonghol” ke dunia ini juga merupakan hasil persaingan satu sel yang mengalahkan lebih dari 250 juta sel yang lain. Itu artinya, sejak awal kita mau lahir saja,  kita sudah dikenalkan dengan yang namanya persaingan. Dan tentu ketika kita sudah ada diduniapun kita akan selalu melakukan persaingan. Contoh ketika kita sekolah, kita bersaing dengan teman-teman kita untuk mendapatkan prestasi yang bagus. Kemudian untuk bisa masuk universitas favorit, kita juga bersaing dengan ribuan siswa yang lain. Bahkan ketika kita sudah lulus pun, kita masih berjuang dan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan yang kita inginkan. Ya…seperti itulah kehidupan..kalau kita tidak berusaha lebih keras, tidak belajar lebih lama, tidak mengetahui lebih dulu dan tidak mau belajar dari kegagalan, maka kita akan semakin ditinggal oleh pesaing kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk bisa menang dalam persaingan sebenarnya mudah, menurut Mario Teguh, kita cuma harus melakukan sesuatu yang lebih dari yang pesaing kita lakukan….ah sungguh sederhana kalimat itu, tapi perlu perjuangan keras untuk implementasinya. Tetapi kalau itu bisa membuat kita menjadi pemenang, maka LAKUKANLAH!!! Huuuh akhirnya sekarang aku baru bisa paham kenapa saudara “senama” saya Guntur S Siboro (Dir Marketing Indosat)  mengatakan “…nikmatnya hidup di alam persaingan”. Salam Sukses!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-3535074525879166226?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/3535074525879166226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/04/ada-fenomena-yang-menarik-bila-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3535074525879166226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/3535074525879166226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/04/ada-fenomena-yang-menarik-bila-kita.html' title='Nikmatnya Hidup di Alam Persaingan'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SAwfUbVvlkI/AAAAAAAAAPA/DoeeHktCOLQ/s72-c/100_2378.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8428677665053981278</id><published>2008-04-02T21:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T03:02:50.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Emosi'/><title type='text'>Berteman Akrab dengan Masalah</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R_R-xXYi0rI/AAAAAAAAAOM/4V-0b6Vyezk/s1600-h/masalah.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R_R-xXYi0rI/AAAAAAAAAOM/4V-0b6Vyezk/s200/masalah.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184908457565934258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam menjalani hidup pasti kita sering dihadapkan pada sebuah kondisi dimana kenyataan tidak sesuai dengan keinginan (kondisi ideal). Pada saat kondisi itulah biasanya kita merasa kecewa atau bahkan putus asa. Saat itulah sebenarnya timbul masalah dalam hidup. Dan kita sebenarnya harus menanggapi dengan tenang, karena yang namanya masalah itu tidak akan pernah hilang, sebelum kontrak kita berakhir di dunia ini. Yang jadi masalah sebenarnya  kalau menurut Aa Gym adalah &lt;strong&gt;bagaimana cara kita menghadapi masalah&lt;/strong&gt;. Lari dari masalah bukan merupakan solusi, karena masalah itu hanya akan hilang sebentar saja, setelah itu justru masalah kita akan bertambah banyak. Karena masalah yang lama belum hilang dan masalah yang baru juga keburu datang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semakin berat masalah yang kita hadapi harusnya membuat kita dewasa dalam menghadapi hidup. Bahkan lebih jauh lagi Prof Yohanes Surya (ketua Tim olimpiade fisika) mengatakan bahwa pada saat kita berada pada titik kritis maka kita akan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik kita, dan yakinlah pada saat itu semua semesta raya mendukung atau lebih terkenal dengan teori mestakung. jadi sebenarnya dengan kita dihadapkan pada kondisi yang sulit maka seluruh kemampuan dan potensi kita akan tergerakan untuk keluar dan kemampuan tersebut bisa teraktualisasikan. Sehingga bila kita berhasil menyelesaikan masalah tersebut, artinya kita sudah bisa menjadi problem solver atas masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut dalam hadapi masalah, cobalah mengakrabi masalah tersebut, dan cobalah berteman dengan masalah, karena esensi seorang teman akan membawa kita ke arah yang lebih baik pula, begitupula masalah, bila kita jadikan teman, yakinlah bahwa ia akan membawa kita ke kondisi yang lebih baik. Ingat sebuah pesan bahwa seorang nahkoda yang hebat lahir dari ombak yang besar. Daripada berteman angin malam (kaya lagu) lebih baik berteman dengan masalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8428677665053981278?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8428677665053981278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/04/berteman-akrab-dengan-masalah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8428677665053981278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8428677665053981278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/04/berteman-akrab-dengan-masalah.html' title='Berteman Akrab dengan Masalah'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R_R-xXYi0rI/AAAAAAAAAOM/4V-0b6Vyezk/s72-c/masalah.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-6954085746801205546</id><published>2008-03-02T21:15:00.000-08:00</published><updated>2009-09-12T03:04:20.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>BAHAGIA SAAT MEMBERI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R8uKBvRcUeI/AAAAAAAAAKI/nrxs9xL0bTA/s1600-h/give-hand.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R8uKBvRcUeI/AAAAAAAAAKI/nrxs9xL0bTA/s200/give-hand.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173380359439274466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hidup kadang kita tersibukan dengan banyak hal yang ingin kita capai. Banyak energi yang tercurah untuk mendapatkan hal tersebut. Segala potensi dan kemampuan dikerahkan untuk bisa menggapai hal tersebut. Sampai pada akhirnya kita menuju pada sebuah titik dimana sesuatu yang kita inginkan tersebut tercapai. Tapi pertanyaannya, apakah setelah itu kita berhenti untuk berkeinginan….Tentu jawabannya tidak, karena yang namanya manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kita menggapai satu mimpi, pasti kita akan terdorong untuk mencapai mimpi yang lain , begitu seterusnya dalam hidup. Salah kah semua itu…eit tunggu dulu kita tidak bisa langsung menvonis apakah itu benar atau salah. Karena apa, pada dasarnya dalam hidup banyak hal yang harus kita dapatkan dan banyak hal yang harus kita lakukan. Kita juga tidak bisa menyalahkan orang yang terus menerus bekerja untuk mencapai mimpi-mimpinya. Karena sebenarnya mimpi-mimpi itulah membuat seseorang semangat dalam hidup, mimpi-mimpi itu pula yang membuat seseorang berusah lebih keras dan berusaha bangkit dari kegagalan….Lantas dimana donk letak kesalahannya…..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita kadang tidak sadar tentang hal tersebut, kita terlalu disibukan dengan sejuta keinginan. Kita kadang tejebak dalam sebuah perlombaan untuk memperoleh dan mendapatkan semua itu. Kita kadang tidak sadar kalau ada seseorang disekitar yang sangat menginginkan pertolongan kita atau bahkan ada orang terdekat kita yang butuh kasih sayang kita. Tidak hanya materi yang melimpah atau harta yang banyak tapi mungkin yang mereka butuhkan hanya sedikit waktu untuk bermanja-manja, sedikit waktu untuk bersenda gurau, untuk bercerita banyak hal. Kadang kita tidak punya waktu untuk itu, lalu buat apa semua materi dan jabatan yang kita miliki, semua impian yang ingin kita dapatkan kalau membuat orang yang terdekat kita saja tidak bahagia, apalagi untuk orang-orang sekitar kita yang sangat membutuhkan kita. Semua yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa kalau kita kita bisa memberi arti buat sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah hidup akan lebih bermakna, ketika kita memberi nilai pada kehidupan dan kita bisa memberi sesuatu pada kehidupan. Karena kita harus yakin kalau kita dilahirkan ke dunia oleh Tuhan, pasti kita dibutuhkan untuk bisa berbuat sesuatu. Manusia terbaik adalah manusia yang dalam hidup nya banyak memberi manfaat buat orang lain. Mungkin kita sekarang belum bisa untuk menjadi manusia terbaik dengan memberi manfaat buat orang lain, tapi paling tidak kita bisa memberi perhatian pada orang-orang paling dekat dengan kita, orang tua, kaka, ade, saudara, teman, suami atau istri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itu semua anugerah yang hadir ke dunia untuk menemani kita. Meminjam istilah Ebit G Ade, mumpung “masih ada waktu”, mumpung mereka masih ada, jangan sampai kita menyesal ketika dikemudian hari. Bahagiakan orang itu sekarang juga dengan semua perhatian dan kemampuan yang kita punya, karena kalau tidak sekarang kapanlagi. SALAM SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-6954085746801205546?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/6954085746801205546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/03/bahagia-saat-memberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6954085746801205546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6954085746801205546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/03/bahagia-saat-memberi.html' title='BAHAGIA SAAT MEMBERI'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R8uKBvRcUeI/AAAAAAAAAKI/nrxs9xL0bTA/s72-c/give-hand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8587016267793180913</id><published>2008-01-02T17:46:00.001-08:00</published><updated>2009-09-12T03:05:57.654-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>YOU CAN PREDICT YOUR FUTURE</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R3xAoNb8ZiI/AAAAAAAAAHc/dCCaCoNjl64/s1600-h/FuturePower.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R3xAoNb8ZiI/AAAAAAAAAHc/dCCaCoNjl64/s200/FuturePower.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151063133350815266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mumpung masih dalam suasana tahun baru, tidak ada salahnya saya mengucapkan “Selamat tahun Baru” semoga di tahun ini bisa mencapai apa yang selama ini kita impikan atau cita-citakan. Tentunya banyak optimisme dan harapan yang ingin kita gantungkan di tahun 2008 ini, apa yang selama ini kita belum capai, mungkin tahun ini kita mencoba merealisasikan keinginan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang menarik ketika menjelang pergantian tahun, banyak orang yang mencoba mencari peruntungan dengan mencoba mengetahui nasibnya lewat paranormal, atau mencari info di zodiak, atu bahkan dengan mendaftar dalam layanan sms yang sekarang lagi marak menyediakan jasa ramalan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah bukan seberapa banyak media atau jasa yang bisa digunakan untuk mengetahui masa depan kita. Yang jauh lebih urgen adalah besarnya belief kita terhadap apa yang dikatakan oleh media tersebut. Mungkin kita sebegitu percaya nya pada sebuah ramalan paranormal terkenal, bahwa tahun depan kita akan mendapat musibah. Atau bahkan bagi para remaja mungkin banyak yang percaya dengan ramalan zodiak yang banyak meramalkan tentang asmara, emosi atau bahkan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih menarik lagi adalah kita banyak menjumpai suatu “kebetulan” dari sebuah ramalan, sehingga hal itulah yang sering dijadikan dasar alibi yang membuat kita makin percaya terhadap sebuah ramalan. Pertanyaan besarnya adalah kenapa banyak ramalan itu bisa terjadi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjawab pertanyaan diatas ada sebuah cerita nyata yang menarik, yang mungkin bisa saja nanti akan dapat merubah belief anda tentang ramalan. Begini ceritanya, dulu ada sebuah desa terpencil dimana ada seorang anak yang hidupnya dalam kemiskinan dan berteman  akrab dengan kesusahan, bosan dengan kesusahan akhirnya dia coba peruntungan dengan diramal oleh “orang pintar”  di desanya. Hasilnya ternyata sang “orang pintar” tersebut mengatakan bahwa ada hal yang menyebabkan kenapa anak ini selalu hidup dalam kesusahan, dan bahkan dia meramalkan bahwa kedepannya pun anak ini tidak akan bisa sukses. Dia mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh tanggal lahir dan weton anak tersebut yang tidak bisa mendukung untuk kesuksesan. Mendengar hasil tersebut, anak itu kaget dan tidak percaya terhadap ramalan tersebut, sehingga dia bertekad untuk membalikan semua ramalan tersebut. Singkat cerita, anak tersebut “hijrah” ke kota untuk mencari peruntungan. Dan akhirnya, sekarang dia menjadi orang sukses dan mampu mengembalikan semua ramalan2 dari dari “orang pintar ” tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa, keberanian anak kecil itu untuk lebih mempercayai kecayikinannya daripada apa yang dikatakan peramal tersebut, membuahkan hasil. Tentunya hasilnya akan berbeda ketika anak kecil tersebut mempercayai paranormal tersebut, pasti sampai kapanpun hidupnya akan dihantui kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah buku yang menarik yang berjudul “The Secret”, disana dikatakan ada rahasia seseorang untuk mencapai kesuksesan. Rahasia tersebut salah satunya ada di hukum tarik menarik, hukum tersebut gampangannya seperti ini  ketika kita memikirkan sesuatu hal atau kita percaya terhadap hal tersebut, maka seluruh konsentrasi elemen dalam tubuh akan ditarik untuk mencapai atau memenuhi kepercayaan tersebut. Contohnya ketika seorang anak meyakini bahwa mata pelajaran matematika sulit, maka pasti dalam setiap tindakan anak tersebut akan mengerucut pada ketidak pd-an-nya dalam belajar dan menghadapi soal matematika. Ketika belajar dia akan males karena merasa bahwa dia tidak akan pernah bisa matematika, dan ketika ujian pun pasti dia tidak bisa karena tidak yakin bisa menggarap soal2 tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah bagaimana kita bisa memilih kepercayaan yang akan kita yakini untuk kita realisasikan. Mungkin sudah saat nya kita percaya pada kemampuan diri untuk bisa mencapai semuanya, tanpa terlalu peduli terhadap ketidakpercayaan orang lain terhadap potensi kita. Guru imajiner saya, jennie s bev pernah mengatakan, apa yang anda yakini tentang diri anda itu lebih penting daripada apa yang orang lain yakini tentang anda. Itu menunjukan sebuah kepercayaan diri yang tinggi tanpa takut dikatakan sombong (baca artikel sebelumnya yang membahas  tentang optimisme dan kesobongan). Sehingga dengan demikian kita bisa merancang masa depan kita dengan baik ditahun ini, dan kita meyakini bahwa masa depan kita ditangan kita sendiri. Kita bisa lantang mengatakan bahwa I can predict my future….SALAM SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8587016267793180913?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8587016267793180913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/01/can-you-predict-your-future.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8587016267793180913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8587016267793180913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2008/01/can-you-predict-your-future.html' title='YOU CAN PREDICT YOUR FUTURE'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R3xAoNb8ZiI/AAAAAAAAAHc/dCCaCoNjl64/s72-c/FuturePower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-7025181886920449750</id><published>2007-12-23T00:37:00.000-08:00</published><updated>2009-05-13T04:49:22.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>HARI INI MALU, LUSA BANGGA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R24fkNb8ZdI/AAAAAAAAAG0/C3GswK54Hds/s1600-h/Hari+ini.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R24fkNb8ZdI/AAAAAAAAAG0/C3GswK54Hds/s200/Hari+ini.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147086131073672658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada hal yang menarik ketika kita mau dan mencoba belajar dari orang sukses atau orang hebat. Selalu ada titik kesamaan atau benar merah yang bisa kita ambil pelajaran dari hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang sukses biasanya mempunyai succes story yang relatif hampir sama. Biasanya kesamaan itu terletak pada sebuah gambaran tentang kondisi dia sebelum menuju fase kesuksesasan. Orang-orang sukses lebih suka berbicara atau bercerita tentang kepahitan, kegetiran dan kesengsaraan dia sebelum mencapai level kesuksesan mereka. Karena dengan memberikan gambaran kondisi tersebut, kita dapat mengetahui bagaimana perjuangan dia untuk bisa mencapai suatu kondisi sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau kita lihat lebih jauh, kondisi yang dia ceritakan adalah sesuatu yang sebenarnya “memalukan” bagi sebagian orang. Sebagai contoh sosok Jennie S. Bev seorang penulis buku best seller dan konsultan yang sukses hidup di negeri Paman Sam. Dia pernah bercerita bahwa pada saat dia masih dalam kandungan ibu nya, saat itu ayahnya meninggalkan dia hanya untuk wanita simpanannya. Itu artinya kelahiran dia tidak diinginkan oleh ayahnya sendiri. Pada saat itulah dia bertekad untuk bisa menjadi manusia yang hebat dan bisa bermanfaat buat sesama. Sampai pada akhirnya dia bisa menjadi penulis bulu dan beberapa artikel yang dia buat diakui di beberapa negara seperti Amerika, Prancis, dan Inggris, dan asal tau bahwa bahasa negara tersebut bukan bahasa ibunya, karena dia memang lahir di Indonesia. Dan sekarang dia hidup di negara Paman Sam sebagai konsultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi mungkin banyak kisah sukses orang-orang hebat disekitar kita yang dulunya sebagai cleaning servis, satpam, atau OB, tapi sekarang dia bisa sukses. Dan yakinlah pada saat dia sudah mencapai level kesuksesan tersebut, hal yang akan dia ceritakan bukan pada dia sekarang mempunyai mobil berapa atau rumah berapa atau apapun, tapi dia pasti bercerita tentang kegetiran dia dimasa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang dikatakan hari ini malu, maka lusa bangga. Sehingga kita tidak usah berkecil hati ketika kita berada di sebuah kondisi yang “memalukan” saat ini yakinlah bahwa suatu saat nanti hal itu yang akan menjadi cerita yang membuat kita bangga dan bisa berdiri tegak dan sama tinggi dengan orang lain. Mengutip pesan Ruslan pengarang buku kampus undercover, dia mengatakan bahwa “Kalau hari ini milikmu maka esok kan ku raih, lusa kan ku genggam, walaupun dengan tongkat pensil kayu yang rapuh”. Ini menggambarkan sebuah tekad bahwa kalaupun hari ini milik orang2 yang sedang menikmati kehidupan maka yakinlah bahwa hari esok dan lusa pasti akan menjadi milik kita, tentunya dengan semangat dan tekad yang membara ditambah usaha yang tidak pernah mengenal kata menyerah. Karena hari esok adalah milik orang-orang yang percaya akan kesuksesannya. SALAM SUKSES SELALU!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-7025181886920449750?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/7025181886920449750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/12/hari-ini-malu-lusa-bangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/7025181886920449750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/7025181886920449750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/12/hari-ini-malu-lusa-bangga.html' title='HARI INI MALU, LUSA BANGGA'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/R24fkNb8ZdI/AAAAAAAAAG0/C3GswK54Hds/s72-c/Hari+ini.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-5030259398778549339</id><published>2007-09-24T14:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:51:43.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Hukum Kompensasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Rvgy6H5o9gI/AAAAAAAAAFs/JI8jBgBc944/s1600-h/Hukum+Kompensasi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Rvgy6H5o9gI/AAAAAAAAAFs/JI8jBgBc944/s200/Hukum+Kompensasi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113893351013807618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hukum ini merupakan kelanjutan dari hukum menabur dan menuai. Hukum ini mengatakan anda akan mendapatkan hasil yang sebanding dari apa yang anda usahakan. Pas takarannya, tidak lebih dan tidak kurang. Dengan demiakian, apa yang anda capai adalah hasil usaha anda yang sudah anda lakukan, Sama dengan hukum tabur tuai, ketika anda menabur angin maka anda akan menuai badai. Kalau boleh mengambil ucapan bijak orang sunda, melak bonteng moal jadi cabe. Terjemahannya ketika kita menanam timun maka tidak mungkin akan menghasilkan cabe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah hukum kepastian alam yang akan berlaku mutlak. Semisal status anda saat ini adalah kompensasi dari apa yang sudah anda lakukan. Sedikit relevan dengan hal ini Hasan Al Bana pernah mengatakan, kenyataan anda hari ini adalah hasil mimpi anda kemarin, dan kenyataan anda di masa depan adalah hasil mimpi anda sekarang. Tentunya mimpi yang diwujudkan melalui tindakan nyata, tidak hanya khayalan disiang  bolong. Karena orang yang sukses adalah orang yang waktu mimpinya lebih banyak dari waktu tidurnya. Dari uraian ini saya mengajak anda untuk menggunakan waktu yang kita punya untuk melakukan investasi dengan terus mananam sebanyak-banyaknya dengan cara meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan atau apapun yang akan bisa memberi niali tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembangkan seluruh kemampuan itu sampai hingga tidak pernah mencapai titik batas. Hal yang paling menakutkan jika kita telah merasa menemukan batasan-batasan palsu yang diakibatkan baik oleh pengalaman sebelumnya yang belum tentu benar pada saat ini atau percaya dengan ucapan orang lain. Anda memakai batasan itu untuk menjustifikasi ketidak-mampuan Anda. Janganlah membuat batasan abadi dalam hidup kita, buatlah batasan-batasan sementara agar kita dapat terus berusaha mencapai hal yang terbaik. Janganlah kita mudah percaya terhadap apa yang dikatakan orang lain, namun ujilah kebenarannya dengan memberikan yang terbaik dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurek Ashley, pembicara motivasi asal Chicago mengatakan,” You cannot live by yesterday’s standards and expect aextraordinary results today.” (Anda tidak dapat hidup dengan standar-standar kemarin dan mengharapkan hasil yang menakjubkan hari ini). Tepat sekali, seorang juara selalu memperbaharuhi target yang ingin dicapainya. Tiada hari tanpa adanya kemajuan, bersiaplah untuk selalu lebih memberikan yang lebih baik dari apa yang Anda miliki sekarang. Sehingga nanti ketika kita akan menuai/memanen, banyak hasil yang akan kita dapatkan. Pertanyaan untuk kita renungkan sudah seberapa banyak benih yang sudah kita tanam??? Kalau belum, ayo kita mulai sekarang menanam, mumpung masih ada waktu…SALAM SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-5030259398778549339?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/5030259398778549339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/hukum-kompensasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5030259398778549339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5030259398778549339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/hukum-kompensasi.html' title='Hukum Kompensasi'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Rvgy6H5o9gI/AAAAAAAAAFs/JI8jBgBc944/s72-c/Hukum+Kompensasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-2529318094667500072</id><published>2007-09-11T16:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:50:02.862-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Emosi'/><title type='text'>Mengatasi Rasa Minder</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RucrXFDwKtI/AAAAAAAAAB0/3dmmie3XYcc/s1600-h/public-speaking.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RucrXFDwKtI/AAAAAAAAAB0/3dmmie3XYcc/s200/public-speaking.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109099977770019538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Awal mula yang mendasari tulisan ini dimulai dari sebuah pertanyaan mahasiswa baru yang kebetulan bertemu pada suatu momen. Dia menceritakan kalau dia sering merasa minder, bila bertemu orang baru dan di lingkungan baru. Ceritanya ditutup dengan pertanyaan bagamana cara mengatasi rasa minder ? Pertanyaan yang simpel tapi tidak mudah untuk dijawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahasiswa yang lebih senior tentunya saya jawab donk pertanyaan tersebut (biar kelihatan seniornya he2), hal itu karena saya  ingin membantu permasalahan dia. Waktu itu saya jawab dengan menggunakan pendekatan yang diajarkan oleh salah satu guru imajiner saya yaitu Steven R. Covey dengan mengatakan bahwa rasa minder bila ketemu orang baru itu muncul karena persepsi kita yang salah, karena urutannya, dari persepsi akan menghasilkan cara pandang kita dan dengan cara pandang kita akan mempengaruhi perilaku kita. Jadi dari hasil analisis saya sementara mahasiswa baru tersebut mempunyai kesalahan dalam melakukan persepsi yaitu melakukan penilaian atas pergambaran sebuah objek dengan melakukan asosiasi yang salah terhadap objek tersebut. Jelas dengan kelirunya kita terhadap suatu persepsi, maka akan mempengaruhi cara pandang kita, dan lebih lanjut lagi akan mempengaruhi prilaku kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa minder yang tervisualisasikan dari prilakunya individu merupakan repsensentasi dari persepsi dan cara pandang yang salah terhadap objeknya.Saya berharap jawaban tersebut bisa cukup memberikan gambaran untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Walaupun secara pribadi juga saya tidak puas dengan jawaban saya pribadi. Hal ini yang membuat saya terus berpikir untuk bisa menemukan akar permasalahannya sehingga bisa menemukan solusinya. Proses pemikiran tersebut sampai menemukan sebuah penjelasan yang lain dengan di atas, rasa inferior atau rendah diri muncul pada pribadi yang tidak mempunyai konsep diri yang bagus. Menurut Adi W Gunawan, konsep diri terdiri dari beberapa komponen yaitu diri ideal, cermin diri, dan harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri ideal akan menunjukan siapa sebenarnya sosok ideal yang ada dalam kehidupan kita. Sosok ideal bisa di visualisasikan sebagai sosok yang paling dikagumi. Sebagai contoh kita bisa mengadopsi tokoh ideal pahlawan, tokoh terkemuka, artis, pengusaha atau bahkan sosok yang imajiner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermin diri merupakan gambaran penilaian kita terhadap diri kita sendiri. Ini terkait dengan bagaimana kita mampu mengenal diri sendiri. Pengenalan diri sangat penting untuk mengukur sejauh mana posisi kita berada untuk mencapai posisi yang diinginkan (diri ideal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga diri merupakan gambaran tentang sejauh mana kondisi kita yang sekarang (cermin diri), lalu dibandingkan dengan suatu kondisi yang ingin kita capai suatu saat nanti (diri ideal). Perbandingan diantara keduanya itulah nilai harga diri kita. Semakin sedikit perbedaan antara diri ideal dengan cermin diri, maka harga diri seseorang akan semakin baik, begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga komponen inilah yang penting dalam konsep diri, kalau ketiga komponen ini baik maka konsep dirinya juga baik. Untuk menuju ke sana tentunya dibutuhkan sebuah proses yang tidak sebentar. Hal itu juga harus ditambah dengan penanaman nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang benar dan harus kita pegang. Sehingga dengan dengan adanya sebuah nilai-nilai yang dianut maka akan membuat anda menjadi sosok dan pribadi yang kuat. Akhirnya kalaupun ada virus mental (rasa minder) yang akan menyerang, maka anda sudah siap dengan anti virusnya yaitu konsep diri yang kuat dan penanaman nilai-nilai yang mengakar dalam diri. SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-2529318094667500072?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/2529318094667500072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/mengatasi-rasa-minder.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2529318094667500072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2529318094667500072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/mengatasi-rasa-minder.html' title='Mengatasi Rasa Minder'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RucrXFDwKtI/AAAAAAAAAB0/3dmmie3XYcc/s72-c/public-speaking.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-5421591206987472135</id><published>2007-09-11T15:41:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:51:57.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>BESARNYA SEBUAH ASA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuciwlDwKpI/AAAAAAAAABU/0S-MQiw2tU0/s1600-h/cita-cita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuciwlDwKpI/AAAAAAAAABU/0S-MQiw2tU0/s200/cita-cita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109090520252033682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah menjadi tradisi, bila setiap tahun dunia pendidikan kampus disibukan oleh hajatan penerimaan mahasiswa baru. Banyak pihak yang menantikan akan momet tersebut, entah itu orang tua siswa, calon mahasiswa itu sendiri. Di pihak kampus juga tidak kurang gairaihnya, baik itu pihak birokrat kampus yang menanti calon “konsumen” yang baru, atau pun mahasiswa senior yang akan punya ade baru. Itulah realita yang selalu bergulir setiap satu tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mahasiswa baru, jelas perubahan status dari pelajar menjadi mahasiswa akan menjadi gengsi  atau mungkin kebanggaan sendiri. Artinya dengan status yang baru dia telah menjadi siswa yang “super”, bagaimana tidak, dengan embel-embel mahasiswa yaitu terdiri dari suku kata maha dan siswa. Kata maha menunjukan sesuatu yang super dan luar biasa, dan merupakan puncak yang paling tinggi. Siapa yang tidak bangga dengan predikat tersebut. Hal itu akan semakin lengkap bila kita masuk jurusan studi sesuai dengan keinginan kita. Wah dengan hal tersebut kita mungkin bisa mengklaim kalau setengah dari cita-cita kita sudah tercapai. Tentunya asa yang besar ini pula juga yang akan menjadi pendorong semangat dalam melakukan proses perkuliahan nanti. Hal ini akan ditambah dengan harapan mempunyai teman baru, mempunyai lingkungan yang baru, tentu juga dengan intelektual yang baru juga. Bahkan tidak sedikit pula yang bermimpi ketiban pacar baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk orang tua juga tidak kalah bahagiannya, hal ini karena tidak semua orang tua bisa menyekolahkan anaknya pada level perguruan tinggi. Dan tidak semua anak pula mempunyai kemampuan otak untuk bisa menembus perguruan tinggi. Bagi orang tua, kebanggaan yang paling tinggi adalah bila melihat anaknya sukses. Karena pada saat orang tua berada dalam forum publik, hal yang paling enak untuk dibicarakan adalah masalah anak. Jadi jelas akan menjadi kebanggaan yang luar biasa jika orang tua mempunyai anak yang cerdas dan mampu berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan yang besar juga hinggap di mahasiswa senior, banyak yang berharap (terutama aktivis organisasi) mahasiswa baru bisa lebih mengenal kampusnya bisa mengenal realitas sosial yang ada di masyarakat tentunya bisa menghindari dunia yang hedonis yang selama ini cukup mengakar kuat di sebagaian mahasiswa. Oleh karena itu, sudah sangat familiar bisa untuk menyambut mahasiswa baru diadakan acara yang dikenal dengan nama ospek. Diharapkan dengan acara tersebut bisa menanamkan paradigma baru untuk bisa mencetak intelektual yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas asa itu akan bisa tercapai jika semua pihak ikut memperjuangkannya untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini tidak bisa dilakukan secara parsial tapi harus didukung oleh semua pihak (prinsip mestakung) baik itu mahasiswa baru dengan mempunyai komitmen yang kuat untuk terus belajar, orang tua dengan selalu memonitor perkembangan anaknya, mahasiswa senior dengan memberi tauladan yang baik, elemen organisasi yang ada di kampus dengan memberi ruang untuk belajar dan berkreasi, dan tentu juga birokrat kampus dengan membuat kebijakan yang memihak mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang penting, sekolah jangan sampai menjadi candu yang bisa memabukan. Candu yang bisa membuat kita lupa akan jadi diri kita sebagai mahasiswa. Manusia intelektual yang mempunyai daya kritis dan peka terhadap fenomena sosial yang ada di masyarakat. Serta tentu saja manusia yang bisa menjadi agen untuk perubahan. SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-5421591206987472135?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/5421591206987472135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/besarnya-sebuah-asa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5421591206987472135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/5421591206987472135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/besarnya-sebuah-asa.html' title='BESARNYA SEBUAH ASA'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuciwlDwKpI/AAAAAAAAABU/0S-MQiw2tU0/s72-c/cita-cita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-1390655342131151935</id><published>2007-09-08T11:14:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:52:12.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Live Your Life With Passion</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Rucj1VDwKqI/AAAAAAAAABc/ZDsk1MzDwUk/s1600-h/berani+coba3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Rucj1VDwKqI/AAAAAAAAABc/ZDsk1MzDwUk/s200/berani+coba3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109091701368040098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengawali tulisan ini, saya tertarik dengan ucapan yang mendalam dan sangat filosofis yang diucapkan oleh guru imajiner saya yaitu Adi W Gunawan seorang Re-educator dan penulis buku best seller. Karena saya yakin banyak diantara kita yang tidak paham apa itu hidup, mengapa kita hidup, dan untuk apa kita hidup. Bahkan banyak orang yang menjalani hidup ini cuma sebatas menunjukan eksistensi, numpang hidup di dunia, atau bahkan hanya sebatas sebagai pelengkap, itupun pelengkap penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan yang adapun belum mampu untuk bisa menghasilkan lulusan yang bisa menjawab pertanyaan diatas. Apalagi untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kualitas dan mental yang bagus, serta menghasilkan manusia-manusia yang bijak yang bisa bermanfaat buat sesama. Sehingga tidak heran kalau Topatimasang (1998) mengatakan pendidikan tidak ubahnya seperti candu yang memabukan, yang membuat banyak orang yang terlena dan terbius sehingga tidak bisa mengenal realitas yang ada disekitarnya. Tentunya ini bertolak belakang dengan apa yang inginkan oleh salah satu tokoh pendidikan dunia Paulo Freire yang melontarkan tentang tujuan akhir upaya proses pendidikan adalah adalah memanusiakan manusia (humanisasi) yang berarti pemerdekaan atau pembebasan manusia dari situasi batas yang menindas dari kehendak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prakteknya sistem pendidikan tidak mengakui bahwa manusia itu sosok yang unik, artinya sosok yang satu akan berbeda dengan sosok yang lain. Buktinya untuk bisa mengukur kecerdasan seseorang masih saja menggunakan kecerdasan tunggal yaitu kecerdasan inteletual, yang bisa terlihat dari ketrampilan menghitung, merinci, dan menganalisis. Tidak heran kalau nilai raport dan IPK menjadi ukuran kebanggaan yang mutlak bagi anak didik dan orang tua sehingga tidak jarang banyak yang menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan nilai yang bagus. Hal inilah yang menyebabkan Adi W. Gunawan mengatakan dengan bahasa provokatif bahwa sekolah hanya dirancang untuk menghasilkan orang-orang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sudah sejak lama Howard Garner menemukan bahwa dalam diri seseorang terdapat kecerdasan yang majemuk, artinya seseorang memiliki beberapa kecerdasan yang antara satu dengan yang lain berbeda ukurannya. Kecerdasan tersebut yaitu linguistic, logical-mathematical, bodily-kinesthetic, spatial-visual, musical, intrapersonal, dan interpersonal. Bahkan diawal tahun 1990-an Daniel Golemen menemukan sesuatu yang menggemparkan bahwa kecerdasan intelektual hanya berpengaruh 20% terhadap kesuksesan dalam hidup. Selebihnya itu ditentukan oleh kecerdasan lain (kecerdasan emosional). Kecerdasan emosional yaitu kecerdasan untuk mampu memahami diri sendiri sehingga bisa memahami orang lain dan bisa membina hubungan baik dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, saya banyak menemui mahasiswa yang belum memahami betul tentang hal tersebut diatas. Sehingga mereka menjalani kuliah hanya sebatas rutinitas balaka. Berangkat pagi hari untuk mengikuti kuliah, datang langsung duduk manis dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh dosen, dan pulang setelah dosen selesai mengajar, pergi ke perpustakaan itupun kalau sempat dan tidak menggangu waktu bermain. Sedikit sekali diantara mahasiswa yang mau menggunakan waktu sisanya untuk melakukan aktivitas yang bisa menggali dan mengembangkan potensi diri seperti kegiatan berorganisasi di dalam maupun di luar kampus. Banyak yang tidak mau keluar dari zona kenyamanan (comfort zone) untuk menerima tantangan dan kesulitan yang lebih dari hanya sekedar aktivitas kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata berorganisasi bahkan menjadi kata yang tabu dan sangat dihindari bagi sebagian mahasiswa dan menganggap hanya membuang-buang waktu saja. Padahal dengan ikut berorganisasi itu artinya kita kuliah lagi di Hard University, universitas kehidupan yang berisi kesulitan dan tantangan, yang mengharuskan kita untuk senantiasa belajar, belajar dan belajar. Dalam organisasi kita belajar bersosialisasi, belajar menerima perbedaan pendapat, belajar menerima tanggung jawab, dan belajar menghadapi masalah dan kesulitan. Pelajaran berharga inilah yang tidak didapatkan di bangku kuliah dan di pendidikan formal. Sehingga ketika kita lulus dari Hard University ini kita akan menjadi pribadi yang kuat dan bijak dalam menghadapi masalah.&lt;br /&gt;Bahkan banyak contoh yang gagal di dunia pendidikan formal, tapi dia berhasil di dunia nyata. Orang-orang seperti Thomas A Edison yang hanya sekolah beberapa bulan tapi ternyata bisa sukses menjadi penemu lampu pijar dan memegang hak paten lebih dari 3000 hasil temuan. Atau bahkan Sosok Andrie Wongso yang menjadi motivartor no 1 indonesia, yang mempunyai gelar Andrie Wongso SDTT, TBS. Gelar yang unik yang tidak ada di lulusan pendidikan formal manapun, yaitu Sekolah Dasar Tidak Tamat, Tapi Bisa Sukses. Itulah sosok yang gagal total dalam pendidikan formal tapi bisa sangat berhasil dalam kehidupan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita bisa bersyukur karena kita mempunyai kesempatan yang tidak dimiliki setiap orang untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi. Oleh karena itu gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, dengan mengisinya lewat aktivitas yang bermanfaat. Jalani setiap aktivitas tidak hanya menjadi rutinitas belaka, berikan nilai tambah terhadap sesuatu yang kita kerjakan. Hidupkan segala potensi yang kita miliki, agar bisa berkembang secara maksimal. Mengambil istilan Steven R. Covey, asahlah selalu gergajimu. Niatkan dalam melakukan segala aktivitas untuk selalu belajar, karena ketika kita hidup untuk belajar maka kita akan belajar tentang hidup. SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-1390655342131151935?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/1390655342131151935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/live-life-with-passion.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1390655342131151935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1390655342131151935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/09/live-life-with-passion.html' title='Live Your Life With Passion'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/Rucj1VDwKqI/AAAAAAAAABc/ZDsk1MzDwUk/s72-c/berani+coba3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-198137870871211798</id><published>2007-07-14T08:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:52:33.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>KULIAH DI HARD UNIVERSITY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuclAVDwKrI/AAAAAAAAABk/tza0bWvpILI/s1600-h/pastikan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuclAVDwKrI/AAAAAAAAABk/tza0bWvpILI/s200/pastikan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109092989858228914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak orang yang beranggapan bahwa universitas terbaik di dunia adalah Harvard University. Sebuah universitas yang sangat diimpi-impikan oleh sebagian orang untuk bisa belajar menimba ilmu dan pengetahuan. Tapi benarkah persepsi banyak orang kalau Harvard University adalah universitas terbaik di dunia??? Terkait dengan hal tersebut saya tertarik dengan ucapan salah satu dosen Unsoed yaitu Pak Waidi, beliau tidak setuju dengan statement bahwa universitas nomor wahid dan tebaik adalah Harvard University karena menurut beliau ada universitas yang jauh lebih HEBAT dan jauh lebih DAHSYAT di muka bumi ini yaitu Hard University.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hard University adalah universitas kesulitan yang ada dalam kehidupan, tidak perlu ujian masuk layaknya SPMB atau ujian lokal untuk bisa menjadi anggota. Semua orang bisa masuk tak terkecuali baik itu anak-anak, remaja, ataupun dewasa bahkan tanpa melihat status baik itu miskin ataupun kaya. Sangat mudah untuk masuk tapi sangat sulit untuk keluar dalam mengatasi masalah atau ujian yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah universitas yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari, menuntut seseorang untuk terus belajar dan belajar, untuk bisa bangkit dari kegagalan, bangun lagi dari keterpurukan. Universitas yang sangat mudah sekali untuk dimasuki tapi sangat sulit untuk bisa lulus dari sana. Intelektual dan otak saja tak cukup untuk dijadikan alat dalam menghadapi setiap masalah yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang berhasil di dunia pendidikan formal, tapi gagal total dalam Universitas Kehidupan, seseorang yang berpendidikan tinggi tapi tidak mampu menjaga kehormatannya. Perlu pemaknaan hidup yang dalam untuk bisa melalui ujian dalam universitas ini. Dan jangan harap ada waktu libur setelah anda menghadapi ujian yang satu, karena akan ada ujian yang lebih besar dan lebih sulit lagi. Mengambil istilah Steven Covey asahlah gergajimu, yaitu mengharuskan kita untuk senantiasa meningkatkan kemampuan kita, karena hal ini mutlak dilakukan, untuk bisa berhasil dalam menghadapi ujian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaharuan terhadap diri harus terus dilakukan dan tidak pernah mengenal kata maksimal. Oleh karena itu ketika kita ingin berhasil di universitas yang paling HEBAT di dunia yaitu Universitas Kehidupan, maka kita harus belajar, dan belajar. Agar dari proses pembelajaran itu kita mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang cukup. Sehingga hal ini bisa dijadikan bekal dalam menghadapi segala kesulitan yang akan menimpa kita. SALAM SUKSES !!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-198137870871211798?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/198137870871211798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/kuliah-di-hard-university.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/198137870871211798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/198137870871211798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/kuliah-di-hard-university.html' title='KULIAH DI HARD UNIVERSITY'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuclAVDwKrI/AAAAAAAAABk/tza0bWvpILI/s72-c/pastikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-6331495236302264237</id><published>2007-07-14T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:53:07.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>OPTIMISME, SOMBONG, DAN AMBISI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuclulDwKsI/AAAAAAAAABs/ARRsBSgFT5U/s1600-h/gun+2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuclulDwKsI/AAAAAAAAABs/ARRsBSgFT5U/s200/gun+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109093784427178690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ide penulisan ini muncul dari sebuah pertanyaan teman saya, pikiran itu ada setelah beberapa waktu saya mengisi motivation training di salah satu organisasi kampus saya. Dia merasa bingung beberapa hari setelah mendapat materi yang diberikan tentang pentingnya seseorang mempunyai big dream, apa yang dia tanyakan sebelumnya belum sempat saya pikirkan, dan saya agak kelabakan mendapat pertanyaannya. Dia bertanya kenapa ketika kita punya keinginan yang besar dan kita sangat optimis, ternyata malah hasilnya tidak terlalu baik, tetapi kenapa kalau tidak optimis atau tidak dikejar, maka sesuatu itu malah hasilnya baik??? Terus saat-saat seperti itu masih perlukah kita punya ambisi, dan apakah ambisi itu sesuatu yang bagus atau jelek???&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu saya menjawab dengan seadanya bahwa untuk mempunyai impian atau keinginan itu harus disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan kita, sehingga dalam pencapaiannya pun itu akan lebih mudah. Oleh karena itu pengenalan terhadap diri sendiri itu sangat mutlah untuk diketahui. Sementara mengenai ambisi saya cuma bisa mengatakan itu bagus yang penting dalam mencapai tujuan tidak menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggal dulu sejenak tentang cerita di atas, saya mau mencoba mengalihkan ke sesuatu hal. Dalam keseharian saya sering menggunakan strategi yang saya pelajari untuk mencapai impian, yaitu salah satunya dengan menceritakan apa yang menjadi impian kita kepada orang lain, dengan harapan ketika ada orang yang tepat untuk membantu impian kita maka hal ini akan lebih mudah. Atau setidaknya minimal orang tersebut ketika bertemu dengan kita selalu mengingatkan tentang impian kita, karena manusia memang sosok yang pelupa. Tapi banyak tanggapan yang masuk ke telinga saya mengenai impian-impian itu. Ada yang mengatakan saya terlalu muluk-muluk, kata-katanya terlalu tinggi, terlalu sombong, ambisinya sangat besar, walaupun ada juga yang bilang bagus dan itu sesuatu yang besar. Sampai saya berpikir apakah yang saya katakan salah, saya terlalu PD, optimis, atau bahkan sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya saya luangkan waktu untuk merenung mengenai hal ini, tentunya ini berhubungan juga dengan pertanyaan di atas. Saya memulai untuk memahami apa itu optimis, beda ga siy sama sombong, terus apa hubungannya dengan ambisi. Setelah coba saya pikirkan lebih dalam saya akhirnya memaknai optimis adalah sebuah keyakinan untuk mencapai tujuan/cita-cita. Dan optimisme ini hakekatnya harus didasari dengan pengenalan akan keadaan diri, baik itu kekuatan kita ataupun kelemahan kita, dan optimisme juga harus didasari dengan potensi yang kita miliki yang Tuhan berikan. Sehingga kita mengatakan sesuatu tetapi atas dasar pengenalan diri yang utuh dan kita yakin akan mencapainya, maka kita sudah menjadi orang yang optimis, terlepas apapun perkataan orang lain terhadap kita. Terus apa hubungannya dengan sombong, saya memaknai sombong ketika kita mengatakan sesuatu tanpa terlebih dahulu kita mengenal diri kita sendiri, baik itu kekuatan dan kelemahan kta. Sehingga apa yang kita katakan itu terlalu besar dan tidak berdasar, karena kita juga buta dengan diri kita. Untuk mengetahui kita sombong atau tidak mengenai perkataan kita maka kita harus melakukan cermin diri atau introspeksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimis dan sombong sama-sama mengatakan sesuatu yang besar, perbedaanya terletak pada sejauh mana seseorang mengenal potensi dirinya sendiri. Dan hal ini juga akan kelihatan ketika seseorang mengatakannya, orang yang optimis akan mengatakan dengan bijak, sementara yang sombong akan terkesan arogan ketika mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus bagaimana dengan ambisi terhadap cita-cita dan tujuan kita, apakah hal itu baik atau sebaliknya. Sebelum memberi penilaian baik dan buruk kita coba maknai dulu apa itu ambisi. Ambisi merupakan kehendak yang kuat untuk mencapai tujuan, dan ini bisa dijadikan nafas untuk mencapai tujuan kita. Ambisi merupan sesuatu yang baik bahkan memang ambisi mutlak dimiliki oleh seseorang yang punya tujuan. Karena dengan ambisi (kehendak kuat) maka akan menuntun seseorang untuk melakukan tindakan yang akan mengarahkan pada pencapaian tujuan. Ambisi akan sangat bagus jika didasarkan pada optimisme (keyakinan kuat) untuk mencapai tujuan yang didasari atas pengenalan diri. Yang bahaya adalah ketika ambisi bersanding dengan sombong, yaitu ambisi (kehendak kuat) untuk mencapai sesuatu yang didasari tetapi didasari oleh kesombongan (tidak mengenal diri), maka hal ini akan mengakibatkan seseorang melakukan sesuatu dengan segala cara untuk mencapainya. Tidak jarang kita banyak menemukan seseorang yang membabi buta dengan ambisinya, karena banyak diantara kita yang tidak mengenal diri kita sendiri. Sehingga dari banyak fenomena itu tidak jarang kita tabu untuk mengatakan kalau kita punya ambisi besar untuk mendapatkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya ingin kita untuk selalu merenung dan mencoba mengenal lebih banyak tentang diri kita sendiri, jangan sampai kita merasa terasing dengan diri kita sendiri. Sehingga dengan itu kita bisa bersikap optimis dan mempunyai ambisi untuk mencapi tujuan, tanpa ada yang menganggap apa yang kita omongkan hanya khayal belaka. SALAM SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-6331495236302264237?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/6331495236302264237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/optimisme-sombong-dan-ambisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6331495236302264237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6331495236302264237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/optimisme-sombong-dan-ambisi.html' title='OPTIMISME, SOMBONG, DAN AMBISI'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RuclulDwKsI/AAAAAAAAABs/ARRsBSgFT5U/s72-c/gun+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8847464768449376736</id><published>2007-07-11T06:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T21:16:29.500-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>ORANG TERMISKIN DI DUNIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvGmbmArHgI/AAAAAAAAACY/YfpJj8hHOnA/s1600-h/003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvGmbmArHgI/AAAAAAAAACY/YfpJj8hHOnA/s200/003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112050045032275458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Judul tulisan di atas memang seperti judul sebuah lagu yang sudah di kenal banyak orang. Lagu yang menceritakan seseorang yang merasa paling miskin di dunia dan hidup di gubuk derita. Pertanyaannya yang menarik disini adalah siapa sebenarnya orang yang pantas dikatakan sebagai orang termiskin di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa menjawab pertanyaan diatas, saya tertarik dengan ungkapan yang dikatakan oleh ketua PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) saat-saat indonesia mau berlaga di pentas piala asia di Jakarta. Dia mengungkapkan kesempatan tim Indonesia untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Berlebihankah apa yang diungkapkan dia,setelah kita tahu bahwa kita satu group dengan Korea Selatan, Arab Saudi, dan Bahrain yang ketiga negara tersebut mempunyai reputasi yang bagus dalam percaturan sepakbola asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu dari sudut pandang manapun analisis itu dilakukan, secara diatas kertas sangat sulit untuk bisa berkiprah lebih baik. Terlepas dari apakah nanti tim Indonesia bisa lolos atau tidak atau bisa berbuat banyak atau tidak, tapi ada satu perkataan dia yang menarik yaitu kita harus berani bermimpi untuk bisa lolos, karena kalau untuk bermimpi saja kita tidak mampu, bagaimana kita bisa berbuat banyak dilapangan. Dia menambahkan bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ketika untuk bermimpi saja kita tidak berani, maka kita pantas untuk dikatakan menjadi manusia termiskin di dunia&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ketika kita tidak mempunyai impian atau rencana, maka apa lagi yang akan kita harapkan. Karena ketika kita tidak punya impian maka dalam melakukan setiap aktivitas atau pekerjaan, maka tidak ada nilai tambah dalam aktivitas tersebut. Tidak ada lagi asa yang bisa digantungkan untuk bisa dijadikan pegangan dalam melakukan setiap pekerjaan. Impian akan menjadi arah yang akan menuntun tindakan anda untuk mencapainya. Andrie Wongso motivator No 1 Indonesia pernah mengatakan kita harus berani untuk bermimpi, karena pemimpi besar belum tentu sukses tapi orang sukses sudah pasti pemimpi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang ada di dunia adalah hasil impian penciptanya, dan sesuatu di buat dua kali yaitu di benak penciptanya, dan yang kedua dalam wujud riil. Contohnya Bill Gates jauh-jauh hari sudah bermimpi bahwa suatu saat nanti setiap rumah akan terdapat Personal Computer yang padahal waktu itu sejarang mengatakan bahwa ukuran komputer sangat besar. Dan dulu itu merupakan hal yang tidak mungkin dan banyak yang mengatakan itu sesuatu yang konyol. Tapi toh nyatanya fakta berkata lain, sekarang ketika dalam rumah atau kantor anda punya komputer, maka sesungguhnya anda telah kena sumpahnya si Bill Gates, yang itu semua berasal dari impian dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh lagi seseorang yang bisa menjadi sosok yang hebat dan luar biasa itu berasal dari impiannya. Maka tidak ada salahnya kita untuk mulai berani bermimpi dengan menetapkan apa-apa yang ingin kita dapatkan dalam hidup, baik itu financial, status sosial, spiritual, pendidikan atau yang lain lagi. Cobalah realisasikan mimpi anda mumpung anda mempunyai kesempatan untuk meraihnya. Karena ketika jasad sudah berselimutkan tanah dan jiwa tidak lagi menyatu dengan raga, maka apa yang ingin kita capai hanya sia-sia belaka. Jangan sampai kita mati bersama impian kita yang belum tercapai sehingga membuat kuburan menjadi tempat terkaya di dunia karena disana banyak orang yang bermimpi yang belum tercapai, mimpi punya mobil tapi belum tercapai, mimpi berangkat haji tapi tidak tercapai sehingga di kuburan menjadi banyak harta karun yang terpendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena itu tidak ada salahnya dong kalau mulai sekarang kita beranikan diri untuk bermimpi, selama mimpi itu gratis dan yang lebih penting lagi biar kita tidak menjadi orang termiskin di dunia, sehingga ketika Hamdan ATT menyanyikan lagu orang termiskin di dunia, kita tidak lagi merasa tersendir, walaupun hidup kita di gubuk derita, dan makan sepiring berdua. Selagi masih mempunyai asa dan harapan maka kita termasuk orang yang kaya, kalaupun tidak kaya harta ya...minimal kita kaya hati. SALAM SUKSES!!! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8847464768449376736?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8847464768449376736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/orang-termiskin-di-dunia.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8847464768449376736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8847464768449376736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/orang-termiskin-di-dunia.html' title='ORANG TERMISKIN DI DUNIA'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvGmbmArHgI/AAAAAAAAACY/YfpJj8hHOnA/s72-c/003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-4833869229242032821</id><published>2007-07-01T11:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:57:22.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>TUHAN TIDAK PERNAH MEMBERI APA YANG SAYA MINTA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvGuomArHkI/AAAAAAAAADE/uBazNyGVaqw/s1600-h/berdoa.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvGuomArHkI/AAAAAAAAADE/uBazNyGVaqw/s200/berdoa.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112059064463597122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup memang penuh misteri, banyak hal yang sampai saat ini belum terpecahkan, banyak kejadian yang samapai saat ini sulit untuk menemukan jawabannya. Mungkin karena itulah manusia dituntut harus terus belajar untuk menyibak tabir misteri yang belum terbuka.&lt;br /&gt;Judul tulisan di atas mungkin aga sedikit aneh dan “propokatif”, judul tersebut tidak bisa dicerna secara menntah-mentah harus ada pemahaman yang lebih, tentunya dengan membaca kelanjutan dari tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya memang saya akui bahwa selama ini yang saya rasakan dan saya pahami, bahwa Tuhan tidak pernah memberi apa yang saya minta, bahkan saya kadang merasa aneh ketika saya meminta kemudahan dalam segala hal, eh…. ternyata malah yang datang kesulitan terus menerus. Hal ini jelas membuat saya frustasi bahkan itu tak jarang membuat saya berburuk sangka pada Tuhan. Bahkan saya tak jarang berfikir dan bertanya bukankah Tuhan Maha Mendengar, tapi kenapa apa-apa yang saya minta jarang langsung dikabulkan. Saya yakin banyak orang merasa seperti apa yang saya rasakan, Terus bagaimana donk?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan itulah yang sering muncul, dan semakin disesali justru akan semakin membuat kita terpuruk. Coba pernah tidak anda mengalami ketika anda Memohon kepada Tuhan kekuatan, Tuhan malah memberi kita kesulitan. Ketika kita memohon untuk bisa menjadi manusia bijak, Tuhan malah memberi kita banyak masalah. Bahkan ketika saya meminta untuk menjadi manusia pemberani, Tuhan malah memberi kondisi bahaya, dan ketika saya memohon sebuah cinta, Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yang aneh disini ketika kita pikir lebih dalam, bahwa benar apa yang kta minta tidak di kasih, tetapi ternyata kita dikasih sesuatu masalah untuk kita hadapi.Analogi sederhananya ketika kita minta makanan tapi ternyata Tuhan memberi kail buat kita. Bukan kah itu menjadi jawaban atas doa-doa kita selama ini, pernah tidak terbanyangkan kalau kita hanya diberi ikan, pasti ikan itu habis dan kita pasti akan meminta lagi. Beda dengan kita diberi kail, maka kail itu akan bisa menghidupi kita. Itulah mungkin jawaban Tuhan atas doa-doa saya selama ini, bahwa “ TUHAN TERNYATA TIDAK PERNAH MEMBERI APA YANG SAYA MINTA TETAPI TUHAN MEMBERI APA YANG SAYA BUTUHKAN”. Ya …Tuhan memberi semua kebutuhan yang saya minta, dan hal ini akan diketahui bagi mereka yang mau membuka hati dan tidak berburuk sangka pada Tuhan, bukankah Tuhan adalah sebagaimana prasangka mahluknya, kalau kita berprasangka baik, maka baik pulalah, begitu sebaliknya. Makanya cobalah mengungkap hikmah dibalik fakta, walaupun itu kedengarannya klasik, tapi ga ada salahnya untuk dicoba…SALAM SUKSES !!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-4833869229242032821?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/4833869229242032821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/tuhan-tidak-pernah-memberi-apa-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4833869229242032821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/4833869229242032821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/07/tuhan-tidak-pernah-memberi-apa-yang.html' title='TUHAN TIDAK PERNAH MEMBERI APA YANG SAYA MINTA'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvGuomArHkI/AAAAAAAAADE/uBazNyGVaqw/s72-c/berdoa.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8887233132662304706</id><published>2007-06-22T23:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:56:40.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>ORANG TUA YANG SUKSES, YANG SEPERTI APA SIH?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHAGGArHmI/AAAAAAAAADU/ygZT6geBboQ/s1600-h/ortu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHAGGArHmI/AAAAAAAAADU/ygZT6geBboQ/s200/ortu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112078262967410274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; Topik ini adalah topik yang cukup sering penulis ceritakan kepada orang lain, dPenulis pribadi berpikir hal ini yang paling menarik untuk dibahas, mungkin hal ini dilandasi, karena penulis sendiri telah kehilangan salah satu orang tua yang jadi panutan selama ini. Sehingga ada motivasi yang besar untuk bisa membuat banyak hal.&lt;br /&gt;Pembahasan ini dimulai dari pemikiran yang sangat mendalam untuk bisa menemukan jawaban atas pertanyaan, sudah sukseskan orang tua kita??? Pada dasarnya anak merupakan anugerah yang diberikan Alloh kepada manusia. Banyak sumber yang mengatakan bahwa manusia pada saat dilahirkan dalam keadaan polos, artinya polos disini tidak punya dosa, tidak punya pikiran dan tidak punya pemahaman. Dalam perjalannya orang tua-lah yang akan sering berhubungan dan akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam membentuk karakter pada diri anak.&lt;br /&gt;Permasalahannya adalah bahwa banyak orang tua yang terjebak pada pemenuhan kebutuhan berupa fisik, baik itu sandang, pangan, ataupun papan. Jarang sekali orang tua yang mempersiapkan atau memenuhi kebutuhan anaknya yang berhubungan dengan non fisik, baik itu berupa mental, akhlak, budi pekerti, atau ajaran agama (soft skill). Sedikit sekali orang tua yang mempersiapkan anaknya untuk mempunyai mental dan karakter yang kuat, sehingga ketika dihadapkan dengan kesulitan hidup dan kegagalan, maka anak tersebut menjadi sosok yang kuat untuk bisa bangkit lagi melawan tantangan dalam hidup. Malah banyak dari orang tua yang lebih sibuk mempersiapkan untuk pendidikan buat anak dengan rame-rame mendaftarkannya ke asuransi pendidikan, atau memasukan anaknya ke lembaga pendidikan yang favorit, mereka menyangka hal itu sudah cukup untuk bisa memnuhi kebutuhan masa depan anaknya. Tentunya saya pribadi menilai hal tersebut tidak salah, tapi disini saya ingin tekankan bahwa hal tersebut tidak akan cukup untuk mempersiapkan anak tersebut sukses dalam menghadapi hidup. Karena &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ary Ginanjar&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; pernah mengatakan sangat mudah sekali untuk mengajari seseorang untuk menghitung, merinci, menganalisis, tapi sangat sulit untuk bisa menerapkan nilai-nilai untuk dijadikan pijakan dalam menghadapi sesuatu.&lt;br /&gt;Yang harus orang tua bayangkan adalah, bagaimana ketika saat ini juga dia tidak ada atau meninggalkan dunia ini. Apakah anak-anaknya bisa melanjutkan hidup, bagaimana kesiapan anak-anaknya dalam menghadapi perjuangan hidup. Yakinlah berapapun banyaknya materi itu pasti akan habis. Yang penting adalah bagaimana mereka bisa tetap survive dalam menjalani hidup. Atau lebih luhur lagi mengutip Lukman Hakim yang menanyakan hal itu kepada anaknya setelah bapak mati kalian akan menyembah siapa? Hal ini sangat penting, tapi penulis tidak akan membahasnya disini, karena kekurangan pemahaman terhadap hal tersebut, karena yang dibahas disini lebih berorientasi duniawi.&lt;br /&gt;Mental, optimisme, semangat berjuang, karakter yang kuat menjadi penting untuk bisa menghadapi hal tersebut. Ini tidak mudah karena hal ini tidak bisa diwujudkan dalam seketika, melainkan harus ada proses yang panjang untuk membentuknya. Sehingga pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa &lt;em&gt;orang tua yang sukses adalah orang tua yang semasa hidupnya dia telah menyiapkan sebuah generasi yang jauh lebih HEBAT dan jauh lebih DAHSYAT &lt;/em&gt;(Guntur Quote). Sekarang pertanyaannya adalah, sudahkah anda mempersiapkan hal tersebut??? Bagi seorang anak, sudah kah anda menjadi pribadi yang kuat, sehingga orang tua anda pantas dikatakan menjadi orang tua yang sukses??? SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8887233132662304706?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8887233132662304706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/06/orang-tua-yang-sukses-yang-seperti-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8887233132662304706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8887233132662304706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/06/orang-tua-yang-sukses-yang-seperti-apa.html' title='ORANG TUA YANG SUKSES, YANG SEPERTI APA SIH?'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHAGGArHmI/AAAAAAAAADU/ygZT6geBboQ/s72-c/ortu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-435836886549092304</id><published>2007-06-22T23:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:55:45.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Emosi'/><title type='text'>SENI MEMBINA HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHB_GArHpI/AAAAAAAAADs/rpg6WprOjy8/s1600-h/agreement.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHB_GArHpI/AAAAAAAAADs/rpg6WprOjy8/s200/agreement.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112080341731581586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam kehidupan ini, kita selalu dikelilingi oleh banyak orang di sekitar kita. Ada keluarga, teman sepermainan, teman kantor, teman satu ideologi atau mungkin yang terakhir teman tapi mesra. Manusia pada dasarnya memang mahluk sosial, manusia yang dalam menjalani hidup membutuhkan orang lain. Sehingga orang-orang yang ada disekitar anda adalah aset terbesar dalam anda, karena banyak hal yang bisa kita lakukan bersama mereka, dan banyak hal yang bisa kita bagi bersama mereka.&lt;br /&gt;Dalam seni berhubungan dengan orang lain, ternyata ada kaidah-kaidah yang harus kita perhatikan. Karena yang kita hadapi adalah sosok manusia yang punya akal, pikiran, emosi dan juga karakter yang satu dengan yang lain tidak sama. Sehingga harus ada pendekatan yang berbeda untuk orang yang berbeda pula, hal ini dipertegas oleh &lt;strong&gt;Florence Littauer&lt;/strong&gt; yang mengatakan bahwa setiap manusia adalah sosok yang unik, artinya sosok yang berbeda antara satu dan yang lainnya. Sehingga pantas &lt;strong&gt;Steven R. Covey&lt;/strong&gt; mengatakan bahwa “jangan harap kita mendapatkan hasil yang berbeda ketika kita menghadapi sesuatu yang berbeda dengan pendekatan yang sama”. Dari hal tersebut di atas jelas bahwa ada seni untuk bisa menangani orang lain ketika kita berhubungan dengan mereka.&lt;br /&gt;Manusia juga pada dasarnya merupakan mahluk emosional, yang segala tindakannya tergantung pada kondisi emosinya (&lt;strong&gt;Daniel Golemen&lt;/strong&gt;). Inilah sebenernya kuncinya ketika kita berhubungan dengan orang lain. Sebelum kita dapat mengetahui kondisi emosinya, maka kita harus terlebih dahulu mengenal kondisi emosi diri, yaitu dengan mengenal diri sendiri dulu, seperti yang dikatakan oleh Socrates kenalilah dirimu. Ini merupakan awalan dalam membina hubungan dengan orang lain. Karena ketika seseorang sudah bisa mengenal diri sendiri, hal ini akan memudahkan kita dalam memahami orang lain dan hal ini akan semakin efektif untuk bisa melancarkan dalam membina hubungan dengan orang lain.&lt;br /&gt;Manusia adalah mahluk yang unik, bagaimana tidak, ada hukum yang pasti yang dikatakan oleh &lt;strong&gt;William Shakspear&lt;/strong&gt; bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih menarik untuk dibicarakan selain diri kita sendiri. Bagi setiap orang topik yang paling menyenangkan untuk dibicarakan, adalah topik yang mereka punya, di luar itu tidak ada satupun yang menarik. Contohnya musibah sakit gigi yang diderita seseorang akan jauh lebih menarik daripada musibah tsunami yang dialami orang lain. Inilah hal yang menurut saya sangat aneh tapi nyata.&lt;br /&gt;Dengan melihat hal tersebut, kita bisa mencoba menerapkan nilai-nilai ini ketika kita berbicara dengan orang dan membina hubungan baik dengan orang lain. Bicarakan hal-hal yang menurut orang tersebut menarik untuk diceritakan, beri perhatian yang intens ketika lawan kita berbicara, berikan apresiasi yang mendalam terhadap prestasi yang sudah dicapai, berikan pujian yang tulus, tunjukan pada teman kita bahwa mereka pribadi yang menarik. Yang terakhir kita harus lebih sering mendengarkan daripada berbicara, karena Alloh memberikan dua telinga dan satu mulut, itu artinya menurut &lt;strong&gt;Dale Carnigie&lt;/strong&gt;, dalam hidup kita harus lebih sering mendengar daripada berbicara, karena bisa jadi peringatan salah satu operator telepon seluler itu benar bahwa your mouth is your tiger, artinya mulutmu adalah harimaumu…makanya tidak ada salahnya kita hati-hati dalam mengucapkan sesuatu, karena kalau lidah sudah lukai hati, kemana obat hendak dicari..SALAM SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-435836886549092304?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/435836886549092304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/06/seni-membina-hubungan-dengan-orang-lain.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/435836886549092304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/435836886549092304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/06/seni-membina-hubungan-dengan-orang-lain.html' title='SENI MEMBINA HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHB_GArHpI/AAAAAAAAADs/rpg6WprOjy8/s72-c/agreement.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-1892700126791834416</id><published>2007-06-19T04:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:55:34.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>PRIBADI YANG TAK MUDAH TERLUKAI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHD6mArHrI/AAAAAAAAAD8/mPZXlbVrmUo/s1600-h/kucing+senyum.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHD6mArHrI/AAAAAAAAAD8/mPZXlbVrmUo/s200/kucing+senyum.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112082463445425842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hidup saya yakin bahwa kita pasti pernah mengalami suatu keadaan yang tidak enak, entah itu berupa perbuatan, ucapan maupun, bahasa tubuh. Dan tak jarang kita mendapat perlakuan tersebut dari orang disekeliling kita, baik itu teman, saudara, rekan sekantor atau bahkan orang tua kita sendiri. Yang paling sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari adalah kita sering merasa jengkel, marah, dan kecewa bila kita menerima kata-kata yang tidak enak, baik itu ledekan, hinaan atau bahkan cacian. Bahkan tak jarang dari kita merasa bahwa apa yang dikatakan oleh orang tersebut kepada kita adalah hal yang benar, dan hal ini akan berdampak kita semakin merasa inferior dalam menghadapi hidup. Bahkan tak jarang juga dampak dari kata-kata negatif itu akan mengakibatkan kita semakin terpuruk dan memusuhi orang yang mengatakan hal tersebut. Pertanyaan besarnya benarkah sikap kita dalam menghadapi hal tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya pikir secara manusiawi hal yang wajar ketika kita merasa kecewa, sedih dan marah bila kita menerima kata-kata negatif dari orang lain. Banyak orang yang salah kaprah dengan mengatakan bahwa emosi yang saya bilang diatas adalah emosi negatif. Padahal yang namanya emosi adalah netral, positif dan negatifnya suatu emosi adalah tergantung bagaimana kita mengelolanya, apabila kita bisa mengelola emosi marah, sedih dan kecewa maka kita sudah bisa dikatakan memiliki kecerdasan emosi. Karena mengelola emosi merupakan salah satu substansi dari kecerdasan meosional menurut Daniel Golemen.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terus bagaimana donk sikap kita dalam menghadapi kata-kata negatif yang keluar dari mulut orang lain. Ada sebuah kalimat yang dikatakan oleh istri mantan presiden Amerika yaitu Eleano Rosevelt (istri FD Rosevelt) dia mengatakan bahwa &lt;strong&gt;&lt;em&gt;tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa menyakiti anda, kecuali diri anda mengijinkannya. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kalimat tersebut mempunyai arti bahwa &lt;strong&gt;andalah&lt;/strong&gt; sebenarnya pemegang keputusan terakhir, apakah anda akan terlukai dengan kata-kata negatif tersebut, atau anda menganggap kata-kata itu sesuatu yang tidak bermakna dan tidak mempunyai arti apapun bagi anda.  Jadi disini jelas bahwa anda mempunyai kuasa penuh atas diri anda, anda mempunyai kuasa penuh untuk menolak perkataan itu dan mengatakan pada diri anda bahwa hal itu tidak benar. Bahwa yang anda ketahui tentang diri anda itulah yang benar, karena Brian Tracy pernah mengatakan apa yang anda pikirkan tentang diri anda itulah anda, dan penilaian dan penghargaan anda terhadap diri anda jauh lebih penting dari apa yang orang lain katakan kepada anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semuanya terserah anda, karena &lt;em&gt;decision maker&lt;/em&gt; nya anda sendiri, anda bisa menggunakan cara yang di atas untuk bisa menjadi pribadi yang cerdas secara emosi dan menjadi prbadi yang kuat yang tak mudah terlukai. SALAM SUKSES !!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-1892700126791834416?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/1892700126791834416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/06/pribadi-yang-tak-mudah-terlukai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1892700126791834416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1892700126791834416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/06/pribadi-yang-tak-mudah-terlukai.html' title='PRIBADI YANG TAK MUDAH TERLUKAI'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvHD6mArHrI/AAAAAAAAAD8/mPZXlbVrmUo/s72-c/kucing+senyum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8108424549730818912</id><published>2007-05-30T06:52:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:55:58.464-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>SATU HAL YANG SAYA KETAHUI BAHWA SAYA TIDAK TAHU</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRNsH5o9WI/AAAAAAAAAEc/Gc6jFc9EN8s/s1600-h/socrates.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRNsH5o9WI/AAAAAAAAAEc/Gc6jFc9EN8s/s200/socrates.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112796897402746210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tulisan ini terilhami dari dari proses diri saya dalam menemukan makna hidup. Banyak hal yang telah saya lalu, dan banyak hal yang bisa dijadikan pembelajaran buat kita. Untuk hal kecil saja kita kadang sulit untuk mau belajar pada seseorang yang umurnya dibawah kita. Kita seakan terhalang dinding yang tebal dan gengsi yang besar untuk mau belajar dengan yang lebih muda. Apalagi bila sosok tersebut (yang lebih muda dari kita) terlihat sok dalam memamerkan kemampuannya. Hal itu akan semakin membuat kita enggan untuk menimba ilmu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Secara psikologis hal itu sangat wajar dan itu manusiawi, hal ini karena dalam diri manusia ada suara rasa ingin dihargai dan dihormati. Sehingga kita akan merasa takut ketika kita belajar dengan yang lebih muda, maka kita akan kehilangan harga dirinya, dan dia berpikir tidak akan ada lagi orang yang menghormati dia. Namun apakah hal ini memang seperti itu adanya, atau hanya perasaan kita saja? Mari kita bahas...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkait dengan masalah tersebut, saya tertarik dengan ungkapannya socrates, salah satu filsuf besar yunani, dia mengatakan : "satu hal yang saya ketahui didunia ini adalah tentang ketidaktahuan saya". Kata-kata ini menurut saya sangat filosofis dan mengandung makna yang sangat besar. Betapa tidak, oleh sebagian orang dianggap salah satu orang besar didunia, tapi dia masih merasa bahwa dia yang paling tidak tahu. Coba bandingkan dengan kita, yang baru punya kemampuan sedikit saja kita sudah banyak pamer ke temen-temen kita. socrates telah mengajarkan kepada kita bagaimana ilmu padi, yaitu semakin berisi semakin merunduk. Alangkah indahnya saya pikir ketika di dunia ini banyak orang yang pinter tapi dia tetap rendah hati atau &lt;em&gt;tawadu&lt;/em&gt;. Sehingga di dunia ini bisa terisi orang-orang pintar yang berpikir bijak dan menghargai terhadap orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah saatnya kita meniatkan hidup kita untuk belajar, agar kita bisa belajar untuk memaknai hidup. Sehingga kita tidak akan merasa gengsi lagi bila kita harus belajar pada orang lain sekalipun orang tersebut lebih muda dari kita ataupun orang tersebut lebih rendah posisinya/jabatannya dari kita, karena ada pepatah lama mengatakan, kalau itu TELOR, walaupun keluar dari "maaf" dubur ayam, maka ambilah. Artinya ketika ada sesuatu kebaikan yang kita lihat, maka ambilah walaupun itu keluar dari anak kecil sekalipun, dan kalau tidak salah agama pun sudah menjelaskan tentang hal tersebut. Akhirnya cuma ada tiga kata untuk hal ini Belajar, Belajar dan Belajar. SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8108424549730818912?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8108424549730818912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/satu-hal-yang-saya-ketahui-bahwa-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8108424549730818912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8108424549730818912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/satu-hal-yang-saya-ketahui-bahwa-saya.html' title='SATU HAL YANG SAYA KETAHUI BAHWA SAYA TIDAK TAHU'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRNsH5o9WI/AAAAAAAAAEc/Gc6jFc9EN8s/s72-c/socrates.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-7464656139199773228</id><published>2007-05-26T21:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:56:13.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>SEBERAPA BERMANFAATKAH ANDA?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRXwn5o9eI/AAAAAAAAAFc/meVvlZ477xI/s1600-h/kelapa1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRXwn5o9eI/AAAAAAAAAFc/meVvlZ477xI/s200/kelapa1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112807969828435426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam agama manusia diciptakan ke dunia ini tidak lain adalah untuk bisa menjadi &lt;em&gt;rahmatan lil alamin, &lt;/em&gt;artinya ketika manusia berada didunia diharapkan bisa membawa berkah bagi semesta alam, jelas alam itu sendiri bukan hanya manusia saja tapi juga hewan dan tumbuhan. Disini jelas bahwa manusia diciptakan yang pertama jelas untuk beribadah kepada Alloh, untuk kontek ini saya tidak akan jelaskan secara detail, karena pamahaman saya sendiri terhadap hal ini memang kurang. Kemudian yang kedua yang ingin saya soroti adalah bahwa manusia itu diciptakan untuk bisa memberi manfaat buat sesama. Maksudnya adalah kehadiran manusia itu sendiri  bisa memberi arti buat yang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkait dengan hal tersebut diatas, ada satu hal yang ingin saya tekankan  adalah, bahwa saya percaya dan yakin bahwa manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika hidupnya dia banyak memberi manfaat buat orang lain, dan itulah manusia yang paling mulia, manusia yang paling hebat dan manusia yang paling dahsyat. Jadi hemat saya ukuran untuk bisa menjadi manusia sukses sebenarnya bukan seberapa banyak dia punya materi, atau seberapa besar posisi dan jabatan yang ia pegang, tapi jauh dari itu sebenernya ketika manusia itu bisa dikatakan sukses dalam hidup adalah dengan seberapa besar kehadirannya bisa memberi manfaat dan arti buat sesama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbicara tentang arti kehadiran seseorang, ternyata ada beberapa tipe orang, yang pertama adalah tipe orang &lt;strong&gt;wajib&lt;/strong&gt;, artinya ketika kehadirannya bisa memberi arti dan ketika dia tidak ada banyak orang kehilangan. Kedua ada orang yang tipe &lt;strong&gt;sunah&lt;/strong&gt;, artinya kehadirannya bisa memberi manfaat tetapi ketidakhadirannya tidak menyebabkan sesuatu hal, jadi tidak ada yang merasa kehilangan. Ketiga tipe orang &lt;strong&gt;Mubah&lt;/strong&gt;, artinya kehadirannya tidak berpengaruh apa2 sama dengan ketidakhadirannya juga tidak memberi kontribusi apa-apa. Yang keempat adalah tipe manusia &lt;strong&gt;makruh&lt;/strong&gt;, yaitu tipe manusia yang ketika kehadirannya justru merugikan orang lain dan ketika dia tidak ada tidak berpengaruh apa-apa.  Yang kelima tipe manusia &lt;strong&gt;Haram, &lt;/strong&gt;yaitu tipe manusia yang ketika keberadaan dia justru merugikan orang lain dan ketiadaan dia justru itu yang diharapkan orang lain. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari bebrapa tipe manusia ini hendaknya kita bisa merenungi lebih dalam sebenernya kita masuk ke dalam tipe manusia yang seperti apa, tentunya kita semua berharap bahwa kita bisa menjadi manusia wajib, yang kehadiran kita bisa memberi manfaat buat banyak orang, dan ketika kita tidak ada banyak yang merasa kehilangan, alangkah indahnya ketika saat kita telah meninggal nanti kita tetap masih dikenang karena manfaat yang telah kita berikan pada saat kita hidup di dunia. Berminatkah anda menjadi manusia bermanfaat??? SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-7464656139199773228?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/7464656139199773228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/seberapa-bermanfaatkah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/7464656139199773228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/7464656139199773228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/seberapa-bermanfaatkah-anda.html' title='SEBERAPA BERMANFAATKAH ANDA?'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRXwn5o9eI/AAAAAAAAAFc/meVvlZ477xI/s72-c/kelapa1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-2767663389787690524</id><published>2007-05-26T20:38:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:54:56.886-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>SUKSES BUKAN PILIHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRQgn5o9YI/AAAAAAAAAEs/bqE8DKXvlv4/s1600-h/succes.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRQgn5o9YI/AAAAAAAAAEs/bqE8DKXvlv4/s200/succes.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112799998369133954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang yang mengatakan bahwa sukses itu adalah suatu pilihan. Kata-kata itu sering dikatakan oleh orang-orang disekitar kita, entah itu orang tua, teman, saudara. Dan anehnya kita mempercayai betul ucapan itu, apalagi kalau yang mengatakan orang-orang terkenal. Pertanyaan yang paling mendasar adalah, apakah betul sukses itu adalah pilihan. Kalaupun hal tersebut tidak betul, lalu dimana letak kesalahannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya akan memulai menjelaskan hal ini dari satu hal, yang pertama coba anda renungkan dan anda bertanya kepada hati kecil anda. Apakah anda punya keinginan untuk sukses?Terus pertanyaannya dilanjutkan dengan, ada tidak orang didunia ini yang tidak ingin sukses? Saya yakin ketika anda menanyakan hal ini kepada hati kecil anda, maka jawabannya PASTI anda ingin sukses. Kemudian anda pastikan bahwa didunia ini tidak ada orang yang tidak ingin sukses kecuali dia telah kehilangan akal sehatnya (gila.red). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaan berlanjut ke hal yang lain yaitu, coba tanyakan pada diri anda sendiri, apakah dalam hidup anda ingin hidup gagal? lalu ada tidak orang didunia ini yang ingin hidup gagal? Untuk menjawab hal ini perlu sedikit perenungan yang mendalam. Tapi yang pasti anda akan menemukan jawaban bahwa anda dalam hidup tidak ingin gagal, dan tidak ada orang didunia ini yang dalam hidupnya ingin gagal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesimpulannya adalah sebenernya secara kodrati atau secara alamiah manusia itu punya jiwa untuk sukses hal itu terbukti dari yang pertama semua orang ingin sukses dan yang kedua tidak ada orang yang ingin gagal. Itu artinya bahwa sukses sebenernya bagi tiap orang bukan lagi suatu PILIHAN tapi sukses merupakan suatu KEHARUSAN. Jadi sangat aneh sekali kalau ada orang yang tidak ingin sukses, berarti dia telah berbohong pada hati nuraninya sendiri. Gimana dengan anda..sudahkah jujur dengan hati nurani anda??? SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-2767663389787690524?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/2767663389787690524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/sukses-bukan-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2767663389787690524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/2767663389787690524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/sukses-bukan-pilihan.html' title='SUKSES BUKAN PILIHAN'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRQgn5o9YI/AAAAAAAAAEs/bqE8DKXvlv4/s72-c/succes.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-6832660155164957528</id><published>2007-05-26T19:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:54:39.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>ANDA LUAR BIASA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRSOX5o9ZI/AAAAAAAAAE0/KBo8_S2oGfg/s1600-h/anda+LB.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRSOX5o9ZI/AAAAAAAAAE0/KBo8_S2oGfg/s200/anda+LB.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112801883859776914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama anda membaca title ini anda pasti pasti mengira klo saya ketularan orang MLM. Kenapa asumsi ini ini bisa berkembang karena memang biasanya kata-kata ini sering kita dengar dari orang-orang mlm untuk mendapatkan down line nya. Terlepas dari siapa yang sering menggunakan kata-kata tersebut, tetapi pada kenyataannya anda memang sosok ang luar biasa. Hal ini bisa kita ketahui dari satu hal yaitu pada saat kita terlahir ke dunia ini. Kita sudah berjuang dengan 250 juta sel sperma yang lain. Kita yang terlahir ke dunia adalah sosok pemenang dari ratusan juta sel tersebut. Itu artinya pada saat kita terlahir ke dunia, kita telah menjadi sosok pemenang. Inilah yang harus dijadikan pegangan bagi kita untuk terus semangat untuk menjalani hidup. Anda juga dibekali dengan kepribadian yang antara satu dengan yang lain berbeda. Ditambah lagi anda dibekali kecerdasan yang antara satu dengan yang lainnya berbeda pula. Hal inilah yang menyebabkan konsep bahwa tiap pribadi itu unik. Jadi tidak ada alasan manusia mempunyai rasa inferior atau rendah diri. Dan tidak ada alasan manusia merasa iri dengan manusia yang lainnya. So gunakan kemampuan dan potensi kita untuk menjadikan diri kita menjadi pribadi yang menarik, sehingga hal itu bisa kita jadikan alat untuk meraih kesuksesan. SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-6832660155164957528?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/6832660155164957528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/anda-luar-biasa_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6832660155164957528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/6832660155164957528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/anda-luar-biasa_26.html' title='ANDA LUAR BIASA'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRSOX5o9ZI/AAAAAAAAAE0/KBo8_S2oGfg/s72-c/anda+LB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-8484783529375615448</id><published>2007-05-24T05:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:55:06.307-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>ARTI DARI SEBUAH KEMENANGAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRTUX5o9aI/AAAAAAAAAE8/-qMUSYi8cAQ/s1600-h/680ac-milan-team.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRTUX5o9aI/AAAAAAAAAE8/-qMUSYi8cAQ/s200/680ac-milan-team.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112803086450619810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagi pecinta sepak bola, pasti sudah tahu tentang hasil liga champion yang menempatkan AC MILAN sebagai juara piala champion untuk ketujuh kalinya. Tidak mudah bagi milan untuk bisa juara, banyak hal yang harus dilalui, banyak hal yang harus dilewati, dan banyak hal yang harus dilakukan untuk bisa menjadi pemenang. Inilah filosofi yang bisa kita pelajari dari permainan sepak bola. Bahwa untuk bisa menjadi seorang pemenang, tidak semudah membalikan telapak tangan, dan tidak bisa didapat hanya dengan berpangku tangan. Perlu perjuangan yang keras dan perlu pengorbanan yang lebih untuk bisa menjadikan diri kita menjadi sosok pemenang. Begitupun juga dalam hidup, kita tidak bisa begitu saja untuk bisa meraih sukses. Sukses sesuatu yang harus kita usahakan dan kita perjuangkan. dan sukses hanya milik orang-orang yang punya mental sebagai pemenang. Seseorang yang mampu bangkit dan bangkit lagi setelah terjatuh. Sehingga setelah itu dia siap bangun dan siap untuk melompat lebih tinggi. SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-8484783529375615448?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/8484783529375615448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/arti-dari-sebuah-kemenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8484783529375615448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/8484783529375615448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/arti-dari-sebuah-kemenangan.html' title='ARTI DARI SEBUAH KEMENANGAN'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRTUX5o9aI/AAAAAAAAAE8/-qMUSYi8cAQ/s72-c/680ac-milan-team.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-38933828867406772</id><published>2007-05-23T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:55:25.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bijaksana'/><title type='text'>KARENA HIDUP UNTUK DIMENGERTI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRWoX5o9dI/AAAAAAAAAFU/bLLl8qPTTjw/s1600-h/under.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRWoX5o9dI/AAAAAAAAAFU/bLLl8qPTTjw/s200/under.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112806728582886866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin anda sering mengeluh dalam menghadapi setiap persoalan dalam hidup. Bahkan mungkin anda tidak jarang memaki kehidupan setiap menghadapi kesulitan. Hidup memang aneh, banyak hal yang kita tidak ketahui, dan banyak hal yang masih menjadi misteri. Mungkin hal inilah yang harus menjadi perhatian kita untuk selalu belajar dalam memaknai hidup. Karena saya yakin dalam hidup ada kehidupan, dan kehidupan itulah yang sudah mati bagi sebagian orang. Padahal kalau kita bisa menghidupkan lagi kehidupan itu, maka yakinlah kalau kita akan benar-benar hidup, dan hidup kita tidak asal hidup-hidupan. Kebanyakan dari kita ingin selalu dimengerti dalam hidup, inlah yang membuat kita sering merasa resah, gusar dan rewel. Kita terlalu egois untuk memandang segala seuatu dari sudut pandang kita. Jarang sekali kita mencoba berpikir untuk bisa memahami segala sesuatu diluar logika kita. Sehingga inilah yang membuat kita sulit untuk menjadi manusia bijak. Padahal yakinlah bahwa apa yang kita pikirkan atau yakini tidak selamanya benar. Oleh sebab itulah itulah manusia dituntut untuk terus belajar dari semenjak lahir sampai tua nanti. Sehingga dengan kita meniatkan hidup untuk belajar maka kita akan belajar tentang kehidupan. SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-38933828867406772?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/38933828867406772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/karena-hidup-untuk-dimengerti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/38933828867406772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/38933828867406772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/karena-hidup-untuk-dimengerti.html' title='KARENA HIDUP UNTUK DIMENGERTI'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRWoX5o9dI/AAAAAAAAAFU/bLLl8qPTTjw/s72-c/under.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1790734998282469284.post-1718527315833355079</id><published>2007-05-16T06:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T04:56:29.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><title type='text'>PILIHAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRVcn5o9cI/AAAAAAAAAFM/UFoo26FSueU/s1600-h/iwan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRVcn5o9cI/AAAAAAAAAFM/UFoo26FSueU/s200/iwan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112805427207796162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam hidup manusia dihadapkan dengan pilihan. Kenapa sebenarnya pilihan itu ada dan kenapa kita harus memilh??? Mungkin ini ada kaitannya dengan sesuatu yang kita sering bilang "opportunity". Ya itu karena dalam hidup kita sering dihadapkan dengan beberapa pilihan, dan kita dituntut untuk mengambil keputusan. Dan yakinlah setiap pilihan pasti akan ada resikonya, disinilah kita harus cermat untuk bisa memilih resiko yang paling kecil dari setiap pilihan kita. Dan ketika kita mendapatkan sesuatupun, sebenarnya kita telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan sesuatu. Sehingga disini kita harus bijak, untuk mendapatkan sesuatu kesempatan yang lebih besar dan mengorbankan sesuatu yang lebih kecil. Itu sangat mungkin karena manusia di bekali akal, pikiran dan emosi untuk memilih suatu hal. Jadi gunakan potensi yang kita miliki untuk menentukan pilihan yang tepat, sehingga membuat kita menjadi manusia yang lebih bijak...Amien SALAM SUKSES!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1790734998282469284-1718527315833355079?l=vizal-jr.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://vizal-jr.blogspot.com/feeds/1718527315833355079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1718527315833355079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1790734998282469284/posts/default/1718527315833355079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://vizal-jr.blogspot.com/2007/05/pilihan.html' title='PILIHAN'/><author><name>Guntur Novizal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10735014440560774065</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/SUo2fQJ-KII/AAAAAAAAAbw/a7Svo2lZ8zE/S220/guntur+novizal.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l4tPF-6QLb4/RvRVcn5o9cI/AAAAAAAAAFM/UFoo26FSueU/s72-c/iwan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
